Jumat, 13 September 2013 - 07:26:51 WIB
Kejatisu Diminta Proses Dugaan Korupsi di Dinas Pertanian SumutKategori: Sumatera Utara - Dibaca: 388 kali

Baca Juga:Ketua LA Batanghari, Silaturahmi Dengan SAD BungkuPangdam III/Siliwangi Resmikan Jembatan Gantung di SukahatiPembinaan Ala Kompol Jonner MH Samosir, SIKAngeelina Jolie Pamerkan Tato Baru

Deli Serdang, Jaya Pos

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat LSM Pemantau Penggunaan Keuangan Negara (P2KN), Drs Sinok Sihombing,MBA, meminta Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) tidak mempetieskan kasus dugaan korupsi yang melibatkan Ir M Roem S,Msi, Ka Dinas Pertanian Provinsi Sumut dan mantan UPT BBI Arse Sipirok serta mantan Kadis Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Tapsel Bahruddin Siregar (sekarang menjabat Sekretaris Dinas Pertanian Sumut).

Kejaksaan juga diminta memberikan informasi atas kemajuan kasus yang mereka laporkan tersebut.

Menurut Sinok Sihombing, pihaknya melaporkan kasus dugaan korupsi nomor 00550/DPP-P2K­N/VIII/2013 –tgl; 05 September 20­13 dan diterima Syamsul Bahri dari Ke­jatisu itu menyang­kut ­komitmen LSM P2KN membantu program pemerintah melakukan pengawasan atas pengunaan dan pengelo­laan ke­uangan negara dan berperan dalam mem­basmi setiap orang per orang atau secara koorporasi dari tindakan/perbuatan korupsi, kolusi dan nepotisme yang merugikan keuangan negara.

Dijelaskan Sinok, selama M Roemi menjadi Kadis Pertanian dari tahun 2009 – 2013, disinyalir  memotong anggaran APBN dan APBD Sumatera Utara Pos Dana Perjalanan sebesar 20 %  - 25 %, begitu pula anggaran untuk dana belanja modal dan pendapat yang potongan­nya ­sebesar Rp 10 %- 18%. Dalam hal ini, negera  diduga dirugikan miliaran rupiah mengingat pemotongan ter­sebut dinilainya tidak berda­sar atau tidak mempunyai landasan hukum.
Begitu pula halnya menyang­kut laporan kasus mantan Ka UPT BBI Arse Sipirok serta man­tan Ka­dis Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Tapsel. Menurutnya, keduanya diduga melakukan mark up anggaran belanja modal pengembangan dan perbanyakan benih/bibit holtikultura Rp 498,890 juta TA 2012.

Diterangkannya, berdasarkan hasil monitoring dan fakta lapa­ngan yang mereka lakukan, penjualan benih/bibit holtikultura yang telah diproduk oleh UPT BBI Arse Sipirok dijual ke petani/kelompok tani dengan berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten/Kota. BBI Arse adalah bibit jeruk keprok sejumlah 19 ribu batang dengan harga jual Rp 64 juta. Sedangkan bibit kentang dan cabai tidak ditemukan dan tidak ada penjualan benih itu pada tahun 2012.

“Jadi, pada saat itu, hemat kami proyek pengadaan bibit holtikultura di BBI Arse Sipirok  adalah proyek akal-akalan Kadis Pertanian Sumut dengan Baharuddin Siregar,” kata Sinok sambil menam­bahkan, lebih ironi bahwa telah terjadi penggelembungan harga jual jeruk yang dalam hal ini merugikan negara miliaran rupiah.

Ternyata, lanjut Sinok, tidak sampai disitu saja dugaan korupsi di Dinas Pertanian Sumut yang melibatkan M Roem. Kasus lain yakni banyaknya kegiatan-kegiatan atau pun paket-paket fiktif di Dinas Pertanian Sumatera Utara di antaranya, paket proyek fiktif untuk kegiatan pembangunan sreen house B Unit Kuta Gadung senilai Rp 646 juta, paket kegiatan operasional UPT BBI Hutagadung senilai Rp 275 juta, kegiatan perbannyakan planet kentang GO senilai Rp 283,230 juta, perbanyakan benih kentang GO-GO1 Rp 154,470 juta, perbanyakan benih kentang GO-G3 Rp 376,700 juta, penanaman rotasi Rp 21,960 juta. “Kertugian negara ditaksir mencapai Rp 1.083.700.000,” kata Sinok Sihombing.

