Minggu, 09 Juni 2013 - 09:34:16 WIB
Kadis Pertanian Pandeglang Dilaporkan ke KejaksaanKategori: Banten - Dibaca: 1480 kali

Baca Juga:5 Karung Ganja Disita Polisi dari Rumah Kontrakan Pak HajiPeti Kemas Berserakan di Laut Milik Siapa?Kepala SMPN 1 Dolok Batunanggar Kangkangi PermendikbudPemkab Muba Gelar Bimtek Kehumasan 2013

Pandeglang, Jaya Pos

Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang diduga menjadi sarang korupsi terkait perolehan dana program SL-PTT kedelai senilai ratusan juta rupiah yang sudah disalurkan beberapa waktu lalu bagi para kelompok tani (koptan) se Kabupaten Pandeglang. Diduga banyak kejangalan dan manipulasi data yang diajukan sebagai salah satu bentuk persayaratan pada institusi yang berkaitan dengan lingkup dinas pertanian.

“Atas kejadian tersebut, LSM LPSN-PB melaporkan Kadis Dinas Pertanian ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Pandeglang serta mendesak pemerintah agar segera tanggap dan peka sekaligus mengambil inisiatif untuk menumpas oknum,” kata Adang Abadi, salah satu anggota tim invesigasi LPSN-PB Provinsi Banten kepada Jaya Pos.

Menurutnya, para ketua koptan menjadi korban dengan cara diminta untuk mengumpulkan sebagian uang hasil dari penerimaan program SL-PTT kedelai untuk diserahkan kepada oknum pelaksana teknis (pelnis) sebagai upeti. Selanjutnya diberikan pada oknum-oknum setempat yang tupoksinya di luar koridor tentang pola tanam kedelai.

“Padahal, dalam peraturan tidak ada point yang menerangkan bahwa sebagian dana harus diberikan pada mereka. Sebab, niat pemerintah dengan dikucurkannya dana SL-PTT kedelai, disamping sebagai bantuan yang tidak mengikat pada petani, juga sebagai sasaran swasembada kedelai di Pandeglang Selatan. Dengan ditemukannya dugaan banyaknya kelompok fiktif itu sehingga kerugian negara mencapai miliaran rupiah,” paparnya.

Sementara itu, Cecep Komara, Kabid Sarana dan Prasarana tidak bisa memberikan komentar apun ketika dicoba dikonfirmasi terkait laporan yang dilayangkan oleh LSM ke Kejari Pandeglag itu. Iyan RL


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerMembongkar Proyek Permai Grup (Bag 1), PT AJ Dapat Jatah Rp 35 M di Kementerian Perhubungan (116218)Komisi IX DPR RI dan Menteri Kesehatan Agar Meninjau Kembali Pembangunan Rumah Sakit Internasional (87731)Diduga Peras Pengusaha Toko Material dan Toko Emas, PPATK Diminta Audit Harta Pejabat KPP Pratama Ko (40670)Tanah Milik H.Amiruddin Pase Jadi Ajang Kejahatan Koneksitas Hakim Dan Penyidik Kepolisian (22153)PP Amanatul Ummah Tidak Penuhi Janjinya Pada Wali Murid (22148)SMPN 2 Pasar Kemis Butuh Ruang Kelas Baru (16338)Ibunda Ajeng Mamamia Dimejahijaukan (15706)Gurame PJTV Ajang Penyaluran Artis Penyanyi (14967)Sudah Tiga Jenderal Polisi Pembawa Gerbong Terbelit Kasus (13940)Dilaporkan Ke KPK, Pejabat DKI Korupsi Tanah Rp 49 Miliar (12117)
Bedah JayaposDana Pemeliharaan Pamsimas Diduga Ditilep Oknum DesaSubang, Jaya Pos Kesulitan memperoleh air bersih, khususnya air minum hingga kini masih berlangsung ...


Langgar PP Nomor 109 Tahun 2012, Perusahaan Rokok Pasang Baliho Tanpa Pesan 'Merokok Membunuhmu'Usut Dugaan Korupsi Perjalanan Dinas di Bappeda Musi RawasPembangunan Embung Senilai Rp 2 Milyar di Banyuwangi Gagal KonstruksiPT Triomas Diduga Merambah Kawasan Giosfer di SiakDiduga Terjadi Praktek Kongkalingkong, Menhub Batalkan Lelang Proyek Rp 39,3 Milyar di ATKP MakassarPPK ATKP Makassar Memilih Bungkam Soal Proyek Pengerukan Dan Pematangan Lahan Senilai 39,6 M508 Indomaret Disegel, Lahan Atensi Mafia Dinas Hilang
Laporan KhususKemiskinan Memaksaku Menjdi TKW (Bgn 1)Oleh : Alexander Sibarani (Wartawan Harian Jaya Pos) Bekerja jauh di negeri orang dengan harapan terbebas ...


Group Facebooker K2AM Gelar Baksos Panti Jompo BinjaiMaju Calon Bupati 2015-2020, Carlos Melgares Eks Warga Spayol Siap Membangun SamosirBantaeng Buka Program 1 Juta Rumah untuk NelayanSDAP Banten Tingkatkan Ketersediaan Air Baku dan Irigasi Yang LayakDisdik Gagas KKN Berbasis Desa TerpaduPeringatan Hardiknas Meriah di Kabupaten OKUBPMP2T Kabupaten Pelalawan Melayani Dengan Sepenuh Hati