Rabu, 02 Juli 2014 - 06:26:47 WIB
Pemda Akan Cabut Izin Jika Perusahaan Tidak Segera BeroperasiKategori: Sulawesi Tengah - Dibaca: 600 kali

Baca Juga:Relawan Landak Hebat Adakan Deklarasi Jokowi-JKOKI Buka 1.500 ha lahan pertanian KedelaiDinilai Tidak Cukup Menampung Pasien, Bangunan RSUD Cibabat Akan DikembangkanKegiatan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Tahun 2013 Layak Dipertanyakan

Parimo, Jaya Pos

Badan Pelestarian Lingkungan Hidup (BPLH) menggelar seminar analisis dampak lingkungan (amdal) RKL-RPL perkebunan kelapa sawit dan karet PT Agri Toribulu Asri dan PT Ampibabo Agri Lestari yang dibuka oleh Bupati Parigi Moutong (Parimo) H. Samsurizal Tombolotutu, Rabu (25/6). Dalam penyampaiannya menegaskan bahwa pemerintah akan mencabut izin perusahaan jika tidak segera beroperasi.

Bupati menyebutkan, seminar amdal sangat penting karena berkaitan dengan laporan KPK. Hal ini disertai dengan memperlihatkan dokumen amdal pada lembaga independen untuk kepentingan pemeriksaan, sehingga Bupati mengharapkan pengurusan amdal dilakukan dengan segera dan secra serius dengan tujuan dapat menciptakan tenaga kerja bagi masyarakat sekitar perkebunan. Bupati juga menghimbau selain tenaga teknis dua perusahaan tersebut tidak diperbolehkan mengambil tenaga kerja diluar daerah Parimo. Sebab, kata dia, Parimo memiliki kekayaan alam yang banyak hanya belum dikelolah dengan maksimal. Maka, diharapkan dua perusahaan asing ini bisa menjadi membuka jalan bagi perusahaan lain untuk mau berinvestasi di Parimo.

Tim pengkajian dari UNTAD dan Pusat penelitain lingkungan UNHAS menjelaskan jenis komuditi dibatasi dengan lauasan dan kecamatan dan yang akan ditanam adalah komuditi sawit dan karet PT Agri Toribulu Asri sekitar 11.530 ha Ampibabo Agro Lestari sekitar 15.067 ha, kajian ini dilakukan untuk menghindari dampak lingkungan, sosial dan budaya masyarakat disekitar.

Juru bicara dari tim akademis mengatakan, penanaman sawit dilakukan secara bertahap mulai dari masa tanam sampai pada masa panen, dijelaskan pula berkaitan dengan tenaga kerja yang digunakan pada masa tanam akan dipakai juga sebagai tenaga kerja pada masa panen dan dalam penggunaan pestisida juga diupayakan agar dalam perawatannya tidak berdampak pada ligkungan terutama udara dan air.

Tim akademisi juga meng­ambil  lima titik sampel air untuk mengukur kwalitas air dan pada saat operasional jelas akan meghasilkan limbah namun perusahaan ini akan mengolah kembali limbah misalnya mengintegrasikan menjadi pakan ternak dan pembuatan eskalasi limbah selain itu tim juga telah mengkaji  masyarakat sekitar perkembunan terkait mata pencahariannya.

Setelah pemaparan tim akademisi, BPLH bidang Amdal juga mempertegas agar dari segi pengolahan limbah, perusahaan harus menjabarkan lebih detail berapa kapasitas limbah yang dihasilkan setelah berproduksi agar dari segi pengawasan BPLH dapat dipermudah untuk kepentingan lingkungan.

Kegiatan yang berlangsung hingga malam hari itu, dihadiri oleh SKPD terkait, Lembaga Swadaya Masyarakat, tim akademisi, pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan pihak perushaan. RS/ST


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (60011)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (54792)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51855)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (15357)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14622)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14437)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (14128)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13693)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (13677)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9642)
Bedah JayaposPAD Dishub Bukittinggi Diduga Terjadi Kebocoran, Oknum ASN Tidak Beretika Perlu PembinaanBukittinggi, Jaya Pos Tingkat kebocoran sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi perparkiran di ...


Kasektor Citata Kramat Jati Diduga Lindungi Bangunan BermasalahProyek Jalan PUPR Lahat AmburadulPT DWK Diduga Produksi CPO Dioplos MikoTiang Oktagonal Segi 8 Bengkok, Dishub Surabaya Lakukan PembiaranKegiatan Pamsimas di Kabupaten Sidoarjo Diduga Mark UpPembangunan Gerai Pusat Oleh-Oleh Diduga Gunakan Bangunan LamaPendataan Dinas Sosial Bukittinggi Diduga Pilih Kasih Pada Warga Miskin
Laporan KhususPemkab Gumas Raih Penghargaan Dari Menkumham RIKuala Kurun, Jaya Pos Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Bagian ...


Menjelang Hari Jadi Kabupaten Indramayu Lantik WabupWalikota Padang Panjang Kembali Terima Penghargaan Pembina ProklimPemkab Bantaeng Raih Penghargaan STBM Award Tingkat NasionalJumaga Nadeak Kembali Dilantik Pimpin DPRD KepriPimpinan Tiga Daerah ke Bantaeng Ikuti Monev Bersama KPKHari Kesaktian Pancasila Pemkot Manado Gelar Upacara Bendera45 Anggota DPRD Labuhanbatu Periode 2019 - 2014 Dilantik