Rabu, 23 Oktober 2013 - 08:18:52 WIB
Demo 2000 warga Pasir Putih Sawangan Kepung Walikota DepokKategori: Depok - Dibaca: 367 kali

Baca Juga:Gara-Gara Kompor Gas, Kantin Yayasan di Rawabadak TerbakarIlyas Bangun Kebersamaan Guna Mewujudkan Natuna Sejahtera, Merata dan SeimbangMTsN Rajeg Siap Mencetak Siswa-Siswa BerprestasiOknum Diduga Main Mata Dengan Anggota DPRD, Ilegal Mining Keruk Emas Pakai Eskavator

Depok, Jaya Pos

Warga Pasir Putih Sawangan Depok, kembali berdemonstrasi dengan jumlah yang lebih banyak. Sekitar 2000 orang warga dari 57 RT dan 10 RW yang terdiri dari bapa-bapa, ibu-ibu sampai membawa anak mereka yang masih kecil berkumpul di depan kantor walikota persisnya di depan kantor Satpol PP atau Balai Kota lama, dengan mengusung keranda mayat yang di dalamnya ada mayat jadi-jadian yang kemudian dibakar di depan kantor walikota.

“Aksi ini manandai bahwa warga tidak percaya lagi kepada walikota yang sudah mati hati nuraninya karena warganya mau dijebloskan ke tumpukan sampah,” ungkap salah satu warga pendemo menjelaskan kepada wartawan.

Seperti alasan Walikota Depok kepada media bahwa perluasan TPA Cipayung sudah diatur oleh undang undang, namun Ketua DPRD Kota Depok telah meminta untuk dikaji ulang lagi perluasan TPA tersebut.

Walaupun pendemo membakar keranda sambil berteriak-teriak yang dikomandoi oleh pimpinan orasi Asmat Nian, mantan RW 8 Pasir Putih dari atas mobil pick up yang diparkir di halaman kantor Satpol PP Kota Depok, namun mereka tetap berorasi damai walaupun sudah hampir mengarah kericuhan ketika keranda mayat yang terbakar mengakibatkan asap memutih menutupi area.

Pun demikian, warga tetap tidak diizinkan masuk sampai ke kantor Walikota Depok karena mereka dihadang dengan pagar Jakarta, Jaya Pos

Kebakaran kembali melanda Jakarta Utara. Kali ini kantin sekolah di Jalan F Rawabadak Utara, Koja Jakarta Utara dilalap si jago merah sekitar pukul 21.05 wib.  Api yang membakar kantin di Yayasan Al-Hidayah di Jalan Cipucang 5 RT 2/4 Rawabadak Utara, Koja Jakarta Utara, beberapa hari yang lalu itu, diduga berasal dari salah satu kompor yang masih menyala.

Menurut Eman (45), salah seorang warga, api sudah membesar dari dalam kantin. Spontan warga langsung bergotong royong memadamkan api. Kemudian, 5 armada dari Sudin Damkar Jakarta Utara juga turut memadamkan api. Dalam hitungan menit, api pun padam. “Kita kkhawatir pak! Banyak warga panik memberesi barang-barang berharganya. Apalagi sekarang ini sering terjadi kebakaran,” ujarnya.

Sementara itu, Nurdin Silalahi, Kasie Op Sudin Damkar Jakarta Utara, didampingi Lurah Rawa Badak Utara, M.Mujakir serta Kasatgas Pol PP, Edison Butar-butar mengakui bahwa sebuah kantin di Yayasan terbakar, yang penyebabnya diduga dari kompor. “Kini pemilik yayasan sedang diminta keterangan oleh petugas Polsek Koja,” tuturnya. Dampak kebakaran ini praktis akses Jalan Cipucang dan Jalan F macet karena banyak warga yang ingin melihat kebakaran. Minbetis ratusan anggota Satpol PP yang dibantu ratusan anggota Kepolisian Polres Depok.

Lalu, mereka bersatu padu menyampaikan tuntutan penolakan melalui “Forum Peduli Lingkungan Sehat” yang diketuai oleh Ade Irzen. Para warga Pasir Putih sudah melakukan berbagai cara untuk ingin bertemu langsung dengan Walikota Depok, Nurmahmudi, melalui surat warga Pasir Putih yang dikirimkan ke Walikota Depok pada tanggal 30 November 2013 guna menolak perluasan TPA ke wilayah Pasir Putih, tetapi tidak pernah berhasil dan Walikota tidak perduli kepada tuntutan warganya sehingga merekapun mengadukan nasib mereka ke DPRD Kota Depok  melalui Fraksi FAN.

