Jumat, 13 September 2013 - 07:26:51 WIB
Kejatisu Diminta Proses Dugaan Korupsi di Dinas Pertanian SumutKategori: Sumatera Utara - Dibaca: 39 kali

Baca Juga:Ketua LA Batanghari, Silaturahmi Dengan SAD BungkuPangdam III/Siliwangi Resmikan Jembatan Gantung di SukahatiPembinaan Ala Kompol Jonner MH Samosir, SIKAngeelina Jolie Pamerkan Tato Baru

Deli Serdang, Jaya Pos

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat LSM Pemantau Penggunaan Keuangan Negara (P2KN), Drs Sinok Sihombing,MBA, meminta Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) tidak mempetieskan kasus dugaan korupsi yang melibatkan Ir M Roem S,Msi, Ka Dinas Pertanian Provinsi Sumut dan mantan UPT BBI Arse Sipirok serta mantan Kadis Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Tapsel Bahruddin Siregar (sekarang menjabat Sekretaris Dinas Pertanian Sumut).

Kejaksaan juga diminta memberikan informasi atas kemajuan kasus yang mereka laporkan tersebut.

Menurut Sinok Sihombing, pihaknya melaporkan kasus dugaan korupsi nomor 00550/DPP-P2K­N/VIII/2013 –tgl; 05 September 20­13 dan diterima Syamsul Bahri dari Ke­jatisu itu menyang­kut ­komitmen LSM P2KN membantu program pemerintah melakukan pengawasan atas pengunaan dan pengelo­laan ke­uangan negara dan berperan dalam mem­basmi setiap orang per orang atau secara koorporasi dari tindakan/perbuatan korupsi, kolusi dan nepotisme yang merugikan keuangan negara.

Dijelaskan Sinok, selama M Roemi menjadi Kadis Pertanian dari tahun 2009 – 2013, disinyalir  memotong anggaran APBN dan APBD Sumatera Utara Pos Dana Perjalanan sebesar 20 %  - 25 %, begitu pula anggaran untuk dana belanja modal dan pendapat yang potongan­nya ­sebesar Rp 10 %- 18%. Dalam hal ini, negera  diduga dirugikan miliaran rupiah mengingat pemotongan ter­sebut dinilainya tidak berda­sar atau tidak mempunyai landasan hukum.
Begitu pula halnya menyang­kut laporan kasus mantan Ka UPT BBI Arse Sipirok serta man­tan Ka­dis Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Tapsel. Menurutnya, keduanya diduga melakukan mark up anggaran belanja modal pengembangan dan perbanyakan benih/bibit holtikultura Rp 498,890 juta TA 2012.

Diterangkannya, berdasarkan hasil monitoring dan fakta lapa­ngan yang mereka lakukan, penjualan benih/bibit holtikultura yang telah diproduk oleh UPT BBI Arse Sipirok dijual ke petani/kelompok tani dengan berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten/Kota. BBI Arse adalah bibit jeruk keprok sejumlah 19 ribu batang dengan harga jual Rp 64 juta. Sedangkan bibit kentang dan cabai tidak ditemukan dan tidak ada penjualan benih itu pada tahun 2012.

“Jadi, pada saat itu, hemat kami proyek pengadaan bibit holtikultura di BBI Arse Sipirok  adalah proyek akal-akalan Kadis Pertanian Sumut dengan Baharuddin Siregar,” kata Sinok sambil menam­bahkan, lebih ironi bahwa telah terjadi penggelembungan harga jual jeruk yang dalam hal ini merugikan negara miliaran rupiah.

Ternyata, lanjut Sinok, tidak sampai disitu saja dugaan korupsi di Dinas Pertanian Sumut yang melibatkan M Roem. Kasus lain yakni banyaknya kegiatan-kegiatan atau pun paket-paket fiktif di Dinas Pertanian Sumatera Utara di antaranya, paket proyek fiktif untuk kegiatan pembangunan sreen house B Unit Kuta Gadung senilai Rp 646 juta, paket kegiatan operasional UPT BBI Hutagadung senilai Rp 275 juta, kegiatan perbannyakan planet kentang GO senilai Rp 283,230 juta, perbanyakan benih kentang GO-GO1 Rp 154,470 juta, perbanyakan benih kentang GO-G3 Rp 376,700 juta, penanaman rotasi Rp 21,960 juta. “Kertugian negara ditaksir mencapai Rp 1.083.700.000,” kata Sinok Sihombing.

