Senin, 20 Februari 2012 - 10:54:00 WIB
Sejumlah Kades di Kabupaten Bandung Barat Kecewa Realisasi Musrenbang Tidak Sesuai HarapanKategori: Jawa Barat - Dibaca: 318 kali

Baca Juga:KSM Bulak Indah Kerjakan Saluran Air Melalui Dana PNPM-MPBupati Langkat Tetapkan HET Pupuk Bersubsidi Bukit Lawang Aset Berharga Tingkatkan EkonomiBURUAN...........................PASANG IKLAN BANNER DENGAN HARGA SPESIAL
Bandung Barat Jaya Pos.
Sejumlah kepala desa di Kabupaten Bandung Barat merasa kecewa atas hasil dari musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang), yang disampaikan pada saat sosialisasi di beberapa kecamatan, belum lama ini.

Seperti terungkap di Kecamatan Cipongkor, para kepala desa sempat memanas ketika perwakilan dari Bappeda Bandung Barat memaparkan akan hasil Musrenbang tahun 2011, dengan nilai anggaran untuk Kecamatan Cipongkor mencapai Rp 4,2 miliar. Kekecewaan para kepala desa itu terkait dengan nilai anggaran untuk setiap desa tidak adanya pemerataan antara desa yang satu dengan yang lain, sehingga menimbulkan kecemburuan social.

Hal itu disampaikan Kepala Desa Sirnagalih H Sugandi, yang hanya mendapat jatah dari Dinas Peternakan berupa hewan kerbau dengan nilai tidak lebih dari Rp 70 juta.
“Ini tidak adil, kenapa desa kami hanya mendapat anggaran yang begitu kecil sementara dalam RPJMDES yang kami usulkan melalui musrenbang begitu banyak. Oleh karena itu, kami merasa enggan untuk memasukan kebutuhan desa kami melalui musrenbang, karena ternyata hasilnya sangat mengecewakan,” katanya dengan nada tinggi.

Oleh karena itu, mereka berharap adanya keadilan dalam pembagian anggaran pada setiap desa, sehingga tidak terkesan diskriminatif.
Hal yang sama juga dikatakan Kepala Desa Cibenda, yang hanya mendapat jatah Rp 40 juta untuk pembangunan PAUD. “Kami kecewa sekali dengan keputusan hasil musrenbang ini, karena dari 14 desa yang ada di Kecamatan Cipongkor memiliki hak yang sama akan pembangunan di setiap desa, lagi pula bila bicara skala prioritas, apakah desa kami tidak memiliki hal itu,” tegasnya.

Pernyataan kedua kepala desa itu merupakan luapan kekecewaan. Padahal, tujuan daripada musrenbang itu sesuai dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri No 050-187/kep/Bangda/2007 tentang Pedoman Penilaian dan Evaluasi Penyelenggaraan Musrenbang, salah satu di antaranya yaitu menggalang dukungan dan komitment politik dan social untuk penanganan isu dan permasalahan prioritas pembangunan daerah.

Kekecewaan para kepala desa dan sejumlah tokoh masyarakat Kecamatan Cipongkor akhirnya ditumpahkan pada para pejabat di sejumlah SKPD di Kabupaten Bandung Barat.
Mereka beranggapan, jika hal itu adanya permainan di tingkat Pemerintah Kabupaten Bandung Barat. Kecurigaan itu tercermin dari pernyataan delegasi Musrenbang Kecamatan Cipongkor, dimana usulan yang mereka usung banyak yang tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Camat Cipongkor A Zaeni Dahlan, Kepala BPMPD, Aseng Junaedi serta tiga orang anggota DPRD Kabupaten Bandung Barat yaitu Ny Lilis Suryati, Ahmad Nur dan Ahmad Wahidin. Lalas
0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerMembongkar Proyek Permai Grup (Bag 1), PT AJ Dapat Jatah Rp 35 M di Kementerian Perhubungan (113900)Komisi IX DPR RI dan Menteri Kesehatan Agar Meninjau Kembali Pembangunan Rumah Sakit Internasional (83009)PP Amanatul Ummah Tidak Penuhi Janjinya Pada Wali Murid (15791)Tanah Milik H.Amiruddin Pase Jadi Ajang Kejahatan Koneksitas Hakim Dan Penyidik Kepolisian (12373)Dilaporkan Ke KPK, Pejabat DKI Korupsi Tanah Rp 49 Miliar (9189)Demo di Jakarta dan Tapteng Desak Tangkap Bonaran Situmeang (8852)Sudah Tiga Jenderal Polisi Pembawa Gerbong Terbelit Kasus (8709)Masyarakat Tapanuli Tengah Demo Didepan Kantor KPK Minta Ketua KPK Tangkap Bonaran Situmeang (8490)SMPN 2 Pasar Kemis Butuh Ruang Kelas Baru (7810)Demo di Kantor Bupati Tapteng, Minta Bonaran Situmeang Segera Ditangkap (7076)
Bedah JayaposPerubahan Jenis Tanaman PTPN VII Unit Usaha Bekri IlegalLampung Tengah, Jaya Pos Perkebunan yang sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda dan dari tahun 1996 yang ...


Selamatkan Danau Toba ( I ), Pembabatan Hutan oleh GDS Ancam Keselamatan Pulau SamosirInfrastruktur di Desa Sei Landak Sangat Minim PengawasanBandar Narkoba Dilepas Kinerja Kapolres Sergai DipertanyakanPembangunan jalan Nasional, PT. Inti Indokomp Cs Diduga Kuat Gunakan Material NonstandarPupuk Bersubsidi Menghilang di Pasaran Petani Pantura Subang KelimpunganDiduga Proyek Bermasalah 3 LSM Laporkan ke KPKKejaksaan Akan Usut Dugaan Korupsi PDAM Tirtawening
Laporan KhususPembangunan Jembatan Desa Mendapat Apresiasi Dari MasyarakatIndramayu, Jaya Pos Bupati Indramayu Hj Anna Sophanah dalam setiap pertemuannya menekankan tentang arti ...


Dr. Tigor Gembira, HKBP Perhatikan Masalah Pendidikan dan KesehatanIbu Petani, Kini Jadi Anggota DPRD Kota Pematang SiantarGelar Lomba Cipta Menu B2SAPSN Menjadi Budaya Hidup Bersih Sepanjang MasaPemkot Mojokerto Gelar Pameran UMKM dan Industri Kreatif Jatim 2014Rano Karno Resmikan Pembangunan Ruas Jalan Citeras-TigaraksaUpacara Peringatan HUT RI Ke 69 di Ogan Ilir Berlangsung Khidmat