Rabu, 29 Mei 2013 - 11:51:44 WIB
Gubernur Berharap Jalan Batas Merangin Kerinci-Tapan Jadi Jalan NasionalKategori: Jambi - Dibaca: 357 kali

Baca Juga:Honorer Sejak Tahun 1999, Tujuh Kali Menyusun Berkas Namun Harapan Jadi PNS Selalu KandasPengadaan Alat Kesehatan di RSIA Siti Fatimah Disinyalir Mark Up dan FiktifSMAN 3 dan SMPN 2 Tetap Pertahankan Gelar Juara LPI Cimahi 2012/2013Rumah Janda Dirampok, Anak Korban Menjadi Korban Pembacokan

Jambi Jaya Pos
 
Gubernur Jambi, H.Hasan Basri Agus (HBA) mengemukakan harapannya kepada para pejabat dari pusat, yaitu agar jalan batas Kabupaten Merangin dengan Kabupaten Kerinci sampai ke Tapan (perbatasan Provinsi Jambi dengan Provinsi Sumatera Barat) menjadi nasional.

Harapan tersebut dikemukakan oleh gubernur dalam Penyerahan Bantuan dari Kementerian Koperasi dan UKM kepada Berbagai Koperasi di Kabupaten Kerinci, Serah Terima Aset Tahap I dari Pemerintah Kabupaten Kerinci kepada Pemerintah Kabupaten Sungai Penuh, Peresmian Sebagian Kantor Pemerintahan Kabupaten Kerinci, dan Peresmian Jembatan Sekudung, bertempat di lapangan komplek perkantoran baru Pemerintah Kabupaten Kerinci, di Bukit Tengah.

Selain Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia (RI), Dr. Syarifuddin Hasan, MM,MBA dan Gubernur Jambi, acara tersebut juga dihadiri oleh Ketua Komisi V DPR RI, Laurens Bahang Dama; Wakil Ketua BPK RI, Dr.H.Rizal Djalil; Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum RI, Ir. Joko Muryanto, M.Sc; Dirjen Dikti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Prof. Joko Santoso; Direktur Kelembagaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Prof. Jasidi; perwakilan dari DPRD Provinsi Jambi, Gusrizal; Danrem 042/Garuda Putih, Kol.Inf Eko Budi S.; Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Ir.H.Syahrasaddin, M.Si; Bupati Kerinci, H.Murasman dan jajarannya; Walikota Sugai Penuh, H.Asafri Jaya Bakri dan jajarannya; Ketua DPRD Kabupaten Kerinci, dan Ketua DPRD Kota Sungai Penuh.

Gubernur mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Jambi telah berupaya maksimal untuk memperbaiki jalan batas Kabupaten Merangin dengan Kabupaten Kerinci sampai ke Tapan, jalan perbatasan Provinsi Jambi dengan Provinsi Sumatera Barat. Namun, ujar gubernur, APBD Pemerintah Provinsi Jambi sangat terbatas, bahkan tidak memadai untuk memperbaiki ruas jalan tersebut.

Untuk itu, gubernur mengharapkan agar status ruas jalan dimaksud menjadi jalan nasional. “Selama ini, status jalan tersebut adalah jalan strategis nasional. Kami berharap, melalui kedatangan bapak-bapak pejabat terkait dari pusat ini, membantu memperjuangkan agar status jalan tersebut menjadi jalan nasional,”sebut gubernur.

Gubernur membandingkan jalan di Provinsi Jambi dengan di Provinsi Sumatera Barat. Dikatakan oleh gubernur, di Provinsi Sumatera Barat, jalan nasional lebih panjang daripada jalan provinsi, sebaliknya di Provinsi Jambi, jalan provinsi lebih panjang daripada jalan nasional.

Pada kesempatan tersebut, gubernur mengucapkan terimakasih atas dukungan Wakil Ketua BPK RI, Rizal Djalil terhadap pembangunan di Provinsi Jambi dan Kabupaten Kerinci.

