Minggu, 20 April 2014 - 10:23:33 WIB
Pemilihan Legislatif Di Subang Diwarnai Politik UangKategori: Banten - Dibaca: 247 kali

Baca Juga:Warga Pembawa Sajam dan Narkoba Berhasil DiringkusKapolda Riau Tinjau Pelaksanaan UN di SMA 1 RengatPengoperasian Terminal Baru Bandara Mutiara Sis Al Jufri DiresmikanPolres Landak Akan Tertibkan Pembuatan Arak Milik Gogo

Subang, Jaya Pos

Bagi sebagian politisi, merogoh koceknya untuk nyawer sejumlah konstituen dalam mensukseskan pemenangan Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 dianggap merupakan hal lazim sebagai bentuk belanja politik (cost politik). Kendati sebenarnya asumsi itu banyak menuai kritikan dari sebagian pihak lain, lantaran dinilai sebagai praktek money politic (politik uang).

Namun ternyata, tindakan menghalalkan segala cara untuk meraih ambisinya dipraktekkan sejumlah politisi busuk. Hal ini berlangsung di wilayah kerja KPUD Kabupaten Subang, Jabar. Seperti diakui Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Subang, yang telah menerima laporan money politic yang dilakukan calon anggota legislative (caleg) partai NasDem. Modus money politic itu diduga dilakukan langsung oleh oknum tim sukses yang ditunjuk caleg bersangkutan.

Ketua Panwaslu Kabupaten Subang, Agus Muslim mengutarakan, pelaku money politic kepergok sedang membagi-bagikan uang yang diarahkan untuk mencoblos caleg NasDem dari Daerah Pemilihan (Dapil-IV). Melihat kejadian itu langsung dilaporkan seorang caleg berasal partai Demokrat H Ahmad Rizal ke Panwaslu.

"Dari laporan yang kami terima, oknum tim sukses caleg partai NasDem itu tertangkap basah sedang membagi-bagikan uang tunai sebesar Rp 14 jutaan, sekitar pukul 02.00 dini hari (8/4)," ungkapnya.

Guna memperoleh informasi lebih valid, lanjut Agus, pihaknya akan memanggil pelapor untuk dimintai keterangan. Panwaslu juga berharap pelapor memiliki bukti yang kuat terkait kasus money politic tersebut.

Selain itu, masih kata Agus, Panwaslu juga akan memanggil terlapor untuk dimintai klarifikasi, sehingga Pamwaslu dapat mengkaji lebih mendalam terhadap dugaan money politic itu. "Kami akan menindaklanjuti sesuai amanat peraturan perundang-undangan yang berlaku," ujarnya.

Agus mengaku, barang bukti uang tunai senilai Rp 14 juta yang diduga digunakan caleg NasDem untuk mempengaruhi suara konstituen sudah berada di tangannya. Selain uang, Panwaslu juga telah menyita sejumlah kertas suara. "Sementara ini barang bukti yang ada kami simpan," tandasnya.

Itang Sungkawa SHi yang nyaleg dari partai besutan Yusril Mahendra (Partai Bulan Bintang) kepada Jaya Pos, (17/4) membeberkan, dirinya juga menemukan praktek money politic yang dilakukan Tim Sukses sejumlah caleg partai di Dapil 7 (Kec Binong, Tambakdahan, Cikaum dan Purwadadi). "Tetangga saya disodori tujuh puluh amplop berisi uang tunai dari partai Golkar, lalu sejumlah

Kepsek dan Pengawas serta staf UPTD Dikbud Binong dikasih sepatu dari tim sukses Partai NasDem," cetusnya geram.
Menurut Itang Sungkawa yang akrab disapa Wowo, biasanya uang senilai Rp 20 ribu hingga Rp 50 ribu yang digunakan nyawer konstituen. Namun jumlah itu meningkat tajam hingga Rp 100 ribu/konstituen dikala akan dilakukan pemilihan susulan di sejumlah TPS Dapil 7 akibat tertukarnya surat suara.

