Minggu, 27 Oktober 2013 - 11:14:27 WIB
Kontroversial Tuntutan Kajari Siantar-Simalungun Dengan 18 Bulan Bandar NarkobaKategori: Sumatera Utara - Dibaca: 653 kali

Baca Juga:Nomor Cantik dan Nomor Pilihan Tidak DiberlakukanPembangunan Gudang Untuk Pengembangan Asap Cair Mubajir Wanita Hamil 5 Bulan Rampok Supir TaksiBandar Narkoba Dilumpuhkan Polisi

Simalungun, Jaya Pos

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Siantar-Simalungun, Polin O Sitanggang SH melalui Jaksa Penuntut Umum (JPU) Josron Malau SH menuntut oknum polisi Aipda Dedi Hasfriyanto yang bertugas di Polres Simalungun selama 18 bulan kurungan penjara karena melangar Pasal 127 tentang narkotika.

Padahal, penangkapan terhadap oknum polisi itu dilakukan dari hasil pengembangan yang dilakukan petugas Polres Simalungun, bukan saat menggunakan sabu-sabu.

Dedi ditangkap setelah sebelumnya Fauzi ditangkap di Serbelawan Simalungun. Dimana, Fauzi yang mengedarkan narkoba jenis sabu setelah ditangkap mengakui bahwa narkoba miliknya diperoleh dari Dedi, penduduk Nagori Karang Bangun Kecamatan Siantar Kabupaten Simalungun.

Maka seharusnya, jaksa tidak menuntut dengan Pasal 127 tapi harus menjadi pengedar. Barang buktinya saja melebihi dari ketentuan, Diperkuat lagi tertangkapnya lebih awal Fauzi yang mengaku bahwa barang haram itu diperoleh dari Dedi. Dan membuktikan oknum polisi itu terlibat sindikat. Artinya, oknum polisi itu ditangkap dari pengembangan setelah tertangkapnya Fauzi

Diduga, pihak Kejaksaan Negeri Siantar Simalungun telah mengangkangi Surat Edaran Kejaksaan Agung Republik Indonesia Nomor B/182/E/Ep/3/2003Tentang Pembuatan Surat Dakwaan Perkara Narkotika. Pasalnya, pembuatan pasal pada dakwaan tidak cermat dan terkesan diduga berbau suap ratusan juta rupiah. Seperti informasi yang diterima Jaya Pos, bahkan beberapa media di Pengadilan Simalungun juga telah disumpal dengan uang sebesar Rp 250 ribu/orang pada saat sidang tuntutan di PN Simalungun, agar tidak melakukan peliputan pada saat siding dilangsungkan.

Sekedar diketahui bahwa Aipda Dedi yang merupakan anggota Polsek Dolok Silau Kabupaten Simalungun, terpaksa diamankan karena memiliki narkoba jenis sabu dan ekstasi. Aipda Dedi ditangkap di rumahnya di Nagori Karang Bangun Kecamatan Siantar Kabupaten Simalungun, Sabtu (19/1) pukul 15.00 WIB.

Dari tangan tersangka, polisi menyita barang bukti narkoba jenis sabu-sabu, pil ekstasi dan plastik kecil tembus pandang. Selain itu, polisi juga berasil menyita sepucuk senjata api jenis air softgun, peluru mimis, HT, 3 hape, timbangan electrik dan buku tabungan BRI milik Dedi.

Penangkapan Aipda Dedi ini berawal dari tertangkapnya Fauzi alias Baba (47), dari salah satu lokasi bilyar di Serbelawan Kecamatan Dolok Batu Nanggar Simalungun. Fauzi berhasil diringkus Satuan Polisi Sat Narkoba Polres Simalungun, berkat laporan masyarakat. Fauzi yang telah lama menjadi target polisi, ketika itu terlihat di lokasi bilyar. Tanpa buang waktu, anggota polisi Sat Narkoba Polres Simalungun langsung menangkapnya.

Dari tangan tersangka petugas menyita sebungkus plastik kecil yang diduga berisi sabu-sabu dari saku celananya. Setelah petugas berhasil mengamankan Fauzi, polisi kembali menggeledah rumah Fauzi. Disana petugas berhasil menemukan barang bukti 3 paket sabu-sabu.

