Kamis, 20 Juni 2013 - 08:39:07 WIB
PP Amanatul Ummah Tidak Penuhi Janjinya Pada Wali MuridKategori: Pendidikan - Dibaca: 2739 kali

Baca Juga:Pemeliharaan Jalan Jadi Saksi Bisu Ajang Korupsi BBPJN V JatimKLH Himbau Segera Fungsikan Blower Pembakaran Sampah Medic RSUDPerhutani dan PGN Tanami Hutan Wisata HambalangDiklat Pra-Latsarmil Kader PPM Markas Ranting Setiabudi Digelar

Surabaya, Jaya Pos

Pada era ini telah tumbuh kesadaran di masyarakat tentang pentingnya pendidikan, bahkan bagi masyarakat yang secara ekonomi mampu sampai rela untuk mengeluarkan biaya jutaan rupiah untuk mendapatkan fasilitas dan pendidikan yang exclusive seperti yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Amanatul Ummah di Kecamatan Pacet Mojokerto dan berkantor di Jln Siwalan Kerto Utara  Surabaya.

Di pondok pesantren ini menyelenggarakan pendidikan untuk program pendidikan MTS, dan ALIYAH yang bertempat di Pacet Mojokerto. Tetapi yang istimewa di  menyelenggarakan program pendidikan yang dinamakan / diberi lebel axelerasi dan exelent artinya program axelerasi ini siswa dapat mempersingkat waktu tempuh pendidikanya untuk tingkat aliyah/ setingkat SLTA dan MTS / setingkat SLTP yang seharusnya 3 tahun dijanjikan dengan bersekolah/ mondok di pondok ini semua itu dapat ditempuh hanya 2 tahun saja, inilah program yang digembar –gemborkan untuk menarik minat peserta didik agar mau dan berminat menjadi siswa di pondok ini.

Perlu diketahui, untuk dapat masuk dan diterima berse­kolah di pondok ini masyarakat haruslah membayar hingga jutaan rupiah dan dikenakan biaya per bulan Rp 1,1 juta untuk MTS dan di atas itu untuk Aliyah ini dikenakan biaya sebesar Rp 1,8  juta per bulan. Untuk pendaftaranya dikenakan biaya Rp 4 juta.

Menurut pengasuh ponpes, biaya tersebut sangatlah murah dibandingkan dengan lembaga pendidikan lain yang menyelenggarakan progam pendidikan axelerasi dan exelen. Padahal, menurut wali murid yang dimintai keterangan oleh wartawan Jaya Pos biaya segitu sangatlah mahal dikerenakan tidak sesuai dengan janji yang diberikan kepada wali murid yaitu lulus dalam 2 tahun.

Kepada Wartawan Jaya Pos, pengurus PP Amanatul Ummah mengatakan bahwa terjadinya perubahan kelulusan dari 2 tahun menjadi 3 tahun dikarenakan ada perubahan Per­men No 3 tahun 2013 tentang Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) yang meningkatkan kualitas IQ seorang siswa haruslah mencapai 130.dan lulus ujian pshichologi.

Sementara wali murid yang menceritaklan kepada Jaya Pos tentang pengingkaran janji oleh PP Amanatul Ummah ini sangatlah merugikan wali murid dan jelas sangat merugikan pihak siswa dan wali murid karena menurtnya sejak awal dia menyekolahkan anaknya di sini demi untuk mempercepat waktu tempuh pendidikanya  dan bila sama –sama butuh waktu 3 tahun tidaklah perlu dia menyekolahkan anaknya di PP ini apalagi harus mengeluarkan sampai jutaan rupiah dalam setiap bulanya.

DR KH Asep Syaifullah, pengasuh PP mengatakan, lembaganya terpaksa tidak bias memenuhi janjinya karena ada regulasi baru terkait dengan program pendidikan yang dijalankanya ini juga terjadi di seluruh Indonesia. Di Jawa Timur ada beberapa sekolah yang menjalankan program axelerasi ini antara lain di SMA 1 Surabaya dan SMA 1 Sidoarjo.

Menurut Ustad Zakaria, seharusnya pemerintah menunggu tahun ajaran baru untuk mengeluarkan regulasi baru yang berimplikasi pada peserta didik dan diberlakukan bagi peserta didik baru. Drs Zainal Abidin ST


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerKejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (50355)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (13446)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (12779)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (8004)Mandi Seperti Manusia Petugas Yakin Bonita Adalah Harimau 'Jadi-Jadian' (5326)Tujuh Komoditas Unggulan Dinas Perkebunan Propinsi Jawa Timur (4817)Dua Siswa Kelas 3 SMKN Tutur Dikeluarkan, Disuruh Buat Pernyataan Pengunduran Diri (3942)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (3739)PT IIGF Adakan Baksos di Desa Telajung (3615)Pengusaha Ayam Goreng Karawaci Rugi Rp 28 Juta (3527)
Bedah JayaposPerusakan Pagar Beton Diperintah Oleh TerdakwaTangerang, JAYAPOS - Sungguh berani, walaupun usia tua tapi semangat tetap muda. Kalau pada ...


Penggunaan Anggaran Pendidikan PAUD Mantan Pjs Mekar Jaya Diduga Tidak TransparanPungli di CV BB Travel Catut Nama Polres Penyidik Dilapor Ke Propam Polda KaltengPedestrian Merr-Kalidami Senilai Rp 3 Milyar Terkesan Asal JadiGalian C Desa Treman Kabupaten Minut Diduga Tidak Mengantongi IzinProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung JawabKinerja PPDP KPU Way Kanan DipertanyakanSatpol PP Kota Tanjungbalai Tertibkan PKL Berdagang di Trotoar
Laporan KhususSrikandi Pasegeran Multi Peran di TMMDBanjarnegara, JAYAPOS - Suparti (45) petani dari Dusun Kroya Rt 02 Rw 03 Desa Pasegeran Kecamatan ...


Sembako Malam Disalurkan Kepada Warga Sasaran TMMD BanjarnegaraPeringatan Harganas XXV Tahun 2018, Bupati Irdinansyah Peroleh Tanda Kehormatan Manggala Karya KencaSuport Ibu-ibu Karanggondang Luar Biasa "Tak Ragu Langsir Material"Pemprov Jambi Dukung Pelestarian Olahraga Tradisional dan Liga SantriBerkah TMMD Bagi Pedagang TernakPembangunan Drainase di Lokasi TMMD Reg 102 DikebutRehab RTLH di Lokasi TMMD Reg 102 Pasegeran