Selasa, 11 Maret 2014 - 05:13:08 WIB
Kades Banyu Biru Perjuangkan Sertifikasi Tanah Warga Melalui PronaKategori: Banten - Dibaca: 142 kali

Baca Juga:Bongkar Cantik Ala Sudin P2b Jaktim Kembali Dibangun Tanpa IMBRegina dan Farhat Abbas Tak Takut Umbar Kemesraan Saat Puncak Kreativitas Ronaldo Memuncak Barcelona TerjatuhDana Alokasi BDB/BKP Thn 2013 5,4 Milar Dinas Pertanian dan Peternakan Pemko Binjai Perlu Dilidik

Pandeglang, Jaya Pos

Rumyatudin, Kepala Desa Banyu Biru Kecamatan Labuan Kabupaten Pandeglang, sekarang kini tengah memperjuangkan proses penyelesaian Buku Sertifikat Tanah sejumlah 100 buah melalui Program Nasional Agraria (Prona) yang dimotori Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kab Pandeglang.

Hal tersebut dilakukan Rum dengan harapan agar warga terutama yang merasa memiliki harta kekayaan berupa benda tidak bergerak yaitu tanah terlindungi oleh aturan dan hukum secara perdata.

Sehingga menurut Rum, warga betul-betul merasa aman dan nyaman. Artinya, terhindar dari persoalan-persolan yang terkadang menimbulkan satu permasalahan baik luas tanah maupun bata-batas hak milik antar warga.

Disamping itu, ketika warga menunaikan kewajibannya saat melakukan pembayaran yang tercatat dalam Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) bisa terdeteksi dan terkoordinir secara akurat. “Seharusnya Desa Banyu Biru tahun ini memperoleh kuota dari BPN sejumlah 150 buku sertifikat akan tetapi kemungkinan sebagian warga kami menginginkan pembuktian terlebih dahulu terutama bagi mereka yang sudah mendaftarkan diri sebagai peserta sertifikasi sebanyak 100 pendaftar pada akhirnya warga tersebut berperan di posisi tunggu,” jelas Rum.

Masih menurut Rum, dari 100 buku yang sudah diajukan berdasarkan hasil pengukuran yang dilakukan oleh petugas BPN sekaligus didampingi oleh pihak desa bulan lalu, maka pasca pileg, 100 buku sertifikat tanah pada Mei mendatang jika tidak ada kendala sudah bisa dimiliki.
Berbeda dengan H Ijat Sudarjat, ketika BPN Kab Pandeglang menawarkan pembuatan sertifikat secara gratis dengan lebel Prona dan dibantu sepenuhnya oleh kepala desa beserta staf desa.

Ijat yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Permusya­waratan Desa (BPD) Banyu Biru siap tanggap mendaftar sebagai peserta sertifikasi dengan cara menempuh persyaratan-persyaratan yang dibutuhkan sebagai kelengkapan atas tanah miliknya, diajukan sebagai peserta prona. Kesempatan baik itu jarang sekali terjadi di Desa Banyu Biru. “Berdasarkan hal itu saya sangat bangga adanya niat baik dari pemerintah untuk membantu masyarakat Pandeglang terutama warga Desa Banyu Biru yang sejak dulu mengharapkan bentuk pengakuan secara perdata berupa serifikat tanah dengan cara mudah sekaligus tidak membebani secara material,” ungkap Ijat.

Hanya karena prona itu sifatnya massal dan jumlahnya cukup banyak, Ijat dan warga Banyu Biru lainnya cukup sadar apabila penyelesaian sertifikasi tersebut menyita waktu lebih dari 2 bulan. “Yang penting selesai dan sertifikat itu dapat kami miliki,” katanya.

Prona yang dimediasi oleh BPN Kab Pandeglang kini sedang berjalan di masing-masing desa di wilayah Labuan. Selain Desa Banyu Biru juga Desa Suka Maju dan Caringin termasuk Desa Labuan juga itu program tersebut.

Namun Prona untuk Desa Labuan, menurut warga yang terdaftar sebagai peserta kebingungan harus kepada siapa mempertanyakan penjelasan tanggal serta batas waktu penyelesaian sertifikasi.

Sementara untuk Desa Caringin, Kepala Desa dan staff tidak terlibat langsung dalam penanganan Prona. “Untuk Desa Caringin, Prona diusung oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kab Pandeglang selanjutnya difokuskan oleh DKP  pada warga Caringin yang nota bone nelayan,” kata Mamat, Ketua Persatuan Perangkat Desa Seluruh Indonesia (PPDSI) Kec Labuan.Yan/Rus


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerKejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (50355)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (13446)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (12779)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (8004)Mandi Seperti Manusia Petugas Yakin Bonita Adalah Harimau 'Jadi-Jadian' (5326)Tujuh Komoditas Unggulan Dinas Perkebunan Propinsi Jawa Timur (4818)Dua Siswa Kelas 3 SMKN Tutur Dikeluarkan, Disuruh Buat Pernyataan Pengunduran Diri (3942)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (3739)PT IIGF Adakan Baksos di Desa Telajung (3615)Pengusaha Ayam Goreng Karawaci Rugi Rp 28 Juta (3527)
Bedah JayaposPerusakan Pagar Beton Diperintah Oleh TerdakwaTangerang, JAYAPOS - Sungguh berani, walaupun usia tua tapi semangat tetap muda. Kalau pada ...


Penggunaan Anggaran Pendidikan PAUD Mantan Pjs Mekar Jaya Diduga Tidak TransparanPungli di CV BB Travel Catut Nama Polres Penyidik Dilapor Ke Propam Polda KaltengPedestrian Merr-Kalidami Senilai Rp 3 Milyar Terkesan Asal JadiGalian C Desa Treman Kabupaten Minut Diduga Tidak Mengantongi IzinProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung JawabKinerja PPDP KPU Way Kanan DipertanyakanSatpol PP Kota Tanjungbalai Tertibkan PKL Berdagang di Trotoar
Laporan KhususSrikandi Pasegeran Multi Peran di TMMDBanjarnegara, JAYAPOS - Suparti (45) petani dari Dusun Kroya Rt 02 Rw 03 Desa Pasegeran Kecamatan ...


Sembako Malam Disalurkan Kepada Warga Sasaran TMMD BanjarnegaraPeringatan Harganas XXV Tahun 2018, Bupati Irdinansyah Peroleh Tanda Kehormatan Manggala Karya KencaSuport Ibu-ibu Karanggondang Luar Biasa "Tak Ragu Langsir Material"Pemprov Jambi Dukung Pelestarian Olahraga Tradisional dan Liga SantriBerkah TMMD Bagi Pedagang TernakPembangunan Drainase di Lokasi TMMD Reg 102 DikebutRehab RTLH di Lokasi TMMD Reg 102 Pasegeran