Minggu, 09 Juni 2013 - 09:34:16 WIB
Kadis Pertanian Pandeglang Dilaporkan ke KejaksaanKategori: Banten - Dibaca: 2045 kali

Baca Juga:5 Karung Ganja Disita Polisi dari Rumah Kontrakan Pak HajiPeti Kemas Berserakan di Laut Milik Siapa?Kepala SMPN 1 Dolok Batunanggar Kangkangi PermendikbudPemkab Muba Gelar Bimtek Kehumasan 2013

Pandeglang, Jaya Pos

Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang diduga menjadi sarang korupsi terkait perolehan dana program SL-PTT kedelai senilai ratusan juta rupiah yang sudah disalurkan beberapa waktu lalu bagi para kelompok tani (koptan) se Kabupaten Pandeglang. Diduga banyak kejangalan dan manipulasi data yang diajukan sebagai salah satu bentuk persayaratan pada institusi yang berkaitan dengan lingkup dinas pertanian.

“Atas kejadian tersebut, LSM LPSN-PB melaporkan Kadis Dinas Pertanian ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Pandeglang serta mendesak pemerintah agar segera tanggap dan peka sekaligus mengambil inisiatif untuk menumpas oknum,” kata Adang Abadi, salah satu anggota tim invesigasi LPSN-PB Provinsi Banten kepada Jaya Pos.

Menurutnya, para ketua koptan menjadi korban dengan cara diminta untuk mengumpulkan sebagian uang hasil dari penerimaan program SL-PTT kedelai untuk diserahkan kepada oknum pelaksana teknis (pelnis) sebagai upeti. Selanjutnya diberikan pada oknum-oknum setempat yang tupoksinya di luar koridor tentang pola tanam kedelai.

“Padahal, dalam peraturan tidak ada point yang menerangkan bahwa sebagian dana harus diberikan pada mereka. Sebab, niat pemerintah dengan dikucurkannya dana SL-PTT kedelai, disamping sebagai bantuan yang tidak mengikat pada petani, juga sebagai sasaran swasembada kedelai di Pandeglang Selatan. Dengan ditemukannya dugaan banyaknya kelompok fiktif itu sehingga kerugian negara mencapai miliaran rupiah,” paparnya.

Sementara itu, Cecep Komara, Kabid Sarana dan Prasarana tidak bisa memberikan komentar apun ketika dicoba dikonfirmasi terkait laporan yang dilayangkan oleh LSM ke Kejari Pandeglag itu. Iyan RL


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerMembongkar Proyek Permai Grup (Bag 1), PT AJ Dapat Jatah Rp 35 M di Kementerian Perhubungan (119808)Komisi IX DPR RI dan Menteri Kesehatan Agar Meninjau Kembali Pembangunan Rumah Sakit Internasional (89867)Diduga Peras Pengusaha Toko Material dan Toko Emas, PPATK Diminta Audit Harta Pejabat KPP Pratama Ko (44964)SMPN 2 Pasar Kemis Butuh Ruang Kelas Baru (41710)PP Amanatul Ummah Tidak Penuhi Janjinya Pada Wali Murid (40242)Bayi Hasil Hubungan Gelap Dibuang di WC Sekitar Kabah ( Nestapa Pahlawan Devisa di Negeri Orang Bgn (36029)Tanah Milik H.Amiruddin Pase Jadi Ajang Kejahatan Koneksitas Hakim Dan Penyidik Kepolisian (34414)Perusahaan Martua Sitorus Ngemplang Pajak Rp 7,2 Triliun? (30832)Ibunda Ajeng Mamamia Dimejahijaukan (29773)Gurame PJTV Ajang Penyaluran Artis Penyanyi (22120)
Bedah JayaposMahasiswa Kresai dan Aliansi Pemuda Bantaeng Pertanyakan Kasus Korupsi di Butta ToaBantaeng, Jaya Pos Kasus dugaan korupsi yang terjadi di Kabupaten Bantaeng melibatkan nama-nama yang diduga ...


Oknum PNS Diduga Jadi Mafia ProyekPKL Bringinbendo Enggan Bongkar Lapak, Tuding Perintah Bongkar Bertendensi Bisnis (Bag 2)Sekdakab Bogor: Laporkan Proyek JanggalPekerjaan Jalan Beton PISEW Hancur Sebelum Kontrak BerakhirPembangunan Gedung Perindag Kab Sidoarjo Menyimpang, Dinas Tutup Mata (Bag 2)Pekerjaan Peningkatan Jalan Curug-Rawakalong Disorot WargaProyek IPLT Milliaran Rupiah Disinyalir Kurang Berkualitas
Laporan KhususPemkab Bogor Terapkan Sistem Online Dalam Pelaksanaan Tatakelola PemerintahanCibinong, Jaya Pos Memperoleh amanah menjadi Bupati Bogor, dengan luas wilayah 298.838,3 hektar dan ...


Kegiatan Pengelolaan dan Konservasi Waduk, Embung, Situ Serta Bangunan Penampung Air Lainnya TA 2016Pembangunan Jembatan Bolang Terus DikebutMenanti Perubahan Melalui Musorkab III KONI NatunaHUT PGRI, Guru Minta Pemerataan Tunjangan di Daerah 3T Natuna Dilirik Investor SingapuraWabup Natuna: Koperasi Perbatasan Harus DitingkatkanAkhir Pekan, Wabup Natuna Tinjau Proyek