Senin, 15 Juli 2013 - 08:10:07 WIB
PPK Tidak Becus, 3 Proyek Bernilai Rp 19 M Gagal Konstruksi di BBWS Bengawan SoloKategori: Jawa Timur - Dibaca: 1519 kali

Baca Juga:PT SJM Ketapang Diduga Balak Hutan LindungSpeksi yang Diurus Oknum di Dinas Perhubungan Kota Medan Diduga PalsuPedagang Keluhkan Kondisi PasarHakim Purwanto Diduga Terima Suap

Surabaya, Jaya Pos

Menindaklanjuti pemberitaan Jaya Pos pada edisi sebelumnya, tentang gagalnya konstruksi pada 3 proyek yang menjadi tanggung jawab Kepala Balai BBWS Bengawan Solo.

Orang pertama yang disebut bertanggung jawab atas gagalnya proyek ini adalah Kepala Balai, selanjutnya adalah  pimpinan Satker Ir Agus Rudyanto M Tech dengan nama satuan kerja  SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air, berikut PPK Sarana Konservasi SDA 1, Ir Joko Inti MT.

Ketiga paket proyek yang ada dibawah pengawasan PPK Joko Inti MT yang gagal kontruksi ini disinyalir telah merugikan keuangan negara hingga miliaran rupiah. Akibat ketidakbecusan PPK inilah maka ke 3 orang tersebut harus bertanggung jawab atas kegagalan kontruksi yang terjadi pada paket proyek rehabilitasi chek dam Sambung Rejo Kab Bojonegoro, rehabilitasi chek dam Mlati Jetis dan Brungkah di Kab Pacitan dan rehabilitasi waduk German dan Balongganggang di Kab Lamongan.

Terbitan sebelumnya telah diuraikan bagaimana kecurangan kontraktor yang berko­laborasi dengan PPK Joko Inti dalam merampok uang negara melalui paket proyek yang ada dalam kekuasaanya.

Selanjutnya, gagalnya kontruksi pada proyek chek dam Mlati Jetis dan Brungkah Kab Pacitan Jawa Timur dengna nilai proyek sekitar Rp 5 miliar nasibnya tidak jauh berbeda dengan yang terjadi di Sambungrejo Bojonegoro.

Pada proyek rehabilitasi chekdam Mlati Jetis dan Brungkah di Kabupaten Pacitan, kecurangan yang dilakukan oleh kontraktor yang didukung sepenuhnya oleh PPK Joko Inti terletak pada galian pondasi, pasangan beton pondasi, lantai kerja yang ditiadakan dan yang paling parah adalah pengurangan mutu beton dan besi beton, juga volume beton.

Anggaran yang dikucurkan oleh negara diambil dari uang rakyat  disalurkan pada proyek rehabilitasi chek dam Mlati Jetis, dan Brungkah  Kabupaten Pacitan dibagi menjadi tiga lokasi proyek, yaitu chek dam Mlati (terparah) dimana proyek telah hancur dan sayap chek dam telah miring dan bahkan roboh. Pada proyek ini, hampir tidak nampak bahwa proyeknya baru meski selesai dikerjakan pada tahun anggaran 2012.

Sedang proyek chek dam Jetis dengan cor beton untuk menahan jatuhnya air juga telah larut tergerus oleh air. Ini artinya secara logika pada kontruksi telah terjadi pengurangan mutu beton dan ketebalan beton cor sehingga berakibat tidak kuatnya beton menahan air  yang menyebabkan besi yang dipasang sebagai penguat dan pengikat beton cor kelihatan.

Dari besi beton yang tampak ‘telanjang’ itu, diketahui ternyata menggunakan besi banci. Jelas ini tidak sesuai dengan spek konstruki yang diharuskan. Sehingga ada dugaan, antara Kepala Balai, Kepala Satker dan PPK dan kontraktro ada konspirasi karena pada kenyataanya kontraktor telah dibayar lunas.

Menurut Sekjen LPD, apa yang terjadi pada proyek ini adalah akibat dari PPK yang tidak mengerti tentang kontruksi dan tidak mengerti tentang pedoman baku mutu pekerjaan seperti yang tertuang dalam Kepmen 362/KPTS/M/2004.

Yang lebih memprihatinkan lagi, baik Kepala Balai, Ka Satker dan PPK telah melakukan pembangkangan kepada Menteri PU melalui  Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No 323 /PRT/M/2005 yang mengatur tatacara penanganan masukan dari masyarakat di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum, dengan mengabaikan surat dari LSM dan media, berarti PPK telah mengabaikan peraturan menteri  ini.Zein


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerMembongkar Proyek Permai Grup (Bag 1), PT AJ Dapat Jatah Rp 35 M di Kementerian Perhubungan (120993)Komisi IX DPR RI dan Menteri Kesehatan Agar Meninjau Kembali Pembangunan Rumah Sakit Internasional (90620)Bayi Hasil Hubungan Gelap Dibuang di WC Sekitar Kabah ( Nestapa Pahlawan Devisa di Negeri Orang Bgn (53385)SMPN 2 Pasar Kemis Butuh Ruang Kelas Baru (47780)Diduga Peras Pengusaha Toko Material dan Toko Emas, PPATK Diminta Audit Harta Pejabat KPP Pratama Ko (45537)PP Amanatul Ummah Tidak Penuhi Janjinya Pada Wali Murid (44345)Tanah Milik H.Amiruddin Pase Jadi Ajang Kejahatan Koneksitas Hakim Dan Penyidik Kepolisian (37179)Perusahaan Martua Sitorus Ngemplang Pajak Rp 7,2 Triliun? (32249)Ibunda Ajeng Mamamia Dimejahijaukan (31158)Sudah Tiga Jenderal Polisi Pembawa Gerbong Terbelit Kasus (23330)
Bedah JayaposPT Makmur Sehati Diduga Serobot Tanah Negara Pemkab Pasuruan Harus Segera BertindakPasuruan, Jaya Pos Perusahaan yang semakin berkembang di Kabupaten Pasuruan sangat disambut baik oleh ...


Kejari Sungai Liat Bidik Proyek PembangunanMasyarakat Berharap Kapoldasu Tindak Judi Samkwan dan JagungGudang Pemalsuan Beras Sambirejo Digerebek Polres TrenggalekAda Paket Pekerjaan Siluman di DKP Provinsi JatimMenjelang Pilkada, Bupati Pasuruan Digoyang Isu Proyek SPAM UmbulanAparat Penegak Hukum Kalbar Mandul, Kasus UPJJ Dinas PU DibiarkanMenyelisik Korupsi di Desa Pagerngumbuk
Laporan KhususBangun Karakter Lewat Jambore PKKNatuna, Jaya Pos Bupati Natuna Drs HA Hamid Rizal MSi, membuka secara resmi kegiatan Jambore Kader PKK Tahun ...


Bupati Bolmong Terima Piagam Penghargaan ParamestiPemkab Ciamis Maksimalkan Penyerapan DBHCHTKarawang Akan Sukseskan Program KementanHalal Bi Halal, Silaturahmi Menjaga Keimanan dan KebersamaanWajib Pajak Diminta Melaporkan Bila Ada SPPT GandaDinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Bogor TA 2017Percepat Pembangunan Akses Ke Banten, Empat Jalan Tol Disiapkan