Minggu, 20 April 2014 - 05:56:15 WIB
Pengoperasian Terminal Baru Bandara Mutiara Sis Al Jufri DiresmikanKategori: Sulawesi Tengah - Dibaca: 1012 kali

Baca Juga:Polres Landak Akan Tertibkan Pembuatan Arak Milik GogoDana Pas Masuk Pelabuhan 3 Tahun Tidak Masuk APBD, Dishub Riau Diminta Sampaikan KlarifikasiTersangkut Kasus Korupsi PU Tahn 2010 Ratu DPO Hj Masniari ST Dibekuk KejaksaanAmoy Tewas Diranjang

Palu-Sulteng, Jaya Pos

Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Minggu (13/4) merayakan Hari Ulang Tahun Emas (ke 50), yang dalam perayaan tersebut, selain dilaksanakan upacara di halaman Kantor gubernur, juga digelar pemeran pembangunan, pawai kendaraan hias serta peresmian pengoperasian terminal baru Bandara Mutiara Sis Al Jufri Palu.

Pantauan media ini, saat peresmian terminal baru Bandara Mutiara Sis Al Jufri Palu, hadir keluarga Besar Alkhaerat, dan terlihat wajah rasa syukur atas penambahan nama Sis Al Jufri terhadap Bandara Mutiara Palu.

Pengguntingan pita oleh Hj Zalzulmida A Djanggola SH CN, serta penekanan tombol, untuk membuka nama Bandar Udara Mutiara Sis Aljufri Palu, oleh Gubernur Sulteng–Drs H Longki Janggola MSi, Walikota Palu, H Rusdi Mastura, Hary Bhakti-Direktur Jenderal Perhubungan Udara serta Ustad Sagaf Al Jufrie dari pihak Alkhairat, yang didampingi Ketua DPR D Sulteng-Prof Drs H Aminuddin Ponulele, Ketua DPRD Kota Palu-Sidik Ponulele SSos, Wakil Gubernur Sulteng-H Sudarto SH MHum serta H Muhidin Said SE selaku anggota DPR RI asal Sulawesi Tengah. Dalam acara seremoinial tersebut, nampak meriah karena dihibur oleh Pasha Ungu yang tampil beserta ayahandanya, Samsuddin Said.

Gubernur Sulawesi Tengah Drs H Longki Djanggola MSi mengaku bangga dan bahagia, atas kedatangan para tamu undangan pada peresmian operasional bandara baru tersebut.

“Saya ucapkan terima kasih segala usaha dan upaya Pemerintah Kota Palu bersama pengurus besar Alkhairat dan pihak Dins Perhubungan untuk mencantumkan nama Sis Al Jufri pada Bandara Palu. Hal ini sebagai penghargaan atas perjuangan guru tua Assayyid Al-Habib Idrus bin Salim, seorang tokoh agama dalam menyebarkan agama Islam di Sulwesi Tengah dan daerah-deaerah lain di Indonesia timur, dan nama bandara tersebut sesuai Surat Keputusan Menteri Perhubungan No 178 tahun 2014. Rasa syukur kita bahwa di usia emas ke 50 ini, Propinsi Sulawesi Tengah telah menunjukan perkembangannya, khususnya perkem­bangan Kota Palu sebagai ibukota perdagangan, jasa dan pariwisata,” ujarnhya.

Bandara Mutiara yang awalnya dibangun tahun 1957 dan diresmikan oleh Presiden Pertama Ir Soekarno, telah mengalami perkembangan, frekuensi penerbangan yang terus meningkat dari tahun ke tahun, sehingga keberadaan terminal ini sangat penting dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. “Saya menyampaikan terima kasih kepada mantan gubernur dan Walikota Palu yang telah berjuang, bekerja keras dan berupaya untuk memiliki terminal bandara yang presentatif,” ujar Longki, yang juga Ketua DPD Gerindra Sulteng.

Sementara, Herry Bhakti Gumay-Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan RI, mengatakan, ini merupakan hadiah ulang tahun emas untuk Sulawesi Tengah, dan kedepan fasilitas landasan diperpanjang lagi, agar bandara ini dapat menjadi embarkasi/debarkasi jema’ah haji.

Pada kesempatan itu, Hari Bhakti menyampaikan ketidaksempatan Menteri Perhubungan hadir pada peresmian pengoperasian terminal baru ini.