Gubernur juga menjelaskan berbagai potensi yang dimiliki oleh Kabupaten Kerinci kepada Syarifuddin Hasan dan rombongan, yakni potensi pertanian, geothermal, dan PLTA Kerinci.

Tentang salah satu program dari Kementerian Koperasi dan UKM RI, yaitu pengembangan produk unggulan lokal, gubernur menjelaskan, pengembangan produk unggulan lokal yang berbasis pendekatan One Village One Product (OVOP), pada dasarnya sebangun dengan apa yang telah dituangkan dalam RTRW Provinsi Jambi, setiap wilayah telah dibagi untuk mengembangkan komoditi spesifik lokal yang merupakan keunggulan masing-masing wilayah dan pada akhirnya dapat dijadikan sebagai basis pengembangan OVOP, sehingga keunggulan komparatif wilayah dapat dikembangkan menjadi keunggulan kompetitif untuk pembangunan ekonomi di masing-masing wilayah.

“Dalam berbagai kesempatan, saya selalu mengingatkan seluruh bupati/walikota se Provinsi Jambi untuk menggiatkan pembangunan ekonomi di wilayahny adengan mengedepankan prinsip-prinsip Program OVOP, yang memiliki visi pengembangan produk lokal dengan reputasi global. Hal ini perlu kita sosialisasikan, mengingat bahwa pengembangan OVOP didasri atas semangat pemberdayaan masyarakat di perdesaan yang sangat mengandalkan usaha mikro, kecil dan menengah, serta koperasi sebagai ujung tombaknya,”tutur gubernur.

Selanjutnya, gubernur mengingatkan salah satu isu global kepada Pemerintah Kota Sungai Penuh dan Pemerintah Kabupaten Kerinci, yakni kondisi bumi yang terus memburuk akibat pemanasan iklim.

Gubernur menegaskan, penghijauan dan kelestarian lingkungan menjadi perhatian serius oleh seluruh masyarakat dunia. Sehubungan dengan itu, gubernur menyatakan, Ruang Terbuka Hijau (RTH) menjadi perhatian yang sangat penting dan menjadi bagian tak terpisahkan dari penataan ruang.

Terkait serah terima aset tahap I dari Pemerintah Kabupaten Kerinci kepada Pemerintah Kota Sungai Penuh, gubernur mengatakan bahwa hal itu merupakan pelaksanaan amanah Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2008.

“Serah trima aset tersebut, hendaknya dipahami dalam rangka optimalisasi pemanfaatan aset oleh Pemerintah Kota Sungai Penuh, yang dilandasi pada tujuan untuk menunjang peran dan fungsi Pemerintah Kota Sungai Penuh dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat Kota Sungai Penuh. Saya menyambut baik pelaksanaan serah terima aset ini,” jelas gubernur.

Gubernur menegaskan, aset daerah mempunyai peran strategis untuk meningkatkan pelayanan maupun untuk pengembangan kemampuan keuangan daerah, jika pengelolaannya dilaksanakan secara efektif dan efisien, sebaliknya jika pengelolaannya tidak dilakukan sebagaimana mestinya, aset justru akan menjadi beban belanja daerah, karena aset membutuhkan biaya pemeliharaan dan seiring dengan perjalanan waktu, akan mengalami depresiasi nilai.

Setelah sambutan gubernur, dilakukan pemberian sertifikat bantuan koperasi dan produk UKM dari Kementerian Koperasi dan UKM RI kepada koperasi-koperasi dan UMKM di Kabupaten Kerinci, penyerahan surat tanah untuk lokasi politeknik Kerinci dari Bupati Kerinci kepada Dirjen Dikti, dan penandatanganan prasasti peresmian Jembatan Sekudung oleh Dirjen Bina Marga Kementerian PU RI.

