Senin, 15 Juli 2013 - 08:10:07 WIB
PPK Tidak Becus, 3 Proyek Bernilai Rp 19 M Gagal Konstruksi di BBWS Bengawan SoloKategori: Jawa Timur - Dibaca: 967 kali

Baca Juga:PT SJM Ketapang Diduga Balak Hutan LindungSpeksi yang Diurus Oknum di Dinas Perhubungan Kota Medan Diduga PalsuPedagang Keluhkan Kondisi PasarHakim Purwanto Diduga Terima Suap

Surabaya, Jaya Pos

Menindaklanjuti pemberitaan Jaya Pos pada edisi sebelumnya, tentang gagalnya konstruksi pada 3 proyek yang menjadi tanggung jawab Kepala Balai BBWS Bengawan Solo.

Orang pertama yang disebut bertanggung jawab atas gagalnya proyek ini adalah Kepala Balai, selanjutnya adalah  pimpinan Satker Ir Agus Rudyanto M Tech dengan nama satuan kerja  SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air, berikut PPK Sarana Konservasi SDA 1, Ir Joko Inti MT.

Ketiga paket proyek yang ada dibawah pengawasan PPK Joko Inti MT yang gagal kontruksi ini disinyalir telah merugikan keuangan negara hingga miliaran rupiah. Akibat ketidakbecusan PPK inilah maka ke 3 orang tersebut harus bertanggung jawab atas kegagalan kontruksi yang terjadi pada paket proyek rehabilitasi chek dam Sambung Rejo Kab Bojonegoro, rehabilitasi chek dam Mlati Jetis dan Brungkah di Kab Pacitan dan rehabilitasi waduk German dan Balongganggang di Kab Lamongan.

Terbitan sebelumnya telah diuraikan bagaimana kecurangan kontraktor yang berko­laborasi dengan PPK Joko Inti dalam merampok uang negara melalui paket proyek yang ada dalam kekuasaanya.

Selanjutnya, gagalnya kontruksi pada proyek chek dam Mlati Jetis dan Brungkah Kab Pacitan Jawa Timur dengna nilai proyek sekitar Rp 5 miliar nasibnya tidak jauh berbeda dengan yang terjadi di Sambungrejo Bojonegoro.

Pada proyek rehabilitasi chekdam Mlati Jetis dan Brungkah di Kabupaten Pacitan, kecurangan yang dilakukan oleh kontraktor yang didukung sepenuhnya oleh PPK Joko Inti terletak pada galian pondasi, pasangan beton pondasi, lantai kerja yang ditiadakan dan yang paling parah adalah pengurangan mutu beton dan besi beton, juga volume beton.

Anggaran yang dikucurkan oleh negara diambil dari uang rakyat  disalurkan pada proyek rehabilitasi chek dam Mlati Jetis, dan Brungkah  Kabupaten Pacitan dibagi menjadi tiga lokasi proyek, yaitu chek dam Mlati (terparah) dimana proyek telah hancur dan sayap chek dam telah miring dan bahkan roboh. Pada proyek ini, hampir tidak nampak bahwa proyeknya baru meski selesai dikerjakan pada tahun anggaran 2012.

Sedang proyek chek dam Jetis dengan cor beton untuk menahan jatuhnya air juga telah larut tergerus oleh air. Ini artinya secara logika pada kontruksi telah terjadi pengurangan mutu beton dan ketebalan beton cor sehingga berakibat tidak kuatnya beton menahan air  yang menyebabkan besi yang dipasang sebagai penguat dan pengikat beton cor kelihatan.

Dari besi beton yang tampak ‘telanjang’ itu, diketahui ternyata menggunakan besi banci. Jelas ini tidak sesuai dengan spek konstruki yang diharuskan. Sehingga ada dugaan, antara Kepala Balai, Kepala Satker dan PPK dan kontraktro ada konspirasi karena pada kenyataanya kontraktor telah dibayar lunas.

Menurut Sekjen LPD, apa yang terjadi pada proyek ini adalah akibat dari PPK yang tidak mengerti tentang kontruksi dan tidak mengerti tentang pedoman baku mutu pekerjaan seperti yang tertuang dalam Kepmen 362/KPTS/M/2004.

Yang lebih memprihatinkan lagi, baik Kepala Balai, Ka Satker dan PPK telah melakukan pembangkangan kepada Menteri PU melalui  Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No 323 /PRT/M/2005 yang mengatur tatacara penanganan masukan dari masyarakat di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum, dengan mengabaikan surat dari LSM dan media, berarti PPK telah mengabaikan peraturan menteri  ini.Zein


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerMembongkar Proyek Permai Grup (Bag 1), PT AJ Dapat Jatah Rp 35 M di Kementerian Perhubungan (117706)Komisi IX DPR RI dan Menteri Kesehatan Agar Meninjau Kembali Pembangunan Rumah Sakit Internasional (88801)Diduga Peras Pengusaha Toko Material dan Toko Emas, PPATK Diminta Audit Harta Pejabat KPP Pratama Ko (43788)PP Amanatul Ummah Tidak Penuhi Janjinya Pada Wali Murid (33900)SMPN 2 Pasar Kemis Butuh Ruang Kelas Baru (31700)Tanah Milik H.Amiruddin Pase Jadi Ajang Kejahatan Koneksitas Hakim Dan Penyidik Kepolisian (31439)Bayi Hasil Hubungan Gelap Dibuang di WC Sekitar Kabah ( Nestapa Pahlawan Devisa di Negeri Orang Bgn (29852)Ibunda Ajeng Mamamia Dimejahijaukan (27168)Gurame PJTV Ajang Penyaluran Artis Penyanyi (20636)Sudah Tiga Jenderal Polisi Pembawa Gerbong Terbelit Kasus (17567)
Bedah JayaposMafia Proyek di Disbimarta Kota Bekasi GentayanganKota Bekasi, Jaya Pos Pembangunan di Kota Bekasi nyaris dilaksanakan setengah hati, tidak memperhatikan ...


WALHI Minta Pemda dan Aparat Penegak Hukum Tindak Tegas PT Agro MukoKasus Dugaan Korupsi DAK Disdik Ketapang Rp17 M "Lenyap"Pembangunan Pasar Sukodono Rp 6,5 M Jadi Ajang BancakanProyek PU Bina Marga di Kesemen Nyaris Hancur TotalPemerintah Masih Tutup Mata, 6 Tahun Jembatan Cibarani Ambruk Sampai Saat Ini Belum Ada PerbaikanAktivitas Empat Perusahan PT Semen Tonasa Mendapat Kecaman dan Sorotan TajamDiduga Menggunakan Alamat Palsu PT Shavana Tiaramas Menang Tender Alkes 19,8 M
Laporan KhususKomisi II Sambut Baik Bantuan dari Kementerian Koperasi dan UMKMBanten, Jaya Pos Pimpinan dan Anggota Komisi II DPRD Provinsi Banten melakukan kunjungan kerja ke ...


Puskesmas Melawi Dapat Mobil AmbulanceGedung UGD Puskesmas Pemuar Rusak ParahPeran dan Fungsi DPRD DimaksimalkanKomisi II Kunjungi Kantor PD Pasar JayaRapat Paripurna DPRD Kabupaten Musi Rawas Berlangsung SuksesGernas Kakao dan Sambung Pucuk Program Unggulan Dinas Perkebunan SulselPj Bupati OI Resmikan Jembatan Gantung di Desa Embacang