Senin, 10 Juni 2013 - 05:23:26 WIB
PT. ALM (Sinar Mas Group) Ketapang Didemo Kategori: Kalimantan Barat - Dibaca: 2777 kali

Baca Juga:Rokok Ilegal Marak Beredar di Makasar, Copot Kepala Bea Cukai MakassarWarga Perumahan GDC Demo Bank BIIAsep Saepudin Keluhkan Ambruknya Benteng Desa NeglasariPembangunan Jembatan Kali Gunting Kembali Gelontorkan Rp 7,5 M

Ketapang, Jaya Pos

PT. Agro Lestari Mandiri (Sinar Mas Group), sebuah perusahaan industri perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat, kerap bermasalah dengan masyarakat.

Dari data historis Jaya Pos tentang perusahaan tersebut, beberapa kurun waktu terakhir telah terjadi beberapa kali unjuk rasa, baik oleh karyawan terkait tuntutan THR, maupun oleh masyarakat petani sawit terkait tidak layaknya kebun plasma yang dinilai belum layak untuk dikonversi serta permasalahan program CSR yang belum terlaksana.

Aksi unjuk rasa para petani sawit di PT Agro Lestari Mandiri (ALM) kembali memanas pada 4 Juni 2013. Puluhan masyarakat petani sawit mendatangi perusahaan menuntut dana talangan sebesar Rp 600 ribu tiap petani. Unjuk rasa tersebut dilakukan setelah sebelumya, (31/05), dilakukan audensi antara masyarakat dengan management PT. ALM di Hotel Aston Ketapang.

Salah satu anggota Koperasi Kayung Lestari Mandiri (KLM) yang bekerja sama dengan PT. ALM, Muin, kepada Jaya Pos menjelaskan, selama menjadi satgas kebun, dirinya mengetahui ada perjanjian yang pernah disosialisasikan pada awal pembukan kebun PT ALM kepada masya­rakat.

Menurutnya, pihak perusahaan berjanji akan melaksanakan program CSR, “namun selama perusahaan ini berjalan, program CSR tidak pernah dilaksanakan PT ALM”. Masyarakat menilai bahwa  PT ALM telah ingkar janji kepada masyarakat yang terdiri dari lima desa tersebut.

Di lain pihak, juru bicara Koperasi KLM, Abdul Satar menjelaskan, salah satu tuntutan masyarakat kepada PT Kayong Agro Lestari Mandiri adalah pembayaran dana talang dari pihak PT. ALM sebesar Rp 600 ribu tiap satu kepala rumah tangga. “Namun hal ini belum terlaksana dan masih menunggu hasil rapat di Jakarta,” terangnya.

Unjuk rasa yang dilakukan masyarakat tersebut berakhir setelah adanya kesepakatan yang ditandatangani beberapa pihak, di ataranya Koperasi KLM yang diketuai Petrus Asi, Management PT ALM diketuai H Sukirman, Kapolsek Nanga Tayap serta Muspika Kecamatan Nanga Tayap. Notulensi hasil kesepakatan tersebut berisi pengambilan keputusan terhadap tuntutan anggota koperasi ditunda, paling lama sepuluh hari atau sampai dengan tanggal 14 Juni 2013 dan akan dibahas dan difasilitasi Muspika.

Mengenai tuntutan koperasi tentang dana talangan sebesar Rp 600 ribu per KK, dan hal –hal lain seperti CSR dan pemberdayaan koperasi, akan dihadiri oleh management Jakarta minimal setingkat vice president.

Sementara pihak PT. ALM melalui H Sukirman saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan akan berusaha menyelasaikan permasalahan tersebut. Lain lagi dengan Kadarudin, Spd yang merupakan bagian pengurus Koperasi Kayung Agro Lestari Mandiri, mengatakan apabila tuntutan ini tidak terpenuhi, maka pihaknya akan menutup dan menyegel PTALM hingga tuntutan mereka terpenuhi. “Atau silahkan angkat kaki dari desa  ini,” tegasnya. Sementara masyarakat lain berharap agar hal tersebut tidak sampai terjadi. Tim


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerMembongkar Proyek Permai Grup (Bag 1), PT AJ Dapat Jatah Rp 35 M di Kementerian Perhubungan (116534)Komisi IX DPR RI dan Menteri Kesehatan Agar Meninjau Kembali Pembangunan Rumah Sakit Internasional (87970)Diduga Peras Pengusaha Toko Material dan Toko Emas, PPATK Diminta Audit Harta Pejabat KPP Pratama Ko (42712)PP Amanatul Ummah Tidak Penuhi Janjinya Pada Wali Murid (25697)Tanah Milik H.Amiruddin Pase Jadi Ajang Kejahatan Koneksitas Hakim Dan Penyidik Kepolisian (24654)Ibunda Ajeng Mamamia Dimejahijaukan (21935)SMPN 2 Pasar Kemis Butuh Ruang Kelas Baru (19289)Gurame PJTV Ajang Penyaluran Artis Penyanyi (16641)Sudah Tiga Jenderal Polisi Pembawa Gerbong Terbelit Kasus (14533)Dilaporkan Ke KPK, Pejabat DKI Korupsi Tanah Rp 49 Miliar (12357)
Bedah JayaposTerkait Kasus Gas Elpigi 3 KG, Andar Minta Megawati Batalkan Rapidin Cabup SamosirSamosir, Jaya Pos Dugaan kasus bisnis ilegal gas 3 kg yang melibatkan Rapidin Simbolon, Wakil Bupati Samosir ...


Polres Bogor Selidiki Dugaan Korupsi Lelang Megaproyek GOR PakansariBank BNP Digugat, Tabungan Nasabah Raib Rp 2,3 MPenyebab Anggota Dewan Segel Kantor DPRD OKUProyek Bandara Rahadi Oesman Ketapang TA 2014 Senilai Rp 19 Miliar Diduga DikorupsiPengadaan Mamin Diduga Fiktif di Dinsos Provinsi JatimDana Pemeliharaan Pamsimas Diduga Ditilep Oknum DesaLanggar PP Nomor 109 Tahun 2012, Perusahaan Rokok Pasang Baliho Tanpa Pesan 'Merokok Membunuhmu'
Laporan KhususBayi Hasil Hubungan Gelap Dibuang di WC Sekitar Kabah ( Nestapa Pahlawan Devisa di Negeri Orang Bgn Oleh : Alexander Sibarani (Wartawan Harian Jaya Pos) Atas pengakuan Ira pula, diketahui selain penganiayaan, ...


KPUD Musi Rawas Lantik 597 Anggota PPSJelang Pilkada, PPK Se-Kabupaten Musi Rawas dilantikDPD KNPI Lamteng Gelar Audiensi Dengan DPRD KabupatenAku Pulang Membawa Anak Haram (Nestapa Pahlawan Devisa di Negeri Orang Bgn 5)Tanam Pohon, Lingkungan Asri Kerja NyamanBupati Padang Pariaman Diusulkan Dapat Satya Lencana Pembangunan Koperasi dan UMKMAku Kabur Menghindari Nafsu Setan Majikanku (Nestapa Pahlawan Devisa Dinegeri Orang Bgn 4)