Untuk pemeriksaan lebih lanjut, polisi membawa Fauzi bersama barang bukti ke Sat Narkoba Polres Simalungun. Saat diinterogasi petugas, Fauzi mengakui dirinya mendapat pasokan sabu-sabu dari seorang anggota polisi aktif Aipda Dedi. Dari pengakuan Fauzi inilah, Sat Narkoba menangkap Aipda Dedi.

Ketua DPC Koswari (Korps Wartawan Senior Republik Indonesia) Leo V Simanjuntak ketika dikonfirmasi, Kamis, (24/10) sangat menyayangkan ulah Korps Kejari Simalungun, padahal penangkapan bandar narkoba ini sudah menghebohkan wilayah Siantar-Simalungun, tapi pihak Kejari malah membuat pasal kepada terdakwa sebagai pengguna.

“Kita sebagai sosial kontrol akan mengadukan hal ini ke Jamwas Kejagung RI dan langsung ke Presiden, Agar pihak penegak hukum tidak bermain-main dengan hukum,” ungkapnya.

Akibat tuntutan kontroversial yang dibuat oleh pihak Kejari Simalungun kepada Aipda Dedi selama 18 bulan kurungan penjara, membuat terdakwa hanya divonis 17 bulan kurungan penjara oleh Majelis Hakim PN Simalungun yang diketuai oleh Ramses Pasaribu SH, JPU Kejaksaan Negeri Siantar-Simalungun, Josron Malau SH. Hingga berita ini dilansir, Kepala Kejaksaan Negeri Siantar-Simalungun, Polin O Sitanggang, belum berhasil ditemui.Hrp


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerMembongkar Proyek Permai Grup (Bag 1), PT AJ Dapat Jatah Rp 35 M di Kementerian Perhubungan (116187)Komisi IX DPR RI dan Menteri Kesehatan Agar Meninjau Kembali Pembangunan Rumah Sakit Internasional (87713)Diduga Peras Pengusaha Toko Material dan Toko Emas, PPATK Diminta Audit Harta Pejabat KPP Pratama Ko (40605)PP Amanatul Ummah Tidak Penuhi Janjinya Pada Wali Murid (22058)Tanah Milik H.Amiruddin Pase Jadi Ajang Kejahatan Koneksitas Hakim Dan Penyidik Kepolisian (21759)SMPN 2 Pasar Kemis Butuh Ruang Kelas Baru (15768)Ibunda Ajeng Mamamia Dimejahijaukan (15056)Gurame PJTV Ajang Penyaluran Artis Penyanyi (14400)Sudah Tiga Jenderal Polisi Pembawa Gerbong Terbelit Kasus (13908)Dilaporkan Ke KPK, Pejabat DKI Korupsi Tanah Rp 49 Miliar (12106)
Bedah JayaposDana Pemeliharaan Pamsimas Diduga Ditilep Oknum DesaSubang, Jaya Pos Kesulitan memperoleh air bersih, khususnya air minum hingga kini masih berlangsung ...


Langgar PP Nomor 109 Tahun 2012, Perusahaan Rokok Pasang Baliho Tanpa Pesan 'Merokok Membunuhmu'Usut Dugaan Korupsi Perjalanan Dinas di Bappeda Musi RawasPembangunan Embung Senilai Rp 2 Milyar di Banyuwangi Gagal KonstruksiPT Triomas Diduga Merambah Kawasan Giosfer di SiakDiduga Terjadi Praktek Kongkalingkong, Menhub Batalkan Lelang Proyek Rp 39,3 Milyar di ATKP MakassarPPK ATKP Makassar Memilih Bungkam Soal Proyek Pengerukan Dan Pematangan Lahan Senilai 39,6 M508 Indomaret Disegel, Lahan Atensi Mafia Dinas Hilang
Laporan KhususKemiskinan Memaksaku Menjdi TKW (Bgn 1)Oleh : Alexander Sibarani (Wartawan Harian Jaya Pos) Bekerja jauh di negeri orang dengan harapan terbebas ...


Group Facebooker K2AM Gelar Baksos Panti Jompo BinjaiMaju Calon Bupati 2015-2020, Carlos Melgares Eks Warga Spayol Siap Membangun SamosirBantaeng Buka Program 1 Juta Rumah untuk NelayanSDAP Banten Tingkatkan Ketersediaan Air Baku dan Irigasi Yang LayakDisdik Gagas KKN Berbasis Desa TerpaduPeringatan Hardiknas Meriah di Kabupaten OKUBPMP2T Kabupaten Pelalawan Melayani Dengan Sepenuh Hati