Senin, 10 Juni 2013 - 05:23:26 WIB
PT. ALM (Sinar Mas Group) Ketapang Didemo Kategori: Kalimantan Barat - Dibaca: 4516 kali

Baca Juga:Rokok Ilegal Marak Beredar di Makasar, Copot Kepala Bea Cukai MakassarWarga Perumahan GDC Demo Bank BIIAsep Saepudin Keluhkan Ambruknya Benteng Desa NeglasariPembangunan Jembatan Kali Gunting Kembali Gelontorkan Rp 7,5 M

Ketapang, Jaya Pos

PT. Agro Lestari Mandiri (Sinar Mas Group), sebuah perusahaan industri perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat, kerap bermasalah dengan masyarakat.

Dari data historis Jaya Pos tentang perusahaan tersebut, beberapa kurun waktu terakhir telah terjadi beberapa kali unjuk rasa, baik oleh karyawan terkait tuntutan THR, maupun oleh masyarakat petani sawit terkait tidak layaknya kebun plasma yang dinilai belum layak untuk dikonversi serta permasalahan program CSR yang belum terlaksana.

Aksi unjuk rasa para petani sawit di PT Agro Lestari Mandiri (ALM) kembali memanas pada 4 Juni 2013. Puluhan masyarakat petani sawit mendatangi perusahaan menuntut dana talangan sebesar Rp 600 ribu tiap petani. Unjuk rasa tersebut dilakukan setelah sebelumya, (31/05), dilakukan audensi antara masyarakat dengan management PT. ALM di Hotel Aston Ketapang.

Salah satu anggota Koperasi Kayung Lestari Mandiri (KLM) yang bekerja sama dengan PT. ALM, Muin, kepada Jaya Pos menjelaskan, selama menjadi satgas kebun, dirinya mengetahui ada perjanjian yang pernah disosialisasikan pada awal pembukan kebun PT ALM kepada masya­rakat.

Menurutnya, pihak perusahaan berjanji akan melaksanakan program CSR, “namun selama perusahaan ini berjalan, program CSR tidak pernah dilaksanakan PT ALM”. Masyarakat menilai bahwa  PT ALM telah ingkar janji kepada masyarakat yang terdiri dari lima desa tersebut.

Di lain pihak, juru bicara Koperasi KLM, Abdul Satar menjelaskan, salah satu tuntutan masyarakat kepada PT Kayong Agro Lestari Mandiri adalah pembayaran dana talang dari pihak PT. ALM sebesar Rp 600 ribu tiap satu kepala rumah tangga. “Namun hal ini belum terlaksana dan masih menunggu hasil rapat di Jakarta,” terangnya.

Unjuk rasa yang dilakukan masyarakat tersebut berakhir setelah adanya kesepakatan yang ditandatangani beberapa pihak, di ataranya Koperasi KLM yang diketuai Petrus Asi, Management PT ALM diketuai H Sukirman, Kapolsek Nanga Tayap serta Muspika Kecamatan Nanga Tayap. Notulensi hasil kesepakatan tersebut berisi pengambilan keputusan terhadap tuntutan anggota koperasi ditunda, paling lama sepuluh hari atau sampai dengan tanggal 14 Juni 2013 dan akan dibahas dan difasilitasi Muspika.

Mengenai tuntutan koperasi tentang dana talangan sebesar Rp 600 ribu per KK, dan hal –hal lain seperti CSR dan pemberdayaan koperasi, akan dihadiri oleh management Jakarta minimal setingkat vice president.

Sementara pihak PT. ALM melalui H Sukirman saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan akan berusaha menyelasaikan permasalahan tersebut. Lain lagi dengan Kadarudin, Spd yang merupakan bagian pengurus Koperasi Kayung Agro Lestari Mandiri, mengatakan apabila tuntutan ini tidak terpenuhi, maka pihaknya akan menutup dan menyegel PTALM hingga tuntutan mereka terpenuhi. “Atau silahkan angkat kaki dari desa  ini,” tegasnya. Sementara masyarakat lain berharap agar hal tersebut tidak sampai terjadi. Tim


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerMembongkar Proyek Permai Grup (Bag 1), PT AJ Dapat Jatah Rp 35 M di Kementerian Perhubungan (119808)Komisi IX DPR RI dan Menteri Kesehatan Agar Meninjau Kembali Pembangunan Rumah Sakit Internasional (89867)Diduga Peras Pengusaha Toko Material dan Toko Emas, PPATK Diminta Audit Harta Pejabat KPP Pratama Ko (44964)SMPN 2 Pasar Kemis Butuh Ruang Kelas Baru (41709)PP Amanatul Ummah Tidak Penuhi Janjinya Pada Wali Murid (40242)Bayi Hasil Hubungan Gelap Dibuang di WC Sekitar Kabah ( Nestapa Pahlawan Devisa di Negeri Orang Bgn (36029)Tanah Milik H.Amiruddin Pase Jadi Ajang Kejahatan Koneksitas Hakim Dan Penyidik Kepolisian (34414)Perusahaan Martua Sitorus Ngemplang Pajak Rp 7,2 Triliun? (30832)Ibunda Ajeng Mamamia Dimejahijaukan (29773)Gurame PJTV Ajang Penyaluran Artis Penyanyi (22120)
Bedah JayaposMahasiswa Kresai dan Aliansi Pemuda Bantaeng Pertanyakan Kasus Korupsi di Butta ToaBantaeng, Jaya Pos Kasus dugaan korupsi yang terjadi di Kabupaten Bantaeng melibatkan nama-nama yang diduga ...


Oknum PNS Diduga Jadi Mafia ProyekPKL Bringinbendo Enggan Bongkar Lapak, Tuding Perintah Bongkar Bertendensi Bisnis (Bag 2)Sekdakab Bogor: Laporkan Proyek JanggalPekerjaan Jalan Beton PISEW Hancur Sebelum Kontrak BerakhirPembangunan Gedung Perindag Kab Sidoarjo Menyimpang, Dinas Tutup Mata (Bag 2)Pekerjaan Peningkatan Jalan Curug-Rawakalong Disorot WargaProyek IPLT Milliaran Rupiah Disinyalir Kurang Berkualitas
Laporan KhususPemkab Bogor Terapkan Sistem Online Dalam Pelaksanaan Tatakelola PemerintahanCibinong, Jaya Pos Memperoleh amanah menjadi Bupati Bogor, dengan luas wilayah 298.838,3 hektar dan ...


Kegiatan Pengelolaan dan Konservasi Waduk, Embung, Situ Serta Bangunan Penampung Air Lainnya TA 2016Pembangunan Jembatan Bolang Terus DikebutMenanti Perubahan Melalui Musorkab III KONI NatunaHUT PGRI, Guru Minta Pemerataan Tunjangan di Daerah 3T Natuna Dilirik Investor SingapuraWabup Natuna: Koperasi Perbatasan Harus DitingkatkanAkhir Pekan, Wabup Natuna Tinjau Proyek