Sedangkan untuk dana APBD Pemprovsu TA 2012, lanjut Sinok, di antaranya, pembuatan design penataan ruang persiapan UPT BII Asam Kumbnang senilai Rp 100 juta yang diduga fiktif, dalam hal ini melibatkan Ir Yasniati (Ka UPT Asam Kumbang) dan Ir Dirjan Angkasa (Ka UPT Asam Kum­bang). 

Perkiraan kerugian negara mencapai Rp 335,450 juta. Begitu juga halnya adanya dugaan penyimpangan mark up dan indikasi pekerjaan tumpang tindih pekerjaan pembangunan gudang I dan II di UPT BBI Palawija Tanjung Selamat yang melibatkan Ka UOT BBI Palawija Tanjung selamat dan Direktur CV Yudhi Agung Medan yang diduga merugikan negera sebesar Rp 14.602.836,00.

Menurut hemat Sinok, ada indikasi Kadis Pertanian Sumatera Utara menyusun kekuatan kelompoknya untuk memperkuat upaya korupsi secara koorporasi. “Untuk itu, kami minta pihak Kejatisu segera memproses kasus ini dengan terang benderang hingga dilimpahkan ke meja hijau,” pinta Sinok Sihombing. Anim Aridani Lubis


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerDinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (10050)Proyek KA di Sulsel Membawa Petaka, Danyon Zipur Jadi Tersangka (3041)PT IIGF Adakan Baksos di Desa Telajung (1853)Komentari Kasus e-KTP, Andar: Abraham Samad Itu 'Omdo' (1691)Pandangan Umum Fraksi PDIP, PAN, dan RNB Terhadap Nota Keuangan dan Raperda APBD Kota Depok TA 2018 (1115)Sutadi SH dan Oknum Polres Ketapang Diduga Bobol Rumah Walet Milik Akim (997)PT Jembatan Nusantara Melakukan Pembohongan Terhadap Pelamar Pekerjaan (844)10,8 Miliar Proyek Pembangunan Jembatan Ulim Dikerjakan Asal Jadi (586)Endorsement Operational Level Untuk Kelas III dan IV Merugikan Pelaut (534)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (504)
Bedah JayaposPT MRIA Harus Bertanggung Dalam Kasus Yang Menyeret Danyon Zipur 8 SMG Jadi TersangkaMakassar, Jaya Pos Kasus keterlibatan Danyon Zipur 8 SMG yang terlibat dalam peledakan bukit (blasting), ...


Proyek Rehabilitasi Jembatan Terkesan Asal Jadi, BPKP Diminta Turun TanganPengusaha Nakal Berkeliaran Memburuh Proyek Di Kabupaten DharmasrayaSoal Kasus Lampu Jalan di Maros, Kompolnas Minta Klarifikasi Kepada Kapolri10,8 Miliar Proyek Pembangunan Jembatan Ulim Dikerjakan Asal JadiAPBDes Katimoho Terindikasi DikorupsiBendungan Karalloe Senilai 518 M Tidak Selesai PPK dan Kontraktor Enggan KomentarTangani Sengketa Tanah Damang Tewah Turun Lapangan
Laporan KhususPerantau Asal Samosir Merintis Obyek Wisata di KampungSamosir, Jaya Pos Sejak dicanangkan oleh Presiden Jokowi bahwa Samosir adalah salah satu tempat kunjungan ...


TNI Peduli Atas Penderitaan Seorang Anak BOB Berikan Bantuan Mesin Pengolah Pakan Ikan Kepada Warga Desa KasikanDPRD Muba Sambut Baik Inisiatif Pemkab MubaPemkab Muba Sampaikan Raperda Tentang Pinjaman Daerah Kepada DPRDDinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Depok Gelar Workshop B2SAMemperkenalkan Lebih Dini Budaya Batak Pada Anak-Anak Melalui Natal STM SarohaWaiting List Keberangkatan Jamaah Haji Kabupaten Ciamis Sudah Mencapai 2030