Menteri Koperasi dan UKM RI, Dr. Syarifuddin Hasan, MM, MBA dalam sambutannya pada intinya mengemukakan bahwa Kabupaten Kerinci memiliki potensi untuk maju, baik potensi Sumber Daya Manusia maupun potensi Sumber Daya Alam. Seiring dengan adanya potensi untuk maju tersebut, Syarif menghimbau masyarakat untuk selalu bekerja keras untuk kemajuan.

Syarif Hasan mengapresiasi Rizal Djalil yang terus gigih memperjuangkan Kerinci. Syarif Hasan menegaskan, pembangunan harus didorong pada pemberdayaan masyarakat.

Menteri Koperasi dan UKM RI ini menghimbau masyarakat Kerinci untuk membentuk koperasi, dimana Kementerian Koperasi dan UKM RI memberikan bantuan kepada masyarakat melalui koperasi. Syarif mengatakan, saat ini ada 154 koperasi di Kabupaten Kerinci dan berharap tahun 2014 menjadi 500 koperasi, dengan memanfaatkan potensi di Kabupaten Kerinci

Selain itu, Syarif Hasan menyatakan, supaya masyarakat benar-benar memaksimalkan Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Syarif Hasan juga menyatakan, pemerintah memberikan kredit mikro usaha rakyat, Rp20 juta tanpa jaminan, dengan catatan benar-benar digunakan untuk usaha.

Syarif Hasan mengajak masyarakat, khususnya pemuda untuk menjadi pengusaha.Syarif Hasan menjelaskan, tahun 2012, pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi melampaui pertumbuhan ekonomi nasional dan pertumbuhan ekonomi Indonesia tertinggi di  Asia Tenggara dan kedua di dunia. Syarif Hasan menyatakan bahwa hal itu merupakan buah dari kerja keras.

Selanjutnya, Syarif Hasan kembali menghimbau Pemerintah Kabupaten Kerinci, Pemerintah Kota Sungai Penuh, masyarakat Kabupaten Kerinci, dan masyarakat Kota Sungai Penuh, untuk senantiasa bekerja keras dan bahu-membahu demi meningkatkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.

Bupati Kerinci, H.Murasman, dalam sambutannya menyampaikan, sesuai amanah Undang-Undang Pembentuka Kota Sungai Penuh, penyerahan aset dari pemerintah Kabupaten Kerinci kepada Pemerintah Kota Sungai Penuh, paling lambat lima tahun sejak dilantiknya pejabat Walikota Sungai Penuh.

Murasman mengungkapkan, tahun ini direncanakan pendirian Politeknik Kerinci, dengan berbagai program studi, diantaranya Politeknik Pertanian, Politeknik Holtikultura, dan Politeknik Pertambangan.

Murasman mengharapkan, tahun 2015, geothermal di Kerinci sudah dioperasikan. Berkaitan dengan pembangunan kantor baru Pemerintah Kabupaten Kerinci, Murasman berharap agar pembangunan kantor tersebut diharapkan dapat meningkatkan pelayanan publik.

Usai penyampaian sambutan oleh Bupati Kerinci, dilakukan penyerahan dokumen aset dari Bupati Kerinci kepada Walikota Sungai Penuh, yang disaksikan oleh Gubernur Jambi dan Wakil Ketua BPK RI, peresmian beberapa gedung perkantoran Pemerintah Kabupaten Kerinci, dan persmian Ruang Terbuka Hijau kawasan perkantoran Pemerintah Kabupaten Kerinci.
 
Ekspose Kadis PU Provinsi Jambi

Usai acara di Bukit Tengah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jambi, Ir.Ivan Wirata, MM memaparkan kondisi jalan Kabupaten Merangin ke Kabupaten Kerinci sampai jalan ke Tapan, perbatasan Provinsi Jambi dengan Provinsi Sumatera Barat, serta upaya perbaikan yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jambi, beserta anggaran yang dibutuhkan, di hadapan Menteri Koperasi dan UKM RI, Dirjen Bina Marga Kementerian PU RI, beserta rombongan pejabat dari pusat, Gubernur Jambi, Bupati Kerinci, dan Walikota Sungai Penuh.

