Sabtu, 22 November 2014 - 09:52:28 WIB
Berbagi 'Kue' di Dinas Pengairan Masih Jadi TradisiKategori: Jawa Barat - Dibaca: 576 kali

Baca Juga:Sekda : Gubernur Punya Wewenang Sebagai Wakil Pemerintah PusatWabub Motivasi Kader PMI Jaga Eksitensi OrganisasiSatlantas Polres Gumas Data Siswa BermotorBimtek Produk Hukum Daerah Ketapang Bagi SKPD

Bandung Barat, Jaya Pos

Tradisi bagi-bagi jatah proyek di lingkungan Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Kabupaten Bandung Barat ternyata bukan menjadi rahasia lagi, terjadi setiap tahun anggaran, terlebih menjelang pelaksanaan proyek.

Istilah pengkondisian menjadi hal yang kental, baik proyek yang disebut PL (penunjukan langsung), atau yang melalui lelang resmi LPSE. Tradisi ini justru merebak di kalangan pegawai dinas tersebut yang nyata-nyata adalah PNS, bahkan honorer pun juga ikut bermain, yang secara aturan termasuk pelanggaran disiplin PNS, dan dapat dikategorikan sebagai bentuk KKN.

Oknum pegawai DBMP disinyalir melakukan pemetaan siapa yang akan diberi jatah proyek, baik melalui PL maupun LPSE, mekanisme tender diduga hanya sebatas formalitas, bahkan oknum pegawai DBMP malah ikut memfasilitasi siapa-siapa yang akan ikut sebagai sub-kontraktor (sub-kon) dari main-kontraktor (main-kon/pemenang tender).

Catatan Jaya Pos di lapangan terkait bagi-bagi kue proyek di lingkungan DBMP salah satunya terjadi pada proyek pengairan, UPT Pengairan yang membawahi wilayah Kecamatan Gununghalu-Rongga-Sindangkerta.

Menurut sumber Jaya Pos, (14/11), sebut saja PD dan YS. Dalam pergerakannya oknum DBMP melakukan pendekatan terhadap pemenang lelang baik PL maupun LPSE, sebut saja oknum Dinas Pengairan tersebut DM dan HR, mereka menjanjikan beberapa proyek LPSE yang nilainya berkisar 400 juta rupiah kepada PD sebagai calon sub-kon.

Menurut PD, karena sudah bisa dipastikan akan diberi proyek dari pemenang lelang atas peran DM dan HR, sedikitnya PD sudah mempersiapkan diri baik tenaga maupun biaya, kemudian mengkondisikan pekerja dan material di lapangan.  Tetapi PD harus menelan pil pahit, karena omongan DM dan HR tak terbukti, mereka malah memberikan proyek tersebut kepada teman sejawat (sesama pegawai DBMP).

PD tentu saja kecewa berat, biaya dan tenaga sia-sia, berkali-kali ditanyakan tak ada kepastian, bahkan beberapa kali pula disusul ke rumahnya, DM malah seperti menghindar.

Kekecewaan PD sempat menimbulkan perselisihan sesama rekan kerja satu tim yaitu YS, dianggap oknum DBMP tidak konsisten, terlebih setelah diketahui bahwa di lingkungan PNS, DBMP sama-sama bermain proyek, salah satunya proyek yang pernah dijanjikan Bendung Pasirsalam di Kecamatan Sindangkerta sempat menimbulkan gejolak.

Rekan PD yaitu YS sudah menyiapkan batu muka yang nilainya sekitar 5 juta rupiah kini sudah dipakai oleh pelaksana yang juga sama-sama sub-kon yang diduga adalah PNS DBMP, dan material tersebut belum dibayar.

“Kami sudah menyediakan dan membuat batu muka untuk proyek Pasirsalam, dan mengkondisikan tenaga kerja di proyek Gununghalu, tetapi kemudian begitu diketahui bahwa kami dibatalkan sebagai pelaksana sub-kon, kami tinggalkan batu mukanya, kami sudah habis sekitar lima jutaan, dikira batu muka yang dipakai mau dibayar, ternyata, jangankan dibayar komunikasi saja tidak ada,” kata YS yang merasa dirugikan.

Sumber YS juga menjelaskan, permasalahan proyek pengairan yang sebahagian dilaksanakan oleh oknum PNS DBMP memang sulit dilacak, sebab PNS tersebut juga pertindak sebagai pengawas lapangan, atau staf kantor dinas pengairan, sementara mereka sudah bermain mata dengan pemenang lelang. Dengan kata lain tahu sama tahu, yang penting antara oknum PNS dengan pemborong saling jaga rahasia dan saling menguntungkan.

Sementara, seorang pengawas lapangan dari DBMP sebut saja AJ yang dihubungi Jaya Pos melalui nomor selulernya, (14/11), untuk meminta keterangan terkait maraknya pegawai DBMP yang ikut bermain proyek mengatakan bahwa dirinya tidak terlibat sebagai sub-kon, atau ikut memborong pekerjaan dari pemenang lelang.

AJ bekerja sebagai pengawas lapangan atas nama dinas, karena di lapangan sudah ada pelaksana dari pemenang lelang. Ia menyadari kalau dirinya menjadi sorotan ikut memborong, dan disadari pula kalau informasi semacam itu dihembuskan orang dinas sendiri, yang merasa iri karena proyek-proyek yang diawasi dalam kawasannya cukup berhasil baik secara administrasi maupun fisik.Rg


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerWalikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (67014)Proyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (60968)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (52727)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (18477)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (16296)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (15559)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (15273)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (14966)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (14730)Diduga Mabuk, Tarian Gemulai Siswi SMAN 1 Mojosari Mojokerto Viral (10946)
Bedah JayaposKepala Inspektorat Sumbar Pecat Oknum ASN, Diduga Tilep Dana Masjid Raya Rp 1.5 MPadang, Jaya Pos Setelah menjabat enam tahun sebagai bendaharawan, akhirnya terungkap kebobrokan oknum ASN ...


Kasus YP Galuh Kini di Polda, KPK Diminta MensupervisiProyek Peningkatan Jalan Utama BPTP Babel Diduga MenyimpangMurkayani S, Terdakwa Penipuan CPNS Dituntut 2 Tahun 6 Bulan PenjaraDiduga Gunakan Dana Desa FiktifDiduga Honor Pencegahan Karhutla Tahun 2019 di Ketapang DisunatKejati Babel Usut Dugaan Penyimpangan Pembelian Biji TimahProyek Jl Pelang-Batu Tajam Ketapang Rp 56,4 M Terindikasi Gagal Mutu
Laporan KhususKajati Jabar Hadiri Pencanangan WBK/ WBBM di Kejari Kabupaten BandungKab Bandung, Jaya Pos Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat (Kajati Jabar) Ade Eddy Adhyaksa menyaksikan ...


Empat Tahun Pimpin Tanah Datar, Duet Irdinansyah Tarmizi dan Zuldafri Darma Bertabur PrestasiMTQ OKI Ke 29, Syiar Al QurKPP Pratama Bukittinggi Bersinergi dengan Pemko PadangpanjangDesa Sukamulya Maju Dan Berkembang Pesat Berkat Kepemimpinan H. NawawiOrmas LACAK Mengajak Masyarakat Mengawal Terus Anggaran Negara Dalam Pemberantasan KorupsiKerajinan Ijuk Panumbangan Tembus Pasar Tanah AirKesakralan Gunung Pusuk Buhit Perlu Dipertahankan