Kamis, 11 Desember 2014 - 05:41:14 WIB
Diduga Peras Pengusaha Toko Material dan Toko Emas, PPATK Diminta Audit Harta Pejabat KPP Pratama KoKategori: Tangerang - Dibaca: 22 kali

Baca Juga:Karyawan Dipecat Perusahaan Diharap Buat PengaduanHari Bhakti PU Ke-69 Dinas Bina Marga dan Cipta Karya Kabupaten Majalengka MeriahSebanyak 2.000 Nelayan Dapat KNKepsek MTsN Dumai Libatkan Wali Murid Hadapi UN dan UAMBN

Tangerang, Jaya Pos

Kinerja oknum pejabat Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kosambi yang diduga melakukan pemerasan terhadap pengusaha toko material dan toko emas di wilayah Teluknaga dan Kosambi, Kabupaten Tangerang, mendapat sorotan dari masyarakat.

Untuk itu, berbagai pihak meminta kepada penegak hukum dan Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) memeriksa dan mengaudit harta kekayaan oknum-oknum pejabat KPP Pratama Kosambi.

“Kalau benar masih ada oknum pejabat maupun pegawai kantor pajak yang melakukan perbuatan tidak terpuji dengan cara memeras para pengusaha untuk memperkaya diri sendiri maupun kelompoknya, tindakan seperti itu tidak dibiarkan. Kare­nanya, untuk mengetahui sejauhmana kebenaran informasi tersebut, kita berharap agar penegak hukum dan PPATK segera memeriksa atau mengaudit harta pejabat di lingkungan Kantor KPP Kosambi,” ujar sejumlah warga kepada wartawan, belum lama ini.

Sebagaimana diberitakan pada edisi sebelumnya, kinerja petugas Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Kosambi jadi sorotan, hal itu terkait dengan keluhan sejumlah pemilik toko mas dan bahan material bangunan dan perusahaan kecil  di wilayah Teluk Naga, Kosambi, Sepatan dan Kawasan industri Akong  yang mengaku resah akibat ulah oknum pegawai kantor pajak yang mendatangi tempat usaha mereka, seolah-olah mengaudit dan melakukan pemeriksaan.

Modus yang dilakukan dengan cara menghimbau pemilik usaha agar membayar pajak pendapatan dengan modal menunjukkan surat tugas dari KPP Kosambi yang beralamat di wilayah Cikokol, Kota Tangerang.

Sayangnya, seperti diungkapkan salah seorang pengusaha toko material berinisial T kepada wartawan, oknum petugas pajak tersebut dengan seenaknya menentukan  besaran pajak yang harus disetorkan.

“Beberapa waktu lalu, tempat usaha saya didatangi petugas KPP Kosambi, dan meminta sejumlah uang karena saya dituduh tidak pernah membayar pajak. tapi permintaan mereka saya tolak. Saya tolak karena permintaannya sangat memberatkan,” ujarnya.

Dikatakan, ulah oknum-oknum petugas kantor pajak tersebut sangat meresahkan para pemilik toko material dan toko emas di wilayah Teluknaga dan Kosambi. “Saya sangat kecewa terhadap kinerja KPP Wilayah Kosambi, karena pemilik toko mas dan toko material dijadikan sebagai sapi perah,” sesalnya.

Masih menurut pemilik toko material itu, beberapa waktu lalu, oknum petugas pajak mendatangi toko mas milik salah seorang temannya yang namanya enggan disebut. Kepada pemilik toko mas itu, kata dia, petugas pajak diminta membayar pajak sebesar Rp1,2 miliar. Semula permintaan uang sebesar itu ditolak oleh pemilik toko mas, tapi setelah nego menjadi sebesar Rp600 juta dengan kesepakatan sebesar Rp300 juta akan disetor ke KPP Kosambi dan

Rp 300 juta lainnya untuk oknum petugas pajak agar permasalahan tidak diperpanjang. “Malah menurut teman saya tersebut, oknum pegawai  kantor pajak meminta 4 unit mobil Toyota Camri dan mobil CRV. Kami sudah sangat resah dengan ulah para oknum kantor pajak itu,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Pengawasan dan Komunikasi (Waskom) KPP Kosambi, Bayu Agung saat hendak dikonfirmasi Jaya Pos terkait dugaan “pemerasan” yang dilakukan oknum petugas kantor pajak yang sangat meresahkan pengusaha toko material dan toko mas serta perusahaan kecil menengah di wilayah Teluknaga, Kosambi,Sepatan dan kawasan industri Akong tidak berkenan memberikan keterangan. “Itu wewenang Kepala Kantor,” katanya singkat.

Sementara Nanser selaku Kepala KPP Pratama Kosambi ketika hendak dikonfirmasi, dengan tergesa-gesa sambil meninggalkan wartawan, Bayu menyebutkan bahwa yang bersangkutan sedang tungas di Jakarta.Bung


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerDinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (4662)Proyek KA di Sulsel Membawa Petaka, Danyon Zipur Jadi Tersangka (2990)Komentari Kasus e-KTP, Andar: Abraham Samad Itu 'Omdo' (1659)Pandangan Umum Fraksi PDIP, PAN, dan RNB Terhadap Nota Keuangan dan Raperda APBD Kota Depok TA 2018 (1085)PT IIGF Adakan Baksos di Desa Telajung (605)Sutadi SH dan Oknum Polres Ketapang Diduga Bobol Rumah Walet Milik Akim (514)PT Jembatan Nusantara Melakukan Pembohongan Terhadap Pelamar Pekerjaan (464)Proyek Jalan Siduk-Ketapang Rp 27 M Diduga Bermasalah (336)Diabetes, Ancaman Yang Harus Diwaspadai (295)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (288)
Bedah JayaposAPBDes Katimoho Terindikasi DikorupsiGresik, Jaya Pos APBDes Desa Katimoho Kecamatan Kedamean Kabupaten Gresik Jawa Timur jadi sorotan. Pasalnya ...


Bendungan Karalloe Senilai 518 M Tidak Selesai PPK dan Kontraktor Enggan KomentarTangani Sengketa Tanah Damang Tewah Turun LapanganPT EBB Supply Puluhan Ribu Ton Solar Perhari ke Penambang di Sei KahayanRehab Sekolah Di Pandeglang Diduga Rawan PenyimpanganBPN Maros Akan Panggil Pemilik Sertifikat Ganda Pada Lahan Proyek Mamminasata Pekerjaan Jalan Pasirkadu-Perdana Dikeluhkan WargaPT. MAJI Diduga Serobot Lahan Kelompok Tani Karya Mandiri
Laporan KhususDinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Depok Gelar Workshop B2SADepok, Jaya Pos Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Depok mengelar acara Workshop penyusunan ...


Memperkenalkan Lebih Dini Budaya Batak Pada Anak-Anak Melalui Natal STM SarohaWaiting List Keberangkatan Jamaah Haji Kabupaten Ciamis Sudah Mencapai 2030Menggali Monumen Quo Lijn, Tim Pusat Sejarah Kepolisian Melakukan PenelitianSiapkan Aparatur Transportasi Handal, Padang Panjang Teken MoU dengan STTDPemkab Mukomuko Memperingati Maulid Nabi Mudammad SAW 1439 H/2017 MImbau Pemkab/Pemkot Ingatkan Masyarakat Lakukan Pencegahan KebakaranPengembangan Pemasaran Melalui Online