Senin, 10 Juni 2013 - 05:23:26 WIB
PT. ALM (Sinar Mas Group) Ketapang Didemo Kategori: Kalimantan Barat - Dibaca: 39 kali

Baca Juga:Rokok Ilegal Marak Beredar di Makasar, Copot Kepala Bea Cukai MakassarWarga Perumahan GDC Demo Bank BIIAsep Saepudin Keluhkan Ambruknya Benteng Desa NeglasariPembangunan Jembatan Kali Gunting Kembali Gelontorkan Rp 7,5 M

Ketapang, Jaya Pos

PT. Agro Lestari Mandiri (Sinar Mas Group), sebuah perusahaan industri perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat, kerap bermasalah dengan masyarakat.

Dari data historis Jaya Pos tentang perusahaan tersebut, beberapa kurun waktu terakhir telah terjadi beberapa kali unjuk rasa, baik oleh karyawan terkait tuntutan THR, maupun oleh masyarakat petani sawit terkait tidak layaknya kebun plasma yang dinilai belum layak untuk dikonversi serta permasalahan program CSR yang belum terlaksana.

Aksi unjuk rasa para petani sawit di PT Agro Lestari Mandiri (ALM) kembali memanas pada 4 Juni 2013. Puluhan masyarakat petani sawit mendatangi perusahaan menuntut dana talangan sebesar Rp 600 ribu tiap petani. Unjuk rasa tersebut dilakukan setelah sebelumya, (31/05), dilakukan audensi antara masyarakat dengan management PT. ALM di Hotel Aston Ketapang.

Salah satu anggota Koperasi Kayung Lestari Mandiri (KLM) yang bekerja sama dengan PT. ALM, Muin, kepada Jaya Pos menjelaskan, selama menjadi satgas kebun, dirinya mengetahui ada perjanjian yang pernah disosialisasikan pada awal pembukan kebun PT ALM kepada masya­rakat.

Menurutnya, pihak perusahaan berjanji akan melaksanakan program CSR, “namun selama perusahaan ini berjalan, program CSR tidak pernah dilaksanakan PT ALM”. Masyarakat menilai bahwa  PT ALM telah ingkar janji kepada masyarakat yang terdiri dari lima desa tersebut.

Di lain pihak, juru bicara Koperasi KLM, Abdul Satar menjelaskan, salah satu tuntutan masyarakat kepada PT Kayong Agro Lestari Mandiri adalah pembayaran dana talang dari pihak PT. ALM sebesar Rp 600 ribu tiap satu kepala rumah tangga. “Namun hal ini belum terlaksana dan masih menunggu hasil rapat di Jakarta,” terangnya.

Unjuk rasa yang dilakukan masyarakat tersebut berakhir setelah adanya kesepakatan yang ditandatangani beberapa pihak, di ataranya Koperasi KLM yang diketuai Petrus Asi, Management PT ALM diketuai H Sukirman, Kapolsek Nanga Tayap serta Muspika Kecamatan Nanga Tayap. Notulensi hasil kesepakatan tersebut berisi pengambilan keputusan terhadap tuntutan anggota koperasi ditunda, paling lama sepuluh hari atau sampai dengan tanggal 14 Juni 2013 dan akan dibahas dan difasilitasi Muspika.

Mengenai tuntutan koperasi tentang dana talangan sebesar Rp 600 ribu per KK, dan hal –hal lain seperti CSR dan pemberdayaan koperasi, akan dihadiri oleh management Jakarta minimal setingkat vice president.

Sementara pihak PT. ALM melalui H Sukirman saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan akan berusaha menyelasaikan permasalahan tersebut. Lain lagi dengan Kadarudin, Spd yang merupakan bagian pengurus Koperasi Kayung Agro Lestari Mandiri, mengatakan apabila tuntutan ini tidak terpenuhi, maka pihaknya akan menutup dan menyegel PTALM hingga tuntutan mereka terpenuhi. “Atau silahkan angkat kaki dari desa  ini,” tegasnya. Sementara masyarakat lain berharap agar hal tersebut tidak sampai terjadi. Tim


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerDinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (4679)Proyek KA di Sulsel Membawa Petaka, Danyon Zipur Jadi Tersangka (2991)Komentari Kasus e-KTP, Andar: Abraham Samad Itu 'Omdo' (1659)Pandangan Umum Fraksi PDIP, PAN, dan RNB Terhadap Nota Keuangan dan Raperda APBD Kota Depok TA 2018 (1085)Sutadi SH dan Oknum Polres Ketapang Diduga Bobol Rumah Walet Milik Akim (663)PT IIGF Adakan Baksos di Desa Telajung (605)PT Jembatan Nusantara Melakukan Pembohongan Terhadap Pelamar Pekerjaan (468)Proyek Jalan Siduk-Ketapang Rp 27 M Diduga Bermasalah (337)Diabetes, Ancaman Yang Harus Diwaspadai (297)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (289)
Bedah JayaposAPBDes Katimoho Terindikasi DikorupsiGresik, Jaya Pos APBDes Desa Katimoho Kecamatan Kedamean Kabupaten Gresik Jawa Timur jadi sorotan. Pasalnya ...


Bendungan Karalloe Senilai 518 M Tidak Selesai PPK dan Kontraktor Enggan KomentarTangani Sengketa Tanah Damang Tewah Turun LapanganPT EBB Supply Puluhan Ribu Ton Solar Perhari ke Penambang di Sei KahayanRehab Sekolah Di Pandeglang Diduga Rawan PenyimpanganBPN Maros Akan Panggil Pemilik Sertifikat Ganda Pada Lahan Proyek Mamminasata Pekerjaan Jalan Pasirkadu-Perdana Dikeluhkan WargaPT. MAJI Diduga Serobot Lahan Kelompok Tani Karya Mandiri
Laporan KhususDinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Depok Gelar Workshop B2SADepok, Jaya Pos Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Depok mengelar acara Workshop penyusunan ...


Memperkenalkan Lebih Dini Budaya Batak Pada Anak-Anak Melalui Natal STM SarohaWaiting List Keberangkatan Jamaah Haji Kabupaten Ciamis Sudah Mencapai 2030Menggali Monumen Quo Lijn, Tim Pusat Sejarah Kepolisian Melakukan PenelitianSiapkan Aparatur Transportasi Handal, Padang Panjang Teken MoU dengan STTDPemkab Mukomuko Memperingati Maulid Nabi Mudammad SAW 1439 H/2017 MImbau Pemkab/Pemkot Ingatkan Masyarakat Lakukan Pencegahan KebakaranPengembangan Pemasaran Melalui Online