Selasa, 27 Agustus 2013 - 06:56:17 WIB
Pembangunan Kios Pasar Raja Maligas Diduga MenyimpangKategori: Sumatera Utara - Dibaca: 548 kali

Baca Juga:PT Berdikari Meubel Nusantara Dinilai Sudah "Bobrok"Kuburan Ricky Korban Pembunuhan Dibongkar PolisiP2B Jakarta Selatan Diharapkan Bekerja SeriusPeran Perawat Sangat Besar Sambut Indonesia Sehat 2015

Simalungun, Jaya Pos

Dinas Koperasi (Diskop) Kabupaten Simalungun melakukan revitalisasi pasar tradisional 2013 di Nagori Raja Maligas. Hal itu terlaksana setelah Diskop mendapatkan bantuan melalui dana bantuan sosial dari Kementrian Koperasi dan UKM senilai Rp 900 juta.

Tujuannya untuk revitalisasi pembangunan pasar tradisional Raja Maligas di Kecamatan Huta Bayu Raja. Namun dalam prosedur pembangunan kios pasar tersebut diduga terjadi penyimpangan secara administrasi dan fisik, di antaranya bahwa pengerjaan proyek ini diduga dikelola oleh koperasi siluman, karena koperasi Jaringan Rakyat Sumatera Utara yang mengerjakan pembangunan kios pasar ini bukanlah koperasi yang beralamat di Raja Maligas Kecamatan Hutabayu, Kabupaten Simalungun. Diduga dalam hal ini ada permainan antara pengurus Koperasi dengan Kepala Dinas Koperasi Simalungun Valentinus Siagian.

Hal ini dikatakan oleh Wakil Sekretaris DPC Koswari Siantar/Simalungun, A.Efendi ketika dikonfirmasi Jaya Pos, Kamis (22/8). Menurutnya, pe­ngerjaan proyek kios ini diduga penuh dengan konspirasi dan korupsi, karena seharusnya yang mengelola pembangunan kios pasar ini harus koperasi yang berdomisili di wilayah Kecamatan Hutabayu Raja dan dikerjakan secara swakelola oleh koperasi setempat.

Ditambahkannya, mengenai fisik bangunannya juga banyak penyimpangan, yakni pengerjaan cornya dilakukan secara manual, lantai nya tidak di cor, hanya memakai batu padas, serta memakai besi dari berbagai ukuran dari ukuran 12 mm, 10 mm. Bahkan kejanggalan yang paling aneh mengenai terhenti nya pengerjaan kios pasar tersebut untuk sementara waktu. “Padahal kucuran dana dari Kementerian Koperasi RI langsung secara tunai ditransfer Rp 900 juta, tapi kenapa pengerjaan nya tersendat,” ujar A.efendi prihatin sembari mengharapkan tindakan dari pihak terkait mengenai hal ini.

Kepala Dinas Koperasi Simalungun, Valentinus Siagian ketika dikonfirmasi Jaya Pos, Kamis (22/8) melalui seluler nya tidak mau memberikan keterangan. Bahkan ketika dihubungi via seluler Valentinus tidak mau mengangkat malah mematikan telepon selulernya.

Warga sangat berharap agar pihak Kejaksaan Negeri Simalungun dan Polres Tipikor Simalungun memeriksa dugaan kasus korupsi pembangunan kios pasar ini. Hrp


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerMembongkar Proyek Permai Grup (Bag 1), PT AJ Dapat Jatah Rp 35 M di Kementerian Perhubungan (116177)Komisi IX DPR RI dan Menteri Kesehatan Agar Meninjau Kembali Pembangunan Rumah Sakit Internasional (87706)Diduga Peras Pengusaha Toko Material dan Toko Emas, PPATK Diminta Audit Harta Pejabat KPP Pratama Ko (40552)PP Amanatul Ummah Tidak Penuhi Janjinya Pada Wali Murid (21877)Tanah Milik H.Amiruddin Pase Jadi Ajang Kejahatan Koneksitas Hakim Dan Penyidik Kepolisian (21553)SMPN 2 Pasar Kemis Butuh Ruang Kelas Baru (15654)Ibunda Ajeng Mamamia Dimejahijaukan (14948)Gurame PJTV Ajang Penyaluran Artis Penyanyi (14306)Sudah Tiga Jenderal Polisi Pembawa Gerbong Terbelit Kasus (13890)Dilaporkan Ke KPK, Pejabat DKI Korupsi Tanah Rp 49 Miliar (12097)
Bedah JayaposDana Pemeliharaan Pamsimas Diduga Ditilep Oknum DesaSubang, Jaya Pos Kesulitan memperoleh air bersih, khususnya air minum hingga kini masih berlangsung ...


Langgar PP Nomor 109 Tahun 2012, Perusahaan Rokok Pasang Baliho Tanpa Pesan 'Merokok Membunuhmu'Usut Dugaan Korupsi Perjalanan Dinas di Bappeda Musi RawasPembangunan Embung Senilai Rp 2 Milyar di Banyuwangi Gagal KonstruksiPT Triomas Diduga Merambah Kawasan Giosfer di SiakDiduga Terjadi Praktek Kongkalingkong, Menhub Batalkan Lelang Proyek Rp 39,3 Milyar di ATKP MakassarPPK ATKP Makassar Memilih Bungkam Soal Proyek Pengerukan Dan Pematangan Lahan Senilai 39,6 M508 Indomaret Disegel, Lahan Atensi Mafia Dinas Hilang
Laporan KhususKemiskinan Memaksaku Menjdi TKW (Bgn 1)Oleh : Alexander Sibarani (Wartawan Harian Jaya Pos) Bekerja jauh di negeri orang dengan harapan terbebas ...


Group Facebooker K2AM Gelar Baksos Panti Jompo BinjaiMaju Calon Bupati 2015-2020, Carlos Melgares Eks Warga Spayol Siap Membangun SamosirBantaeng Buka Program 1 Juta Rumah untuk NelayanSDAP Banten Tingkatkan Ketersediaan Air Baku dan Irigasi Yang LayakDisdik Gagas KKN Berbasis Desa TerpaduPeringatan Hardiknas Meriah di Kabupaten OKUBPMP2T Kabupaten Pelalawan Melayani Dengan Sepenuh Hati