Dirinya menyesalkan, ketika kejadian itu dilaporkan kepada wasit Pileg terkesan kurang mendapat respon sebagaimana mestinya. "Saya merasa seperti dipimpong saat melaporkan dugaan kejadian money politic," cetusnya.

Terlebih terhadap sejumlah oknum PNS diduga terlibat menjadi tim sukses caleg partai tertentu, tidak diambil tindakan oleh Panwas, seperti oknum Kepsek dan staf UPTD Dikbud Binong. Menurutnya keberadaan wasit pemilu dianggapnya tutup mata dan telinga, ketika terjadi pelanggaran yang dipandang merugikan caleg yang tidak bermain. "Percuma saja menggaji mereka, lantaran terkesan tidak bekerja sesuai tupoksi, terasa menyakitkan dan menyebalkan, seorang caleg bisa tak terpilih karena kecurangan pemilu," ujarnya.

Wowo juga mengaku kesal setelah mendapat kabar adanya praktik "belanja suara" seusai Pemilu. Karena menurutnya , belanja suara merupakan kecurangan politik oleh oknum untuk memindahkan suara caleg satu kepada caleg lain yang membayarnya.
"Pemilu transaksional seperti ini hanya akan melahirkan bandit-bandit, badut-badut politik, para pemburu rente yang tak akan ampun menggasak duit rakyat nantinya," tuturnya.

Sementara itu, Wowo sendiri mengklaim bahwa dirinya merupakan caleg yang anti dengan politik uang ataupun transaksi belanja suara. Namun diakuinya prinsip seperti itu tak mudah dijalani.

Berdasarkan UU No 8 tahun 2012, tentang penyelenggaraan pemilihan anggota legislatif, pelaku money politik dapat dikenai sanksi pidana dengan hukuman penjara paling lama dua tahun dan denda paling banyak Rp 24 juta.Abh


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerWalikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (66353)Proyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (60952)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (52715)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (18422)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (16278)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (15540)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (15263)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (14952)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (14712)Diduga Mabuk, Tarian Gemulai Siswi SMAN 1 Mojosari Mojokerto Viral (10931)
Bedah JayaposProyek Jl Pelang-Batu Tajam Ketapang Rp 56,4 M Terindikasi Gagal MutuKetapang, Jaya Pos Proyek Peningkatan Jalan Pelang-Batu Tajam yang dilaksanakan oleh PT Marga Mulya senilai ...


Kejari Kabupaten Bandung Setor Uang Pengganti Perkara Tipikor ke Kas NegaraDiduga Lakukan Pungli, Kepala Desa Dan Panitia PTSL Dilaporkan Ke Kejari PandeglangDiduga Belum Kantongi IMB, Pembangunan Tower Pemancar Dari Ratelindo Berjalan MulusPetugas Tahanan Kejari Kabupaten Bandung Amankan Pembesuk Bawa SabuDaud Pasaribu SH, : Fakta Persidangan, Objek Perkara Merupakan Harta Warisan Ibu Sinap Untuk PoniyemDewan Kunjungi Proyek 2.2 Milyar, Pelaksana Tuding Bekas PPK Persulit MerekaMerasa Dirugikan, Afrets Elat Melaporkan Keluarga Tumbel ke Polresta Manado
Laporan KhususKesakralan Gunung Pusuk Buhit Perlu DipertahankanCatatan Aliman Tua Limbong (Wartawan Jaya Pos) Menurut beberapa sumber penelitian, para ilmuwan, setelah ...


DPRD Muba Tanggapi Audiensi Baznas MubaSiap Tanggap Bencana, Kodim 0711 Pemalang Menamam Rumput VertiverPemkab Gumas Gelar Forum Konsultasi Publik Penyempurnaan Rancangan RKPD 2021Kabid Humas Polda Sulsel Silaturrahmi Dengan Wartawan MarosEbid Diana Putra: Kita Akan Wujudkan Masyarakat SejahteraPemkab Sukabumi Kembali Pertahankan Opini WTPBupati Gumas Lantik 12 Pejabat Struktural Kecamatan Manuhing