Selasa, 18 Juni 2013 - 06:28:42 WIB
Terkait Dugaan Pelanggaran Phoenix, Kinerja Dinsosnaker Pasuruan DipertanyakanKategori: Jawa Timur - Dibaca: 366 kali

Baca Juga:Copot Kapolres Siantar, Bandar Judi Besar DipeliharaUPK Sukadana Bagikan 180 Paket Sembako GratisPembangunan Kantor Desa Sukajadi Cisayong TerwujudBuntut Kasus Dermaga Sunggak, Kejari Sita Barang Dishub dan LS Terancam Dikerangkeng

Pasuruan, Jaya Pos

Maraknya pelanggaran ketenagakerjaan di Pasuruan membuat beberapa kalangan mempertanyakan kinerja Dinsosnaker Pasuruan. Padahal, institusi itu seharusnya melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap perusahaan-perusahaan yang melakukan pelanggaran dan segera menindaknya.

Seperti masalah di pabrik Phoenix di Prigen Pasuruan yang semestinya menjadi perhatian dari Dinsosnaker, karena pabrik yang sudah puluhan tahun berdiri ini diduga melakukan beberapa pelanggaran yang memberatkan nasib karyawan.

Dugaan pelanggaran itu antara lain, melanggar Permendagri No. 37/M-DAG/PER/2007, karena tidak memasang papan nama perusahaan seperti yang diatur dalam pasal 9 dan 10. Lalu melanggar UU No. 14 tahun 2004, karena sebagian besar karyawan/ karyawati tidak diikutkan dalam program jamsostek.

Kemudian melanggar UU No 13 tahun 2003, karena besaran upah yang dibayarkan tidak sesuai dengan besaran upah yang telah ditetapkan oleh Gubernur Jatim No 72 tahun 2012. Perusahaan diduga melakukan penyuapan pada oknum petugas pengawasan dari Disnaker.

Sehubungan dengan itu, Kadinsosnaker Pasuruan, hingga berita ini diturunkan belum bisa dikonfirmasi. Sementara Kabid Pengawasan, Wicaksono, hanya berjanji akan melakukan penyelidikan, tanpa mau memberikan penjelasan lebih lanjut.

Sedangkan masalah perijinan Phoenix sendiri juga diduga bermasalah. Untuk memastikan hal itu, Dinas Perijinan terkesan tidak mau memberikan penjelasan, bahkan wartawan dipimpong untuk mencari informasi tentang hal tersbeut.

Menurut Kepala Desa Gambiran, pihak Phoenix diakuinya pintar bermasyarakat. Namun ia setuju dilakukan sidak atau monitoring oleh pihak terkait guna memastikan kejelasan UMK perijinan perusahaan tersebut.

Ketika ditanya masalah pengeboran sumur artesis yang dilakukan di Phoenix, ia mengaku hal itu dilakukan untuk penelitian saja. Padahal, dua titik sumur artesis yang sudah dikerjakan beberapa minggu dan sudah mencapai kedalaman yang diperkirakan.

Tetapi, beberapa warga sekitar yang tidak mau menyebut namanya, mengaku tidak setuju dengan keberadaan sumur air tersebut karena takut mengganggu sumber mata air yang ada. “Apa lagi di Prigen ini banyak sekali pengeboran sumur air dalam tanpa permisi ke warga. Warga sini cuma bisa mengeluh karena itu punya orang kaya dan perugas. Jika ditanya, bilang sudah berijin, gitu saja mas. Dan itu kebanyakan diduga tidak berijin,” terang warga itu. Sup/Hen


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerWalikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (66665)Proyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (60962)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (52723)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (18440)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (16291)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (15555)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (15270)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (14961)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (14722)Diduga Mabuk, Tarian Gemulai Siswi SMAN 1 Mojosari Mojokerto Viral (10936)
Bedah JayaposDiduga Gunakan Dana Desa FiktifMaros, Jaya Pos Wakil Ketua DPD Garda Nusantara Provinsi Sulawesi Selatan, Iswadhy Arifin mengatakan ada ...


Diduga Honor Pencegahan Karhutla Tahun 2019 di Ketapang DisunatKejati Babel Usut Dugaan Penyimpangan Pembelian Biji TimahProyek Jl Pelang-Batu Tajam Ketapang Rp 56,4 M Terindikasi Gagal MutuKejari Kabupaten Bandung Setor Uang Pengganti Perkara Tipikor ke Kas NegaraDiduga Lakukan Pungli, Kepala Desa Dan Panitia PTSL Dilaporkan Ke Kejari PandeglangDiduga Belum Kantongi IMB, Pembangunan Tower Pemancar Dari Ratelindo Berjalan MulusPetugas Tahanan Kejari Kabupaten Bandung Amankan Pembesuk Bawa Sabu
Laporan KhususDesa Sukamulya Maju Dan Berkembang Pesat Berkat Kepemimpinan H. NawawiTangerang, Jaya Pos Bergulir semangat reformasi dan demokrasi serta menyikapi segala permasalahan yang ada, ...


Ormas LACAK Mengajak Masyarakat Mengawal Terus Anggaran Negara Dalam Pemberantasan KorupsiKerajinan Ijuk Panumbangan Tembus Pasar Tanah AirKesakralan Gunung Pusuk Buhit Perlu DipertahankanDPRD Muba Tanggapi Audiensi Baznas MubaSiap Tanggap Bencana, Kodim 0711 Pemalang Menamam Rumput VertiverPemkab Gumas Gelar Forum Konsultasi Publik Penyempurnaan Rancangan RKPD 2021Kabid Humas Polda Sulsel Silaturrahmi Dengan Wartawan Maros