Rabu, 29 Mei 2013 - 08:46:39 WIB
Pengadaan Alat Kesehatan di RSIA Siti Fatimah Disinyalir Mark Up dan FiktifKategori: Sulawesi Selatan - Dibaca: 753 kali

Baca Juga:SMAN 3 dan SMPN 2 Tetap Pertahankan Gelar Juara LPI Cimahi 2012/2013Rumah Janda Dirampok, Anak Korban Menjadi Korban PembacokanNatuna Akan Bangun Lapas Kusus Perempuan dan AnakDinas Perikanan Muba Adakan Lomba Gemar Makan Ikan

Makassar, Jaya Pos

Pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) di lingkungan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Provinsi Sulawesi Selatan, disebut berbau mark up dan fiktif.

Hal tersebut disampaikan sumber Jaya Pos, baru lalu.Untuk itu, menurut sumber, sebaiknya aparat penegak hukum yang ada di Kota Makassar agar segera mengungkap hal ini, serta menjebloskan setiap orang yang terlibat dalam pengadaan alat kesehatan pada tahun anggaran 2010 lalu.

Perlu diketahui, pada tahun 2010 lalu, pihak RS yang berada dibawah naungan Pemprovinsi Sulawesi Selatan mendapatkan alokasi anggaran untuk pengadaan alkes IGD dan ponek sebesar 2 miliar rupiah. Dari nilai anggaran tersebut, perusahaan pemenang lelang melaksanakan pekerjaan pengadaan, dengan pagu anggaran sebesar Rp 1.949.965.000.

Namun sangat disayangkan, dari 44 macam peralatan kesehatan yang harus disediakan oleh perusahaan pemenang lelang, berdasarkan kontrak yang ada, serta spesifikasi yang tertera, ternyata puluhan peralatan kesehatan yang diadakan banyak yang tidak sesuai spesifikasi permintaan, serta terjadinya mark up harga yang cukup tinggi.

Sumber juga secara tegas meminta pihak media, agar mengekspose persoalan ini, karena sejak Direktur RSIA Siti Fatimah dijabat oleh dr Leo Prawirodihardjo pada tahun 2010 banyak penyimpangan yang terjadi, dan bukan hanya soal pengadaan alkes saja.

“Khusus untuk persoalan pengadaan alkes ini, terdapat peralatan yang dimark up dengan harga yang cukup tinggi, dengan nilai lebih dari 300 juta rupiah, serta peralatan tersebut tidak sesuai merk dan type yang diminta oleh pihak RS, akan tetapi justru diterima oleh pihak penerima barang RSIA Siti Fatimah sendiri,” ucap sumber.

Bukan itu saja, lanjutnya, peralatan kesehatan yang diminta dalam dokumen lelang tidak disetujui oleh komite medik rumah sakit, karena hal ini tidak melibatkan mereka dalam hal penyusunan spesifikasi serta berdasarkan kebutuhan.

Ironisnya lagi, sebagian besar alat kesehatan yang ditenderkan pada tahun tersebut tidak berada lagi dalam rumah sakit alias fiktif. Celakanya, banyak peralatan yang baru sebulan digunakan sudah tidak bisa berfungsi dengan baik karena sudah rusak.

Yang paling mengejutkan, sumber juga mengatakan pemenang pengadaan alat kesehatan pada tahun 2010 di RSIA Siti Fatimah tersebut, direktur perusahannya merupakan seorang dokter yang bertugas di salah satu RS milik pemerintah. Bahkan, alamat perusahaan yang digunakan yakni beralamat di Jalan Pengayoman No 32 Makassar, adalah alamat yang tidak jelas atau fiktif. “Saya sudah berkeliling mencari alamat dimaksud, akan tetapi tidak ditemukan,” ucap sumber.

Sebaiknya, aparat penegak hokum segera bertindak, agar para pelaku yang terlibat dalam konspirasi pengadaan alkes ini dapat segera mempertanggungjawabkan perbuatannya di mata hukum.

Sementara penelusuran Jaya Pos di lapangan, pemenang tender untuk pengadaan alat kesehatan itu dimenangkan oleh PT IMF beralamat di Jalan Pengayoman No 32 Makassar. Namun setelah alamat dimaksud ditelusuri, tidak dapat ditemukan, sehingga alamatnya adalah fiktif. Begitu pula dengan pemilik perusahan bernama dr SS, ternyata merupakan salah seorang dokter yang bertugas di salah satu RS milik pemerintah yang ada di Kota Makassar.

Di lain pihak, dr Leo Prawirodihardjo selaku Direktur RSIA Siti Fatimah, berulang kali hendak dikonfirmasi namun susah untuk ditemui karena sangat jarang masuk kantor, bahkan terkesean selalu menghindar dari kejaran wartawan.

Menurut salah seorang staf RS, mantan Kadis Kesehatan Kabupaten Soppeng ini tidak menentu jam masuknya ke kantor. “Kalau mau ketemu bapak, tunggu saja di di pintu bagian belakng RS,” ucap salah satu staf rumah Sakit Siti Fatimah dengan dialeg Makassar.
Saat dimintai konfirmasi secara tertulis, sang dokter yang santer terdengar akan menjabat Kadis Kesehatan Provinsi Sulsel ini, lebih memilih bungkam seribu bahasa.JK


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerWalikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (72067)Proyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (61052)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (52806)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (20560)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (16391)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (15656)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (15308)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (15005)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (14830)Sanksi Tegas Menanti PNS yang Nambah Libur (11323)
Bedah JayaposKasus Suap, JPU Ketapang Tuntut Mantan Politikus PDI-P 1,5 Tahun PenjaraKetapang, Jaya Pos Perjalanan kasus suap dan gratifikasi yang menyeret mantan Ketua DPRD Ketapang, ...


KPU Pandeglang DidemoDinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman, Ciptakarya dan Penataan Ruang Kota Surabaya DipolisikanTambang Mas Liar Menjamur Lagi Di BengkayangKejati Kalteng Diminta Usut Dugaan Korupsi Proyek Penggantian Jembatan di KapuasSoal Hibah Gubernur 7 M Untung Bisa Dijerat TPPUKetua Kelompok Budi Karya Leniyanti Diduga Palsukan Data AnggotaBuntut Dugaan Penyelewengan Anggaran Pada Humas Mojokerto, Semakin Terkuak Dengan Adanya Jumpa Pers
Laporan KhususDesa Klambir Lima Kebon Adakan Pemilihan BPDHamparan Perak, Jaya Pos Desa Klambir Lima Kebun Kecamatan Hamparan Perak Deli Serdang mengadakan pemilihan ...


BumNag Sumpur Kudus Maju Dengan Segudang PrestasiDPRD Sampaikan Laporan Pansus Atas LKPJ Bupati Muba TA 2019Membangun Masa Depan Kabupaten Bogor Dengan PancakarsaFachrori Launching Calendar of Event Upaya Promosikan Wisata JambiDPRD Muba Serahkan Rekomendasi Terhadap LKPJ Bupati TA 2019Menpan RB Tjahjo Kumolo: MPP Pekanbaru Terbaik di IndonesiaSahirah Dzakyyah Memilih Ponpes Darul Ulum Untuk Pendidikannya