Minggu, 09 Juni 2013 - 09:40:02 WIB
Kejari dan Polres Diminta Usut Bansos SL-PTT/LL TA 2012 di Dinas Pertanian SimalungunKategori: Sumatera Utara - Dibaca: 12 kali

Baca Juga:Proyek Perencanaan di Dinas PU Kabupaten Tanjab Timur Diduga FiktifKadis Pertanian Pandeglang Dilaporkan ke Kejaksaan5 Karung Ganja Disita Polisi dari Rumah Kontrakan Pak HajiPeti Kemas Berserakan di Laut Milik Siapa?

Simalungun, Jaya Pos

Bantuan sosial (bansos) SL-PTT/LL TA 2012 Kementerian Pertanian RI di Kabupaten Simalungun terindikasi jadi ajang korupsi oleh oknum di Dinas Pertanian Simalungun. Adapun bantuan tersebut disalurkan kepada tiap kelompok tani di tiap nagori se Kabupaten Simalungun sebesar Rp 3,7 juta. Fakta di lapangan, semuanya terjadi penyimpangan.

Seperti di Kecamatan Tanah Jawa, Panombeian Panei, Siantar, Pamatang Bandar, Hutabayu Raja, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara. Kelompok tani hanya menerima uang sebesar Rp 700 ribu dari oknum Dinas Pertanian Simalungun. Bahkan anehnya, menurut beberapa kelompok tani di Kecamatan Hutabayu Raja yang tidak mau menyebut namanya, dana tersebut dikucurkan pada tanggal 27 Desember 2012. Untuk kelompok tani Kabupaten Simalungun juga terjadi pengutipan liar oleh oknum dari Dinas Pertanian Simalungun.

Padahal program ini sasaran utama pembangunan tanaman pangan tahun 2010-2014 merupakan turunan dari sasaran utama pembangunan pertanian yaitu mewujudkan pencapaian swasembada dan swasembada berkelanjutan, peningkatan diversifikasi pangan dan peningkatan nilai tambah, daya saing, dan ekspor, juga peningkatan kesejahteraan petani. Keempat sasaran ini disebut dengan Empat Sukses Kementerian Pertanian.

Pencapaian keempat sasaran utama diharapkan dapat memberikan dampak kinerja yang signifikan bagi pemenuhan kebutuhan nasional dan ketahanan pangan nasional, baik kebutuhan pangan, kebutuhan pakan, kebutuhan energi maupun kebutuhan bahan baku untuk industri lainnya.

Selain itu, dampak kinerja pembangunan tanaman pangan juga diharapkan dapat mengurangi jumlah kemiskinan dan meningkatkan pendapatan negara.
Kepala UPTD Pertanian Kecamatan Hutabayu Raja, Pardede, mengatakan, setoran ke Dinas Pertanian sebesar Rp 800 ribu dari tiap kelompok penerima bantuan ini, dan untuk Kecamatan Hutabayu Raja ada 30 kelompok tani yang mendapatkan bansos SL-PTT/LL Ta 2012 ini. “Jadi, saya hanya menuruti saran dari dinas saja,” katanya kepada Jaya Pos.

Sekedar diketahui, program SL-PTT Reguler, jenis komoditas padi non hibrida, hibrida, padi lahan kering, jagung hibrida terdapat 1 LL dalam 1 unit SL-PTT atau 1 LL sama dengan 1 Ha yang diberikan bantuan full paket (benih dan pupuk) dan sisa lahan dalam 1 LL hanya diberikan bantuan benih. Jenis fasilitas yakni Urea 100 Kg/Ha dengan satuan harga Rp 1.600, NPK 300 Kg/Ha dengan harga satuan Rp.2.300. Pupuk organik 1,000 Kg/Ha dengan harga satuan Rp.500. Biaya pertemuan selama 10 kali dengan harga satuan Rp.170.000 setiap pertemuan.

Insentif pengawalan dan pendamping 10 kali dengan harga satuan Rp 50 ribu tiap kali pendampingan serta papan nama 1 buah dengan harga satuan Rp 150 ribu, sehingga global bantuan yang diterima kelompok tani sebesar Rp 3,7 juta. Namun fakta di lapangan, tiap kelompok tani hanya menerima uang sebesar Rp 700 ribu saja, dan sisanya Rp 3 juta dari setiap kelompok tani diduga raib di tangan Dinas Pertanian Kabupaten Simalungun.

Sangat diharapkan agar Kejaksaan dan Kepolisian segera mengusut kasus dugaan tindak pidana korupsi bansos TA 2012 ini. Selain merugikan para kelompok penerima bantuan, negara juga diduga sudah dirugikan ratusan juta rupiah akibat ulah oknum dari Dinas Pertanian Simalungun ini. Ada juga dugaan bahwa program ini banyak yang fiktif. Sampai berita ini diturunkan, PPK dan Kadis Pertanian Simalungun belum berhasil dikonfirmasi. Hrp


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerDinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (4677)Proyek KA di Sulsel Membawa Petaka, Danyon Zipur Jadi Tersangka (2991)Komentari Kasus e-KTP, Andar: Abraham Samad Itu 'Omdo' (1659)Pandangan Umum Fraksi PDIP, PAN, dan RNB Terhadap Nota Keuangan dan Raperda APBD Kota Depok TA 2018 (1085)Sutadi SH dan Oknum Polres Ketapang Diduga Bobol Rumah Walet Milik Akim (660)PT IIGF Adakan Baksos di Desa Telajung (605)PT Jembatan Nusantara Melakukan Pembohongan Terhadap Pelamar Pekerjaan (468)Proyek Jalan Siduk-Ketapang Rp 27 M Diduga Bermasalah (337)Diabetes, Ancaman Yang Harus Diwaspadai (297)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (289)
Bedah JayaposAPBDes Katimoho Terindikasi DikorupsiGresik, Jaya Pos APBDes Desa Katimoho Kecamatan Kedamean Kabupaten Gresik Jawa Timur jadi sorotan. Pasalnya ...


Bendungan Karalloe Senilai 518 M Tidak Selesai PPK dan Kontraktor Enggan KomentarTangani Sengketa Tanah Damang Tewah Turun LapanganPT EBB Supply Puluhan Ribu Ton Solar Perhari ke Penambang di Sei KahayanRehab Sekolah Di Pandeglang Diduga Rawan PenyimpanganBPN Maros Akan Panggil Pemilik Sertifikat Ganda Pada Lahan Proyek Mamminasata Pekerjaan Jalan Pasirkadu-Perdana Dikeluhkan WargaPT. MAJI Diduga Serobot Lahan Kelompok Tani Karya Mandiri
Laporan KhususDinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Depok Gelar Workshop B2SADepok, Jaya Pos Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Depok mengelar acara Workshop penyusunan ...


Memperkenalkan Lebih Dini Budaya Batak Pada Anak-Anak Melalui Natal STM SarohaWaiting List Keberangkatan Jamaah Haji Kabupaten Ciamis Sudah Mencapai 2030Menggali Monumen Quo Lijn, Tim Pusat Sejarah Kepolisian Melakukan PenelitianSiapkan Aparatur Transportasi Handal, Padang Panjang Teken MoU dengan STTDPemkab Mukomuko Memperingati Maulid Nabi Mudammad SAW 1439 H/2017 MImbau Pemkab/Pemkot Ingatkan Masyarakat Lakukan Pencegahan KebakaranPengembangan Pemasaran Melalui Online