Senin, 15 Juli 2013 - 08:10:07 WIB
PPK Tidak Becus, 3 Proyek Bernilai Rp 19 M Gagal Konstruksi di BBWS Bengawan SoloKategori: Jawa Timur - Dibaca: 126 kali

Baca Juga:PT SJM Ketapang Diduga Balak Hutan LindungSpeksi yang Diurus Oknum di Dinas Perhubungan Kota Medan Diduga PalsuPedagang Keluhkan Kondisi PasarHakim Purwanto Diduga Terima Suap

Surabaya, Jaya Pos

Menindaklanjuti pemberitaan Jaya Pos pada edisi sebelumnya, tentang gagalnya konstruksi pada 3 proyek yang menjadi tanggung jawab Kepala Balai BBWS Bengawan Solo.

Orang pertama yang disebut bertanggung jawab atas gagalnya proyek ini adalah Kepala Balai, selanjutnya adalah  pimpinan Satker Ir Agus Rudyanto M Tech dengan nama satuan kerja  SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air, berikut PPK Sarana Konservasi SDA 1, Ir Joko Inti MT.

Ketiga paket proyek yang ada dibawah pengawasan PPK Joko Inti MT yang gagal kontruksi ini disinyalir telah merugikan keuangan negara hingga miliaran rupiah. Akibat ketidakbecusan PPK inilah maka ke 3 orang tersebut harus bertanggung jawab atas kegagalan kontruksi yang terjadi pada paket proyek rehabilitasi chek dam Sambung Rejo Kab Bojonegoro, rehabilitasi chek dam Mlati Jetis dan Brungkah di Kab Pacitan dan rehabilitasi waduk German dan Balongganggang di Kab Lamongan.

Terbitan sebelumnya telah diuraikan bagaimana kecurangan kontraktor yang berko­laborasi dengan PPK Joko Inti dalam merampok uang negara melalui paket proyek yang ada dalam kekuasaanya.

Selanjutnya, gagalnya kontruksi pada proyek chek dam Mlati Jetis dan Brungkah Kab Pacitan Jawa Timur dengna nilai proyek sekitar Rp 5 miliar nasibnya tidak jauh berbeda dengan yang terjadi di Sambungrejo Bojonegoro.

Pada proyek rehabilitasi chekdam Mlati Jetis dan Brungkah di Kabupaten Pacitan, kecurangan yang dilakukan oleh kontraktor yang didukung sepenuhnya oleh PPK Joko Inti terletak pada galian pondasi, pasangan beton pondasi, lantai kerja yang ditiadakan dan yang paling parah adalah pengurangan mutu beton dan besi beton, juga volume beton.

Anggaran yang dikucurkan oleh negara diambil dari uang rakyat  disalurkan pada proyek rehabilitasi chek dam Mlati Jetis, dan Brungkah  Kabupaten Pacitan dibagi menjadi tiga lokasi proyek, yaitu chek dam Mlati (terparah) dimana proyek telah hancur dan sayap chek dam telah miring dan bahkan roboh. Pada proyek ini, hampir tidak nampak bahwa proyeknya baru meski selesai dikerjakan pada tahun anggaran 2012.

Sedang proyek chek dam Jetis dengan cor beton untuk menahan jatuhnya air juga telah larut tergerus oleh air. Ini artinya secara logika pada kontruksi telah terjadi pengurangan mutu beton dan ketebalan beton cor sehingga berakibat tidak kuatnya beton menahan air  yang menyebabkan besi yang dipasang sebagai penguat dan pengikat beton cor kelihatan.

Dari besi beton yang tampak ‘telanjang’ itu, diketahui ternyata menggunakan besi banci. Jelas ini tidak sesuai dengan spek konstruki yang diharuskan. Sehingga ada dugaan, antara Kepala Balai, Kepala Satker dan PPK dan kontraktro ada konspirasi karena pada kenyataanya kontraktor telah dibayar lunas.

Menurut Sekjen LPD, apa yang terjadi pada proyek ini adalah akibat dari PPK yang tidak mengerti tentang kontruksi dan tidak mengerti tentang pedoman baku mutu pekerjaan seperti yang tertuang dalam Kepmen 362/KPTS/M/2004.

Yang lebih memprihatinkan lagi, baik Kepala Balai, Ka Satker dan PPK telah melakukan pembangkangan kepada Menteri PU melalui  Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No 323 /PRT/M/2005 yang mengatur tatacara penanganan masukan dari masyarakat di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum, dengan mengabaikan surat dari LSM dan media, berarti PPK telah mengabaikan peraturan menteri  ini.Zein


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerKejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (18861)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (13262)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (12659)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (7800)Mandi Seperti Manusia Petugas Yakin Bonita Adalah Harimau 'Jadi-Jadian' (5165)Dua Siswa Kelas 3 SMKN Tutur Dikeluarkan, Disuruh Buat Pernyataan Pengunduran Diri (3698)PT IIGF Adakan Baksos di Desa Telajung (3505)Proyek KA di Sulsel Membawa Petaka, Danyon Zipur Jadi Tersangka (3335)Tujuh Komoditas Unggulan Dinas Perkebunan Propinsi Jawa Timur (2829)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (2755)
Bedah JayaposKomnas PAN Subang Gugat Sertifikat HGB PT.Central Georgente NusantaraSubang, Jaya Pos Sidang gugatan perbuatan melawan hukum atas terbitnya sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB), ...


6 Bulan Tidak Ditindaklanjuti Kejagung Koleksi Laporan Pengaduan?Poktan Penerima Program Kedelai Keluhkan Kualitas BenihPutusan Merasa Tidak Adil, Penggugat Curahkan Kemarahannya Pada HakimBantuan Keuangan Khusus Senilai Rp 2 M Jadi Ajang Bancakan (Bag 3)Bantuan Keuangan Khusus Senilai Rp 2 Milyar Jadi Ajang Bancakan (bag 2)Sering Dilalui Truk Tanah Milik PT Basuki, Jalan Menuju Kompleks Perkantoran Parbaba Rusak ParahDiduga Gunakan Ijazah Palsu, Kadus Dipecat
Laporan KhususStudy KomparasiAcara Study Komparasi dari DPRD Kabupaten Minaha Utara Provinsi Sulawesi Utara diterima dan dipimpin oleh ...


Kegiatan Ketahanan Pangan NasionalKegiatan Peningkatan Kapasitas TP-PKKPisah Sambut Dandim 0307/Tanah Datar, Sekaligus Penyambutan Komandan Secata B dan Ketua PA PadangpanJelang Ramadhan, Harga Bahan Pokok di Depok Masih Stabil Bupati Labuhanbatu Apresiasi Pelaksanaan Isra Mi'raj Yang Diprakarsai Oleh Kodim 0209/LBBupati Instruksikan Warga Pungut Sampah di Deli SerdangKautsar Sarankan Bangun Monumen Reformasi, Walikota: Lokasinya di Banda Aceh