Pengaduan diterima dan langsung di respon Anggota DPRD Kota Depok, Junaedi beserta anggota lainnya dari Fraksi FAN, dan langsung membuat surat pernyataan  menyetujui penolakan perluasan TPA Cipayung ke wilayah Pasir Putih untuk pembuangan dan pengolahan sampah sesuai dengan tuntutan masyarakat Pasir Putih. Dan berjanji juga tidak akan menganggarkan perluasan TPA Cipayung ke wilayah Pasir Putih.

Pada Kamis, 26 September 2013 lalu, warga Pasir Putih juga telah malakukan demonstrasi damai di depan kantor Walikota Depok yang  dikawal anggota DPRD Kota Depok, Junaedi dari Fraksi FAN beserta warga Pasir Putih yang jumlahnya kurang lebih 500 orang. Namun saat itu, Walikota Depok Nurmahmudi tetap tidak mau menemui para pendemo dan hanya diwakilkan kepada Asisten Tata Praja, H Sayid Choliq mantan Camat Sawangan dan berjanji akan menyampaikan tuntutan warga kepada Walikota Depok.

Hingga waktu yang ditunggu belum juga ada respon, sehingga warga kembali melakukan demonstrasi secara besar-besaran dimulai sejak pukul 09.00 wib, 2000 an warga secara berkonvoi (menggunakan sepeda motor) mengepung kantor Walikota Depok.

Setelah bernegosiasi dengan pihak pemkot, Ade Irzan, Ketua Forum Lingkungan Sehat melalui telepon kepada Jaya Pos mengemukakan, hasil demonstrasi pada akan berlanjut dengan pertemuan yang dijanjikan oleh pihak Walikota Nurmahmudi melalui telepon dari Bandung, dimana pada Rabu,tanggal 23 Oktober mendatang, Walikota  akan menerima 41 orang tokoh masyarakat warga Pasir Putih di kantor Walikota Depok, karena saat demonstrasi terjadi Walikota memang sedang berada di kota Bandung untuk menerima Piagam Penghargaan Ketahanan Pangan Tingkat Nasional, sebagaimana disampaikan oleh Drs Slamet AR MM selaku Sekretaris Satpol PP dan Pejabat Plt Kabid Gaktur.JL


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerWalikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (66451)Proyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (60952)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (52716)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (18423)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (16282)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (15541)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (15263)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (14952)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (14712)Diduga Mabuk, Tarian Gemulai Siswi SMAN 1 Mojosari Mojokerto Viral (10931)
Bedah JayaposProyek Jl Pelang-Batu Tajam Ketapang Rp 56,4 M Terindikasi Gagal MutuKetapang, Jaya Pos Proyek Peningkatan Jalan Pelang-Batu Tajam yang dilaksanakan oleh PT Marga Mulya senilai ...


Kejari Kabupaten Bandung Setor Uang Pengganti Perkara Tipikor ke Kas NegaraDiduga Lakukan Pungli, Kepala Desa Dan Panitia PTSL Dilaporkan Ke Kejari PandeglangDiduga Belum Kantongi IMB, Pembangunan Tower Pemancar Dari Ratelindo Berjalan MulusPetugas Tahanan Kejari Kabupaten Bandung Amankan Pembesuk Bawa SabuDaud Pasaribu SH, : Fakta Persidangan, Objek Perkara Merupakan Harta Warisan Ibu Sinap Untuk PoniyemDewan Kunjungi Proyek 2.2 Milyar, Pelaksana Tuding Bekas PPK Persulit MerekaMerasa Dirugikan, Afrets Elat Melaporkan Keluarga Tumbel ke Polresta Manado
Laporan KhususKesakralan Gunung Pusuk Buhit Perlu DipertahankanCatatan Aliman Tua Limbong (Wartawan Jaya Pos) Menurut beberapa sumber penelitian, para ilmuwan, setelah ...


DPRD Muba Tanggapi Audiensi Baznas MubaSiap Tanggap Bencana, Kodim 0711 Pemalang Menamam Rumput VertiverPemkab Gumas Gelar Forum Konsultasi Publik Penyempurnaan Rancangan RKPD 2021Kabid Humas Polda Sulsel Silaturrahmi Dengan Wartawan MarosEbid Diana Putra: Kita Akan Wujudkan Masyarakat SejahteraPemkab Sukabumi Kembali Pertahankan Opini WTPBupati Gumas Lantik 12 Pejabat Struktural Kecamatan Manuhing