Sabtu, 11 Februari 2012 - 15:49:00 WIB
Diduga Ada Suap Atas Vonis Bebas Kasus Cabul di PN SimalungunKategori: Bedah Jaya Pos - Dibaca: 439 kali

Baca Juga:Karo Humas Pemprov Banten Hadiri HPN di JambiPertemuan Rahasia di Sel Cipinang Antara Nazaruddin Dengan Pengacara Tertangkap CCTVCopa Del Rey : Barcelona Melaju ke Final Setelah Hantam Valencia 2-0Hatta Ali Terpilih Menjadi Ketua MA

Simalungun, Jaya Pos

Persidangan vonis bebas kasus cabul di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Kamis, (2/2) sangat kontroversial dan mengundang pro kontra di kalangan masyarakat maupun di kalangan pengacara yang ada di Simalungun. Hal ini disebabkan majelis hakim yang diketuai oleh Samuel Ginting SH, dengan hakim anggota Siti Hajar Siregar SH dan Eriyanti SH, membebaskan terdakwa Sudarto Purba dari semua tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) karena terdakwa sudah melakukan perdamaian dengan pihak korban dan korban sudah menarik semua keterangannya di persidangan.

Menurut surat dakwaan JPU bahwa Sudarto Purba pada tanggal 10 Juli 2005 sekira pukul 21.30 wib atau setidak-tidaknya pada suatu waktu lain di bulan Juli pada tahun 2005 bertempat di dalam kamar rumah milik orang tua terdakwa Sudarto Purba yang berada di Dusun Durian Buttu, Nagori Sambosar Raya Kecamatan Raya Kahaean Kabupaten Simalungun atau setidak-tidaknya pada suatu tempat lain dalam daerah hukum PN Simalungun, dengan sengaja melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain.

Perbuatan tersebut dilakukan terdakwa berawal pada tanggal 27 Juni 2005 pada saat korban, sebut saja Bunga br Purba yang pada saat itu masih berusia 14 tahun liburan semester sekolah selama 3 minggu. Korban pergi dari rumah Serpina br Purba menuju rumah orang tua terdakwa Sudarto Purba. Pada waktu itulah, kesempatan terdakwa melakukan pemerkosaan kepada saksi korban dan adik korban.

Bahkan, terdakwa mengatakan kepada saksi korban “Jangan beritahukan siapa-siapa ya, awas.” Kemudian terdakwa menyuruh saksi korban kembali ke kamarnya.

Karena saksi korban merasa ketakutan dan pada waktu itu korban masih anak-anak, selanjutnya pada waktu saksi korban sudah dewasa yakni pada tanggal 24 Februari 2011, memberitahukan apa yang pernah dialaminya selama bertahun-tahun kepada saksi Hotmarina br Purba.

Selanjutnya kasus ini disampaikan kepada Jarpen Saragih, paman korban sehingga langsung dilaporkan ke Polres Simalungun hingga kasusnya divonis bebas di PN Simalungun.

Salah seorang pengacara, Toni Damanik, yang sering beracara di PN Simalungun ketika dikonfirmasi, Kamis, (9/2) mengenai vonis bebas terhadap tersangka cabul yang dituntut JPU 14 tahun penjara, menjelaskan, hal itu tidak dibenarkan dengan alasan karena sudah ada perdamaian berarti sudah pernah ada kejadian.

Mengenai saksi korban menarik semua keterangan nya di persidangan, lanjut dia, itu juga tidak dibenarkan karena saksi korban sudah melakukan sumpah saat dimintai keterangan. “Berarti saksi korban sudah membuat keterangan palsu, karena orang yang membuat keterangan palsu di persidangan bisa dipidana dan saya tidak sependapat dengan para majelis hakim,” tuturnya.

Di waktu yang sama, salah seorang pengurus LSM KoMid Tipikor Sumut mengomentari masalah ini. Dirinya menduga telah terjadi suap-menyuap sehingga tersangkanya bisa divonis bebas. “Ya, dengan adanya uang, mungkin para majelis hakim tidak lagi memandang segi keadilan dan mematuhi undang-undang perlindungan anak nomor 23 tahun 2002,” katanya.

Menurutnya, kasus ini bukan kasus yang bisa dibuat mainan oleh para hakim, tetapi harus tetap pada azasnya, membela yang benar, dan memberkan sanksi kepada yang salah. “Harapan saya agar Komisi Yudisial (KY) segera memeriksa dan memanggil majelis hakim yang menangani perkara yang vonis bebas ini,” katanya. HRp


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59432)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51306)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (36790)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14781)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14082)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13899)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13656)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13083)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (10195)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9078)
Bedah JayaposKejati Kalteng Telisik Dugaan Korupsi Proyek Jalan Kapuas Seberang Senilai Rp 5,8 MPalangka Raya, Jaya Pos Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Tengah (Kalteng), saat ini tengah menelisik ...


APBDes Kedungwonokerto Jadi Ajang Cari Untung ?Tim Saber Pungli Kota Banjar Siap Tindaklanjuti Dugaan Pungli di DisdikbudWarga Huntara Korban Tsunami Keluhkan Air Bersih dan ListrikBobroknya Sikap Oknum Pegawai Bank BNI BukittinggiRekanan Chevron Diduga Gunakan BBM BersubsidiSHM Ganda Diduga Dilakukan oleh Oknum Pegawai BPN Kota PekanbaruGus Irawan Yang Merekomondasikan, Abdul Karim Yang Kerjakan, Nilai Proyek Tidak Tahu Berapa ?
Laporan KhususDPRD Lahirkan Perda Inisiatif Kepemudaan dan Mengkritisi Kinerja PemkoBukittinggi, Jaya Pos Sidang Paripurna DPRD Kota Bukittinggi yang berlangsung selama tiga hari sejak Rabu ...


Serahkan Bantuan Bagi Korban Kebakaran Pangkal Duri, Fachrori: Jangan Lama-lama Bersedih, Segeralah Pemkab Labusel Kembali Memperoleh WTP TA 2108 dari Kepala BPK RI Perwakilan SumutPemkab Ciamis Pastikan Jalan Buniseuri-Jalatrang DihotmixLakukan Reformasi Koperasi Untuk Kesejahteraan Anggota, Naikan Pendapatan dan Pembangunan ApartemenPemkab Humbahas Raih WTP dari BPK RI Perwakilan SumutPatik Dalam Kehidupan Batak Safari Ramadan Wabub Bantaeng Sampaikan Pentingnya Bersilaturrahim