Minggu, 18 Mei 2014 - 10:12:06 WIB
Pasar Sayur Jatibarang Butuh Perhatian PemerintahKategori: Jawa Barat - Dibaca: 326 kali

Baca Juga:Dinilai Tak Becus, Buruh Kepung KadisnakerPelaksanaan UN di SMPN 1 Legok Berjalan Aman dan LancarDPRD Batanghari Pertanyakan Kewajiban PT BEI Bayar RoyaltiPenyesuaian Tarif Kapal Pelni Kelas Ekonomi Disahkan

Indramayu, Jaya Pos

Kelompok Pedagang Sayur Pasar Jatibarang Yang diwakili Data Saroji membenarkan tentang macet akibat aktifitas jual beli sayur. "Sebenarnya kami mau memberikan kenyamanan pengguna jalan bahkan kami juga sudah mengalah mundur Cuma pihak pasar induk tidak mau mengerti.

Kalau pedagang sayur ditempatkan di lantai dua jelas kami akan menolak sebab aktifitas pedagang sayur memang harus di pinggir jalan, tujuannya antara pedagang dan pembeli dengan sangat mudah mengantarkan barang dan mengambil barang," ungkap salah seorang pedagang sayur yang ditemui Jaya Pos.

Dari 57 pedagang sayur yang berjualan di Pasar Jatibarang, menurutnya, semuanya tidak ada yang di dalam. "Kalau kita tilik ke belakang sebenarnya kami pedagang sayur selalu mengalah atas berbagai kebijakan, pernah ditempatkan di tanah PT KAI, kami berjualan kesana situasi jalan lancar, hanya beberapa tahun kami pindah lagi karena pihak PT KAI meremajakan dan membutuhkan tanah itu, dititik inilah sebaiknya pihak pasar maupun pemerintah ikut membela serta memikirkan lokasi demi kepentingan bersama, tapi nyatanya tidak ada sama sekali, kami beserta rekan pedagang hanya bisa pasrah dengan langkah berani kami terpaksa berjualan di depan Pasar Jatibarang.

Sepertinya kami hanya dipandang sebelah mata oleh pemerintah maupun pasar. Kami juga tidak ingin adanya pemanfaatan mengatasnamakan pedagang sayur demi keuntungan pribadi," katanya.

Sementara Kepala Pasar Jatibarang Caswanto membantah keras adanya kios-kios kosong baik di lantai dasar maupun lantai dua. "Kami tegaskan disini, semua kios itu sudah ada pemiliknya, tidak ada yang kosong cuma kalau hari hari biasa banyak pedagang pemilik kios tidak berjualan, coba saja kalau hari pasaran antara Rabu dan Minggu, semuanya terisi penuh bahkan sampai tidak tertampung meluber sampai keluar.

Adanya pembongkaran kios di tanah PT KAI, kami juga sependapat namun bagaimana dengan dampak sosial yang ditimbulkan, imbasnya kami pengelola pasar kebagian dampak dari semuanya dan sangat terasa sekali. Sebagai contoh pedagang sayur," tegasnya.

Di tempat terpisah, Ketua LSM dan tokoh pemerhati masalah sosial Bob Cahyadi memberikan pendapat dari pembongkaran dan pengusiran paksa oleh PT KAI. Sebaiknya pihak PT KAI memikirkan dari dampak sosial yang ditimbulkan akibat pembongkaran dan pengusiran, seperti pedagang sayur yang menempati tanah PT KAI tanpa ada solusi penempatan sudah langsung diusir akibatnya dampak sosial yang ditimbulkan semakin luas.

Misalnya, kemacetan, bau busuk sampah sayur, pengguna jalan dihadapkan kemacetan khususnya warga blok rengas. "Kami juga sependapat dengan langkah pedagang sayur menggelar daganganya di pinggir jalan yang jelas dia juga butuh makan, butuh biaya," katanya. Otong S


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59646)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51494)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (49389)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14977)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14258)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14075)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13805)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13302)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (11856)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9274)
Bedah JayaposPunya Beking di Kejagung, Pejabat Masih "Kutip" KontraktorSumber, Jaya Pos Seakan tak pernah jera, sejumlah instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cirebon diduga ...


Pengelolaan DAK 64 Miliar, Disdik Ketapang Diduga Berkubang di Pusaran KKNTender Dibatalkan, Ada Tekanan Dahsyat ?Proyek Talud Pengaman Pantai Pering Diduga Tidak Sesuai SpekAPBDes Pademonegoro Diduga Masuk Kantong KadesRealisasi APBDes Sidokepung Kecamatan Buduran Tidak TransparanLahan Pertanian Milik Pemprov Jatim Disewakan di Kecamatan Tutur, Uangnya Kemana ?Kasus Suap Mega Proyek Meikarta, Sekda Pemprov Jabar Jadi Tersangka Baru
Laporan KhususAmryatul Anam dan Melan Puspitasari Terpillih Menjadi Pradana Ambalan Pandu-KunthiJawa Tengah, Jaya Pos Amryatul Anam dan Melan Puspitasari terpilih menjadi Pradana Ambalan Pandu-Kunthi pada ...


Sekang Dewek Nggo Dewek Volly Pantai, Staf Teritorial JuaraBupati Tasikmalaya: Teruslah Berkreasi, Berkarya Dalam Gerakan PramukaRaperda Perubahan APBD 2019 Disahkan20 Anggota DPRD Kota Padang Panjang Dilantik dan DisumpahIlyas Panji Alam Sholat Idul Adha di Masjid An-NurPUBLIKASI KINERJA DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN BOGOR TAHUN 2019Bertemu di IPDN, Bupati Bantaeng Bincang Akrab dengan Wapres