Senin, 15 Juli 2013 - 08:39:00 WIB
Pemerintah Kota Keluarkan Surat Edaran, Pengusaha Rumah Karaoke GamangKategori: Depok - Dibaca: 742 kali

Baca Juga:Gading Helmizar, Wartawan dan Ketua FKWMB WafatPPK Tidak Becus, 3 Proyek Bernilai Rp 19 M Gagal Konstruksi di BBWS Bengawan SoloPT SJM Ketapang Diduga Balak Hutan LindungSpeksi yang Diurus Oknum di Dinas Perhubungan Kota Medan Diduga Palsu

Depok, Jaya Pos

Pemerintah Kota (Pemkot) Depok layangkan Surat Edaran (SE) terkait penutupan tempat hiburan malam, termasuk rumah bernyanyi atau rumah karaoke, selama bulan Ramadan.

Hal itu ditanggapi beragam oleh manajemen rumah karaoke. Namun, mereka enggan mengambil resiko melawan edaran pemerintah. Sekalipun mereka harus bertanggung jawab terhadap nasib karyawannya.

Menurut Manager Venus Depok, Dwi P, ia tidak harus menutup operasi rumah bernyanyi ini selama puasa. Tetapi hanya tutup pada H-2 sebelum puasa, dan h+1 puasa. Dan ditutup kembali pada h-2 lebaran dan h+3 lebaran. “Edaran hanya membahas pembatasan jam operasional saja. Buka setalah magrib dan tutup pukul 00.00 WIB,” katanya.

Dwi mengatakan, Venus akan mematuhi imbauan tersebut. Menurut dia, dengan pembatasan jam operasional saja tentu saja mengurangi pendapatan. “Tapi kita tetap harus mematuhi,” katanya.

Sementara itu, Manajer Inul Vista Depok Maria Magaretha mengaku tak bisa berkomentar apapun. Karena, pihaknya juga tidak bisa melanggar surat edaran tersebut. Padahal, tempat karaoke tersebut juga harus tetap menggaji karyawan. “Saya sudah tak bisa komentar, bagaimana mau komentar, sudah no comment saja,” kata dia.

Dikatakannya, kondisi setiap puasa sama saja. Tempat karaoke selalu diminta untuk tutup selama satu bulan. Dan baru buka setelah hari raya. Hal itu dimaksudkan agar konsentrasi umat muslim tidak terganggu.

Menurut Maria, ini bagian dari konsekuensi yang harus diterima pengelola tempat karaoke. “Surat edaran selalu sama setiap tahun. Karena itu adalah keadaan yang harus diterima para pebisnis hiburan di Depok,” katanya.

Maria terpaksa meliburkan 18 karyawannya selama puasa. Namun, pengelola juga tetap harus membayar tunjangan hari raya (THR). “Ya no commentlah. Kita ikuti saja aturan mainnya,” tegasnya sekali lagi.

Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok, Gandara Budiana mengatakan, seluruh tempat karaoke diminta untuk tutup sementara sesuai dengan surat edaran yang telah dilayangkan Pemerintah Kota Depok. “Itu edaran langsung dari walikota dan sudah disampaikan ke kecamatan dan kelurahan,” katanya.

Gandara mengatakan, surat tersebut sudah dilayangkan ke semua tempat hiburan tanpa terkecuali karaoke walaupun tempat itu hanya untuk hiburan bernyanyi saja. Penutupan harus dilakukan sepanjang puasa namun dimulai tiga hari sebelum puasa dan berakhir tiga hari setelah lebaran.

Aturan itu sudah sesuai dengan Peraturan Daerah Kota Depok Nomor 16 tahun 2-12 tentang Pembinaan dan Pengawasan Ketertiban Umum. Namun dia mengakui ada beberapa tempat karaoke yang tidak mematuhi aturan itu. “Ada dua tempat karaoke yang tetap buka seperti biasa dan tidak mengindahkan surat himbauan,” katanya.

Terpisah, Kepala Keamanan dan Ketertiban Umum Satpol PP Kota Depok Welman Naipospos mengatakan, pihaknya mengerti jika banyak karyawan harus diliburkan karenanya. Namun imbauan itu harus tetap dilakukan karena sudah menjadi instruksi walikota. “Kita sudah mendatangi lokasi yang masih buka tiga hari sebelum puasa dan menghimbau pengusaha agar mematuhi aturan untuk menghormati bulan puasa,” ucapnya. Joko Warihnyo


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerMembongkar Proyek Permai Grup (Bag 1), PT AJ Dapat Jatah Rp 35 M di Kementerian Perhubungan (119361)Komisi IX DPR RI dan Menteri Kesehatan Agar Meninjau Kembali Pembangunan Rumah Sakit Internasional (89549)Diduga Peras Pengusaha Toko Material dan Toko Emas, PPATK Diminta Audit Harta Pejabat KPP Pratama Ko (44686)SMPN 2 Pasar Kemis Butuh Ruang Kelas Baru (40423)PP Amanatul Ummah Tidak Penuhi Janjinya Pada Wali Murid (39085)Bayi Hasil Hubungan Gelap Dibuang di WC Sekitar Kabah ( Nestapa Pahlawan Devisa di Negeri Orang Bgn (35358)Tanah Milik H.Amiruddin Pase Jadi Ajang Kejahatan Koneksitas Hakim Dan Penyidik Kepolisian (34160)Perusahaan Martua Sitorus Ngemplang Pajak Rp 7,2 Triliun? (30189)Ibunda Ajeng Mamamia Dimejahijaukan (29107)Gurame PJTV Ajang Penyaluran Artis Penyanyi (21800)
Bedah JayaposRekanan Mendesak Kepolisian dan Kejaksaan Tindak Oknum DisdikBekasi, Jaya Pos Oknum-oknum pejabat Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi mesti ditindak tegas karena telah ...


Kerusakan di Kawasan Hulu DAS Cimanuk, Akibatkan Banjir BandangBiaya Pembangunan Penyediaan Sarana Air Baku Intake Tirawan Mencapai Rp. 25 MilyarProyek Jalan Baru Lokal Tipe 2 Gagal Kontruksi, PT Diatasa Jaya Mandiri Layak Diblack ListTambang Emas Ilegal Leluasa Beraktifitas, 4 WNA Tiongkok Diringkus Polres SolselPeningkatan Jalan Dengok-BTS Pacitan Terindikasi Dikorupsi (bag 2)Kuasa Pengguna Anggaran Harus Beri Sanksi Tegas Rekanan Yang Asal-AsalanKejaksaan Perlu Turun, Ratusan Juta Dana Kesetaraan Disunat Oknum Disdik ?
Laporan KhususKades Sumber Deras Launching Budi Daya Jamur MerangKayuagung, Jaya Pos Untuk kali pertama Desa Sumber Deras Kecamatan Mesuji Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) ...


APBD Perubahan Kabupaten OKU Tahun 2016 Disetujui DewanWabub Tinjau Penanaman Padi Secara Nasional Dalam Bekerja, Wartawan Harus ProfesionalKumendong Terima Kunjungan DPRD KotamobaguMasyarakat Rumah Bayu Simalungun Gotong Royong Memperbaiki JalanGawai Dayak Se Kabupaten Melawi Dibuka BupatiHamid-Ngesti Komit Tingkatkan Kualitas Pendidikan