Kamis, 30 Mei 2013 - 08:12:49 WIB
PWA Agara Riwayatmu Kini, Hidup Segan Mati Pun EngganKategori: Aceh - Dibaca: 428 kali

Baca Juga:35% Lulusan SMKN 2 Cimahi Langsung BekerjaIshak Mekki Dan Seribu Relawan Datangi Pedagang PasarKades Karianto Ingin Sejahterakan WarganyaTeroris Juga Ancaman Bagi Polisi

Kuta cane, Jaya Pos

Persatuan Wartawan Aceh (PWA) adalah satu wadah tempat bernaungnya wartawan serta menghimpun beberapa wartawan untuk menyusun kebersamaan dan mendidik, membina wartawan agar anggota pers yang bernaung di dalamnya dapat menjadi wartawan profesional, menguasai ilmu, memiliki etika, dan wawasan.

Demikian ditegaskan Mara Hasan, mantan Ketua PWA Aceh Tenggara yang kini sebagai penasehat PWA Aceh tenggara. Menurutnya, PWA Aceh Tenggara sekarang ini tidak lagi ada gaungnya disebabkan oleh cara kepemimpinan yang kurang profesional sehingga anggota PWA Aceh Tenggara kucar-kacir, yang pertama tidak memiliki kantor di kawasan kota Kuta Cane dan juga tidak pernah melakukan pertemuan sesama anggota selama beberapa tahun belakangan atau selama kepemimpinan ketua yang baru Asnawi SPd, sehingga PWA tidak mempunyai program dan juga laporan bulanan maupun tahunan.

Sejak dari pelantikan di Hotel Sartika beberapa tahun silam sampai pada saat ini, menurutnya, belum ada program apapun yang dikerjakan, kantor juga tidak ada sehingga wadah PWA dapat disimpulkan sebagai wadah tuna wisma.

Salah seorang Anggota PWA Aceh Tenggara, Ali Amat Husin menjelaskan, pemimpin PWA saat ini sangat aneh dan tidak memiliki jiwa pemimpin karena orangnya egois dan merasa terlalu pintar sehingga selalu mengucilkan orang lain. “Dia (ketua PWA) tidak ada keinganan untuk memberi pengarahan pada anggota  yang bersifat mendidik, sehingga riwayat PWA Aceh Tenggara kini hanya tinggal kenangan, dan anggota kucar-kacir laksana anak ayam kehilangan induk,” ujar Ali Amat Husin.

Hal senada diutarakan Hajirin, anggata PWA Aceh Tenggara. Menurutnya, sudah sepantasnya ketua yang model seperti ini dilengserkan. “Coba kita pikir mungkinkah wadah yang sebesar ini tidak memiliki kantor, dan juga ketuanya tidak pernah membacakan pertanggung jawaban terkait dengan dana atau aset PWA Aceh Tenggara, sehingga seluruh anggotanya bingung dan orang lain juga merasa aneh dengan sistim yang dianut oleh Ketua PWA Asnawi SPd,” katnya.

Hajirin menambahkan, berbeda dengan kepemimpinan Mara Hasan SH pada waktu sebelumnya, banyak hal yang perlu dipelajari dari beliau, terutama cara kepemimpinan dalam berorganisasi seperti wadah PWA. “Semua anggota dihargai dan berbicara juga lembut namun tegas, seperti dalam pembuatan berita juga bila anggota kurang paham beliau menjelaskan dan memberi pengarahan,” urainya.

Dari sisi lain, lanjutnya, Mara Hasan juga sangat memperhatikan anggota dan mengayomi. “Pada masa kepemimpinan Mara Hasan waktu itu, kantor PWA Aceh Tenggara selalu ramai, bahkan rekan wartawan dari luar daerah juga datang mengunjungi kantor PWA untuk studi banding,” bebernya.

Bukan hanya itu, lanjutnya, pada kepemimpinan Mara Hasan, minal satu anggota selalu dibawa ke luar daerah untuk mengikuti pelatihan-pelatihan kejurnalistikan. “Inilah perbedaan pemimpin yang memiliki wawasan dengan pemimpin yang egois,” tegas Hajirin Desky.

Sementara Sabir, Sekretaris PWA Aceh Tenggara mengatakan, dalam waktu dekat semua anggota PWA Aceh Tenggara akan diundang rapat di suatu lokasi yang nyaman guna membicarakan terkait penggatian ketua atau pemilihan. “Namun sebelum dilaksanakan pemilhan ketua baru tentunya kita minta pertanggungn jawaban dari ketua baik itu aset PWA Aceh Tenggara maupun yang lainnya terkait dengan PWA Aceh Tenggara,” tegas Sabir kepada wartawan. Maulana S


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59541)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51404)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (42931)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14887)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14168)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13994)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13732)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13185)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (10950)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9167)
Bedah JayaposPekerjaan Bersumber DD di Desa Boddi Kecamatan Mandalle Terkesan AmburadulPangkep, Jaya Pos Pekerjaan Jalan Singkai terkesan amburadul alias asal-asalan. Pekerjaan yang menggunakan ...


Pungli di Lapas Kapuas Resahkan NapiMerek U-Ditch Bercampur Pek Saluran Pumpungan 3 Menyimpang Dinas Lakukan PembiaranDiduga Persulit Warga Mengurus Dokumen, Andar: Copot Lurah dan Kasie Pemerintahan Kelurahan RawamangDiduga Zonasi Kearipan Lokal Garut Labrak Permendikbud No 14 Tahun 2018Proses NUPTK Diwarnai PungliEmbung Pembawa MautProyek Jalan Siduk Ketapang Rp 42 Miliar Diduga Menyimpang
Laporan KhususPemerintah Segera Cairkan DAK Nonfisik Jenis Baru Tahun 2019Karawang, Jaya Pos Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemkeu) akan menyalurkan Dana Alokasi Khusus ...


Bupati Ketapang Pimpin Upacara Pembukaan TMMD 105 Adat Suku BatakJelang Pemecahan Rekor Dunia Menyelam Massal di ManadoWabup Mojokerto Berangkatkan Jalan Santai Hari Keluarga Nasional XXVI Tahun 2019Sekda : SOPD Gumas Diharapkan Capai Target APBD 2019Ratusan Peserta ICGE dari Berbagai Negara Hadir di Kota Padang PanjangWakil Ketua I DPRD Imbau OPD Terkait Ikuti Pembahasan KUA dan PPAS TA 2020