Sabtu, 22 November 2014 - 09:55:26 WIB
PT Super Andalas Steel Digugat Penemu Mesin Ketel Uap BoilerKategori: Jakarta - Dibaca: 1302 kali

Baca Juga:Berbagi 'Kue' di Dinas Pengairan Masih Jadi TradisiSekda : Gubernur Punya Wewenang Sebagai Wakil Pemerintah PusatWabub Motivasi Kader PMI Jaga Eksitensi OrganisasiSatlantas Polres Gumas Data Siswa Bermotor

Jakarta, Jaya Pos

DR Ir Takal Barus AK3, seorang penemu mesin ketel uap boiler merk Takuma type N-600 dan type N-100 menggugat PT Super Andalas Steel (SAS) karena sengaja memproduksi dan menjual mesin tersebut tanpa ijin. Gugatan diajukan ke Pengadilan Niaga di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat pekan lalu.

“Sudah 10 tahun lebih saya memperjuangkan hak paten saya ini pak, hingga saya mengajukan gugatan ini belum ada satupun pelakunya yang dihukum,” kata Takal Barus yang juga pensiunan dari BUMN Perkebunan ini kepada wartawan usai sidang.

Takal Barus berharap, majelis hakim mengabulkan gugatannya supaya perjuangannya sebagai penemu mesin tersebut tidak sia-sia. Sebab, mesin itu sangat berguna untuk meningkatkan efisiensi penggunaan uap dalam pabrik pengolahan kelapa sawit.

“Jika mesin ini diterapkan dalam pengolahan kelapa sawit, maka keuntungan dan manfaat yang didapat adalah mutu CPO Indonesia akan lebih baik dan berguna menghemat pada penggunaan air, solar, cangkang, serta peningkatan mutu CPO. Bahkan indeks dobi menjadi minimum 2,8 dengan betakarotennya minimal 500 PPM. Faktanya, anjuran Menteri Pertanian Sjarifuddin Baharsjah saat itu, tidak satupun pabrik kelapa sawit yang menggunakan mesin itu. Sehingga CPO Indonesia dibawah standar internasional,” terang Takal Barus.

Ternyata, tambah Takal Barus, ada hal yang paling penting yaitu CPO Indonesia sudah ditolak di luar negeri. “Karena tidak memenuhi standar normal untuk manusia betakaroten minimum 500 PPM. Kandungan CPO kita hanya 450 PPM yang cenderung mengandung racun,” ujar Takal Barus.

Kuasa hukum Takal Barus, Jhon S.E Panggabean,SH.MH, mengatakan, gugatan yang dilayangkan karena tergugat I yakni Direktur PT SAS, Udjam Junus dalam membuat dan memperjual belikan mesin boiler kepada PTP Nusantara IV Pasir Mandoge dan PTPN Gunung Bayu tanpa meminta izin terlebih dulu kepada kliennya selaku pemegang hak paten.

“Mesin boiler yang dibuat dan dijual tergugat I mengunakan proses sesuai dengan hak paten nomor ID 001124 milik Pak Barus selaku pengugat. Meningkatkan suhu uap super heateer boller 260 derajat celcius menjadi 320 derajat celcius,” kata Jhon Panggabean.

Oleh sebab itu, lanjutnya, dalam pokok perkara yang diajukan, mereka meminta kepada majelis hakim agar merintahkan tergugat I untuk menghentikan seluruh kegiatan memproduksi dan menjualkan mesin tersebut kepada PTPN IV Pasir Mandoge atau kemanapun juga karena melanggar Paten No ID 0011240 milik penggugat.

“Menyatakan tergugat I telah melakukan perbuatan melawan hukum. Meminta hakim agar menghukum tergugat I untuk membayar ganti rugi secara tunai kepada penggugat dengan kerugian materiil sebesar Rp18 milyar lebih dan kerugian imateriil Rp20 milyar,” ujar Jhon.

Dia mengatakan kerugian imateriil ini lantaran kliennya memilik perasaan tertekan, tergangu, meski jumlahnya itu sulit dihitung. Apalagi, kliennya sudah 10 tahun berjuang menuntut keadilan, tapi tak membuahkan hasil. “Klien saya sudah bawa kasus ini keranah pidana, tapi oleh penyidik  Medan, Sumatera Utara tapi sudah dihentikan (SP3),” terang Jhon Panggabean. RMT Sormin


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerWalikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (66459)Proyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (60952)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (52716)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (18423)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (16282)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (15541)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (15263)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (14952)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (14712)Diduga Mabuk, Tarian Gemulai Siswi SMAN 1 Mojosari Mojokerto Viral (10931)
Bedah JayaposProyek Jl Pelang-Batu Tajam Ketapang Rp 56,4 M Terindikasi Gagal MutuKetapang, Jaya Pos Proyek Peningkatan Jalan Pelang-Batu Tajam yang dilaksanakan oleh PT Marga Mulya senilai ...


Kejari Kabupaten Bandung Setor Uang Pengganti Perkara Tipikor ke Kas NegaraDiduga Lakukan Pungli, Kepala Desa Dan Panitia PTSL Dilaporkan Ke Kejari PandeglangDiduga Belum Kantongi IMB, Pembangunan Tower Pemancar Dari Ratelindo Berjalan MulusPetugas Tahanan Kejari Kabupaten Bandung Amankan Pembesuk Bawa SabuDaud Pasaribu SH, : Fakta Persidangan, Objek Perkara Merupakan Harta Warisan Ibu Sinap Untuk PoniyemDewan Kunjungi Proyek 2.2 Milyar, Pelaksana Tuding Bekas PPK Persulit MerekaMerasa Dirugikan, Afrets Elat Melaporkan Keluarga Tumbel ke Polresta Manado
Laporan KhususKesakralan Gunung Pusuk Buhit Perlu DipertahankanCatatan Aliman Tua Limbong (Wartawan Jaya Pos) Menurut beberapa sumber penelitian, para ilmuwan, setelah ...


DPRD Muba Tanggapi Audiensi Baznas MubaSiap Tanggap Bencana, Kodim 0711 Pemalang Menamam Rumput VertiverPemkab Gumas Gelar Forum Konsultasi Publik Penyempurnaan Rancangan RKPD 2021Kabid Humas Polda Sulsel Silaturrahmi Dengan Wartawan MarosEbid Diana Putra: Kita Akan Wujudkan Masyarakat SejahteraPemkab Sukabumi Kembali Pertahankan Opini WTPBupati Gumas Lantik 12 Pejabat Struktural Kecamatan Manuhing