Inti dari paparan tersebut adalah permintaan Pemerintah Provinsi Jambi agar status jalan dari Kabupaten Merangin – Kerinci – Tapan menjadi jalan nasional.
 
Peninjauan Jembatan Sekudung

Dalam perjalanan pulang dari Kabupaten Kerinci, Sembari menuju Bandara Kerinci Depati Parbo, Menteri Koerasi dan UKM RI, Gubernur Jambi dan rombongan meninjau Jembatan Sekudung, bertempat di jalan Pancasila, Kota Sungai Penuh.

Dalam peninjauan tersebut, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan II (yang meliputi empat provinsi, yaitu Provinsi Sumatera barat, Jambi, Riau, dan Bengkulu), Maruasas Panjaitan, menjelaskan, pembangunan ini sebenarnya peninggian jalan, yang merupakan “Konstruksi Cakar Ayam”, karya putra bangsa Indonesia.

“Pembangunan jalan ini dilaksanakan pada tahun anggaran 2012 dengan total dana Rp36 miliar, panjangnya 800 meter. Pada tahun anggaran 2012, pekerjaan fisik sudah selesai dilaksanakan. Secara umum, konstruksi cakar ayam ini dipergunakan di tanah lunak dan lembek, untuk menahan beban-beban yang ada di atasnya. Selama ini, konstrusksi yang digunakan di tanah lembek menggunakan tiang pancang atau pile slap, tapi di sini, kita mencoba hasil karya bangsa kita sendiri, yaitu konstruksi cakar ayam, yang sama dengan konstruksi di Bandara Cengkareng,” jelas Maruasas Panjaitan. (Afrizal)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerWalikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (66340)Proyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (60952)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (52715)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (18422)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (16278)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (15540)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (15263)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (14952)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (14711)Diduga Mabuk, Tarian Gemulai Siswi SMAN 1 Mojosari Mojokerto Viral (10931)
Bedah JayaposProyek Jl Pelang-Batu Tajam Ketapang Rp 56,4 M Terindikasi Gagal MutuKetapang, Jaya Pos Proyek Peningkatan Jalan Pelang-Batu Tajam yang dilaksanakan oleh PT Marga Mulya senilai ...


Kejari Kabupaten Bandung Setor Uang Pengganti Perkara Tipikor ke Kas NegaraDiduga Lakukan Pungli, Kepala Desa Dan Panitia PTSL Dilaporkan Ke Kejari PandeglangDiduga Belum Kantongi IMB, Pembangunan Tower Pemancar Dari Ratelindo Berjalan MulusPetugas Tahanan Kejari Kabupaten Bandung Amankan Pembesuk Bawa SabuDaud Pasaribu SH, : Fakta Persidangan, Objek Perkara Merupakan Harta Warisan Ibu Sinap Untuk PoniyemDewan Kunjungi Proyek 2.2 Milyar, Pelaksana Tuding Bekas PPK Persulit MerekaMerasa Dirugikan, Afrets Elat Melaporkan Keluarga Tumbel ke Polresta Manado
Laporan KhususKesakralan Gunung Pusuk Buhit Perlu DipertahankanCatatan Aliman Tua Limbong (Wartawan Jaya Pos) Menurut beberapa sumber penelitian, para ilmuwan, setelah ...


DPRD Muba Tanggapi Audiensi Baznas MubaSiap Tanggap Bencana, Kodim 0711 Pemalang Menamam Rumput VertiverPemkab Gumas Gelar Forum Konsultasi Publik Penyempurnaan Rancangan RKPD 2021Kabid Humas Polda Sulsel Silaturrahmi Dengan Wartawan MarosEbid Diana Putra: Kita Akan Wujudkan Masyarakat SejahteraPemkab Sukabumi Kembali Pertahankan Opini WTPBupati Gumas Lantik 12 Pejabat Struktural Kecamatan Manuhing