Sedangkan untuk dana APBD Pemprovsu TA 2012, lanjut Sinok, di antaranya, pembuatan design penataan ruang persiapan UPT BII Asam Kumbnang senilai Rp 100 juta yang diduga fiktif, dalam hal ini melibatkan Ir Yasniati (Ka UPT Asam Kumbang) dan Ir Dirjan Angkasa (Ka UPT Asam Kum­bang). 

Perkiraan kerugian negara mencapai Rp 335,450 juta. Begitu juga halnya adanya dugaan penyimpangan mark up dan indikasi pekerjaan tumpang tindih pekerjaan pembangunan gudang I dan II di UPT BBI Palawija Tanjung Selamat yang melibatkan Ka UOT BBI Palawija Tanjung selamat dan Direktur CV Yudhi Agung Medan yang diduga merugikan negera sebesar Rp 14.602.836,00.

Menurut hemat Sinok, ada indikasi Kadis Pertanian Sumatera Utara menyusun kekuatan kelompoknya untuk memperkuat upaya korupsi secara koorporasi. “Untuk itu, kami minta pihak Kejatisu segera memproses kasus ini dengan terang benderang hingga dilimpahkan ke meja hijau,” pinta Sinok Sihombing. Anim Aridani Lubis


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerMembongkar Proyek Permai Grup (Bag 1), PT AJ Dapat Jatah Rp 35 M di Kementerian Perhubungan (114127)Komisi IX DPR RI dan Menteri Kesehatan Agar Meninjau Kembali Pembangunan Rumah Sakit Internasional (83353)PP Amanatul Ummah Tidak Penuhi Janjinya Pada Wali Murid (15925)Tanah Milik H.Amiruddin Pase Jadi Ajang Kejahatan Koneksitas Hakim Dan Penyidik Kepolisian (12610)Dilaporkan Ke KPK, Pejabat DKI Korupsi Tanah Rp 49 Miliar (9355)Demo di Jakarta dan Tapteng Desak Tangkap Bonaran Situmeang (9003)Sudah Tiga Jenderal Polisi Pembawa Gerbong Terbelit Kasus (8900)Masyarakat Tapanuli Tengah Demo Didepan Kantor KPK Minta Ketua KPK Tangkap Bonaran Situmeang (8536)SMPN 2 Pasar Kemis Butuh Ruang Kelas Baru (7918)Gurame PJTV Ajang Penyaluran Artis Penyanyi (7424)
Bedah JayaposProyek Abrasi Pantai Tope Jawa dan Cikoang, PPK S&P I Mustafa ST Diminta Tidak Bersembunyi Dari PublMakassar, Jaya Pos Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU), mempunyai perhatian penuh terhadap ...


Perubahan Jenis Tanaman PTPN VII Unit Usaha Bekri IlegalSelamatkan Danau Toba ( I ), Pembabatan Hutan oleh GDS Ancam Keselamatan Pulau SamosirInfrastruktur di Desa Sei Landak Sangat Minim PengawasanBandar Narkoba Dilepas Kinerja Kapolres Sergai DipertanyakanPembangunan jalan Nasional, PT. Inti Indokomp Cs Diduga Kuat Gunakan Material NonstandarPupuk Bersubsidi Menghilang di Pasaran Petani Pantura Subang KelimpunganDiduga Proyek Bermasalah 3 LSM Laporkan ke KPK
Laporan KhususBedah Rumah, Sebuah Program Unggulan Gubernur HBAJambi, Jaya Pos Menghapus kemiskinan adalah cita-cita Gubernur Jambi Hasan Basri Agus (HBA). Hampir setengah ...


20.716 Unit Rumah Telah Dibedah, Bukti Kepedulian HBA Kepada Orang MiskinPembangunan Jembatan Desa Mendapat Apresiasi Dari MasyarakatDr. Tigor Gembira, HKBP Perhatikan Masalah Pendidikan dan KesehatanIbu Petani, Kini Jadi Anggota DPRD Kota Pematang SiantarGelar Lomba Cipta Menu B2SAPSN Menjadi Budaya Hidup Bersih Sepanjang MasaPemkot Mojokerto Gelar Pameran UMKM dan Industri Kreatif Jatim 2014