Benyamin Noach Apituley SE Kepala Bandar Udara Kelas I Mutiara Sis Al Jufri Palu, mengatakan bahwa Bandara Mutiara telah beroperasi sejak tahun 1954. Pada tahun 1957 pengoperasian lapangan terbang dilakukan oleh Presiden RI Ir Soekarno dan diserahkan ke Pemda. Tahun 1958-1963 lalu diserahkan ke Depertemen Angkatan Udara RI, tanggal 2 Januari 1963 diserahterimakan kembali pengelolaan dan pengawasannya dari Detasemen AURI ke Pemda Tk II Donggala, tanggal 28 Oktober 1964 Pemda Donggala diserahterimakan pengelolaan dan pengawasannya kepada Departemen Perhubungan Udara/Direktorat Penerbangan Sipil RI Cq Kepala Pelabuhan Udara Mutiara, terhitung 1 September 1985 sebutan Pelabuhan Udara menjadi Bandar Udara, tanggal 16 Januari 1995 Bandar Udara Mutiara di Klasifikasikan sebagai Bandar Udara Kelas II, tanggal 12 Pebruari 2008 Bandar Udara Mutiara diklasifikasikan sebagai Bandar Udara Kelas I, tanggal 28 Pebruari 2014 Bandar Udara Mutiara Palu menjadi Bandar Udara Mutiara Sis Al-Jufri Palu.

Menyinggung anggaran pembangunan terminal baru Bandar Udara Kelas I Mutiara Sis Al Jufri Palu, dilaksanakan selama tiga tahun anggaran yaitu, Tahap I Tahun Anggaran 2011, nilai kontrak Rp 51.198.334.000, Tahap II Tahun Anggaran 2012 nilai kontrak Rp 85.423.567.000, Tahap III Tahun Anggaran 2013 nilai kontrak Rp 34.744.947.000, Tahap IV Tahun Anggaran 2013 dana optimalisasi nilai kontrak Rp 7.845.000.000, dengan total anggaran yang digunakan sebesar Rp 179.211.848.000.

Adapun fasilitas yang dimilki Bandar Udara Kelas I Mutiara Sis Al Jufri Palu saat ini berupa lift kedatangan dan keberangkatan, escalator keberangkatan dan kedatangan, baggage handling system, check in counter, cctv, appar, mstv, trolley, public address, area gse, parkitr kendaraan penumpang, ruang tunggu sopir, mushola, kendaraan patrol dan dan cleaning, serta tahun ini akan dipasang garbarata 3 buah.

Dikatakan lagi, data penerbangan yang ada sekarang pada jam sibuk sudah mencapai 4 pesawat mampu menampung penumpang kurang lebih 900 orang. “Terminal baru luas 12.511 meter persegi, dan mendapat kendala dan hambatan antara lain, proses pencairan tanda blokir dipa serta masalah pembebasan lahan,” ujar Beno, sapaan akrab Ka. Bandara.Tim/ST


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59698)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (52464)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51552)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (15040)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14309)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14133)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13849)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13356)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (12403)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9328)
Bedah JayaposEksekusi bergaya premanisme, Hendra Laporkan ACC Finance ke BPSK Bukittinggi Bukittinggi, Jaya Pos Karena merasa dirugikan, Hendra Sutoto (39) melaporkan peristiwa yang dialaminya 3 ...


Kasus Tanah Kas Desa RancaudikTerkait Izin Tambang Pasir Laut Galesong, Diduga Antara Pengusaha dan Oknum di Dinas ESDM Ada KonspiBobroknya Pengerjaan Jalan di Kabupaten Dharmasraya, Hitungan Bulan Sudah RetakPenangkapan Kasus Narkoba Oleh Polres Pangkep Diduga Tidak Prosedural Dan RekayasaPembangunan Wisma Haji Lanjutan DipertanyakanPembangunan Gedung Produksi Kabupaten Dharmasraya Diduga Tidak Sesuai RABDenpom Pekanbaru Menertibkan Perjudian di Tapung
Laporan KhususPemdes Sukaramai Jalin Kerjasama Dengan Praktisi Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat Tentang PerikaKampar, Jaya Pos Pemerintahan Desa (Pemdes) Sukaramai menjalin kerjasama dengan pegiat/praktisi pelatihan ...


Ketua PWI OKU Tutup Acara Penyuluhan Bahasa Indonesia dan Melantik PWI PeduliPolsek Jatisari Adakan Sosialisasi Di PKBM Tunas Baru DPRD Muba Setujui Perubahan R-APBD TA 2019DPRD Minta Pemkab Muba Fokus Tingkatkan PADEka Kartika Lantik Anggota DPRD Provinsi Kepri45 Anggota DPRD Muba Periode 2019-2024 Resmi Dilantik50 Anggota DPRD Subang Periode 2019-2024 Dilantik