Kamis, 11 Desember 2014 - 05:41:14 WIB
Diduga Peras Pengusaha Toko Material dan Toko Emas, PPATK Diminta Audit Harta Pejabat KPP Pratama KoKategori: Tangerang - Dibaca: 45482 kali

Baca Juga:Karyawan Dipecat Perusahaan Diharap Buat PengaduanHari Bhakti PU Ke-69 Dinas Bina Marga dan Cipta Karya Kabupaten Majalengka MeriahSebanyak 2.000 Nelayan Dapat KNKepsek MTsN Dumai Libatkan Wali Murid Hadapi UN dan UAMBN

Tangerang, Jaya Pos

Kinerja oknum pejabat Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kosambi yang diduga melakukan pemerasan terhadap pengusaha toko material dan toko emas di wilayah Teluknaga dan Kosambi, Kabupaten Tangerang, mendapat sorotan dari masyarakat.

Untuk itu, berbagai pihak meminta kepada penegak hukum dan Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) memeriksa dan mengaudit harta kekayaan oknum-oknum pejabat KPP Pratama Kosambi.

“Kalau benar masih ada oknum pejabat maupun pegawai kantor pajak yang melakukan perbuatan tidak terpuji dengan cara memeras para pengusaha untuk memperkaya diri sendiri maupun kelompoknya, tindakan seperti itu tidak dibiarkan. Kare­nanya, untuk mengetahui sejauhmana kebenaran informasi tersebut, kita berharap agar penegak hukum dan PPATK segera memeriksa atau mengaudit harta pejabat di lingkungan Kantor KPP Kosambi,” ujar sejumlah warga kepada wartawan, belum lama ini.

Sebagaimana diberitakan pada edisi sebelumnya, kinerja petugas Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Kosambi jadi sorotan, hal itu terkait dengan keluhan sejumlah pemilik toko mas dan bahan material bangunan dan perusahaan kecil  di wilayah Teluk Naga, Kosambi, Sepatan dan Kawasan industri Akong  yang mengaku resah akibat ulah oknum pegawai kantor pajak yang mendatangi tempat usaha mereka, seolah-olah mengaudit dan melakukan pemeriksaan.

Modus yang dilakukan dengan cara menghimbau pemilik usaha agar membayar pajak pendapatan dengan modal menunjukkan surat tugas dari KPP Kosambi yang beralamat di wilayah Cikokol, Kota Tangerang.

Sayangnya, seperti diungkapkan salah seorang pengusaha toko material berinisial T kepada wartawan, oknum petugas pajak tersebut dengan seenaknya menentukan  besaran pajak yang harus disetorkan.

“Beberapa waktu lalu, tempat usaha saya didatangi petugas KPP Kosambi, dan meminta sejumlah uang karena saya dituduh tidak pernah membayar pajak. tapi permintaan mereka saya tolak. Saya tolak karena permintaannya sangat memberatkan,” ujarnya.

Dikatakan, ulah oknum-oknum petugas kantor pajak tersebut sangat meresahkan para pemilik toko material dan toko emas di wilayah Teluknaga dan Kosambi. “Saya sangat kecewa terhadap kinerja KPP Wilayah Kosambi, karena pemilik toko mas dan toko material dijadikan sebagai sapi perah,” sesalnya.

Masih menurut pemilik toko material itu, beberapa waktu lalu, oknum petugas pajak mendatangi toko mas milik salah seorang temannya yang namanya enggan disebut. Kepada pemilik toko mas itu, kata dia, petugas pajak diminta membayar pajak sebesar Rp1,2 miliar. Semula permintaan uang sebesar itu ditolak oleh pemilik toko mas, tapi setelah nego menjadi sebesar Rp600 juta dengan kesepakatan sebesar Rp300 juta akan disetor ke KPP Kosambi dan

Rp 300 juta lainnya untuk oknum petugas pajak agar permasalahan tidak diperpanjang. “Malah menurut teman saya tersebut, oknum pegawai  kantor pajak meminta 4 unit mobil Toyota Camri dan mobil CRV. Kami sudah sangat resah dengan ulah para oknum kantor pajak itu,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Pengawasan dan Komunikasi (Waskom) KPP Kosambi, Bayu Agung saat hendak dikonfirmasi Jaya Pos terkait dugaan “pemerasan” yang dilakukan oknum petugas kantor pajak yang sangat meresahkan pengusaha toko material dan toko mas serta perusahaan kecil menengah di wilayah Teluknaga, Kosambi,Sepatan dan kawasan industri Akong tidak berkenan memberikan keterangan. “Itu wewenang Kepala Kantor,” katanya singkat.

Sementara Nanser selaku Kepala KPP Pratama Kosambi ketika hendak dikonfirmasi, dengan tergesa-gesa sambil meninggalkan wartawan, Bayu menyebutkan bahwa yang bersangkutan sedang tungas di Jakarta.Bung


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerMembongkar Proyek Permai Grup (Bag 1), PT AJ Dapat Jatah Rp 35 M di Kementerian Perhubungan (120851)Komisi IX DPR RI dan Menteri Kesehatan Agar Meninjau Kembali Pembangunan Rumah Sakit Internasional (90540)Bayi Hasil Hubungan Gelap Dibuang di WC Sekitar Kabah ( Nestapa Pahlawan Devisa di Negeri Orang Bgn (51412)SMPN 2 Pasar Kemis Butuh Ruang Kelas Baru (46971)Diduga Peras Pengusaha Toko Material dan Toko Emas, PPATK Diminta Audit Harta Pejabat KPP Pratama Ko (45482)PP Amanatul Ummah Tidak Penuhi Janjinya Pada Wali Murid (43816)Tanah Milik H.Amiruddin Pase Jadi Ajang Kejahatan Koneksitas Hakim Dan Penyidik Kepolisian (37116)Perusahaan Martua Sitorus Ngemplang Pajak Rp 7,2 Triliun? (32124)Ibunda Ajeng Mamamia Dimejahijaukan (30983)Sudah Tiga Jenderal Polisi Pembawa Gerbong Terbelit Kasus (23110)
Bedah JayaposMaskur Anang Diduga Korban Kriminalisasi PT WKSJambi, Jaya Pos Puluhan anggota Aliansi Demokrasi Indonesia (ADI) melakukan unjuk rasa di depan Pengadilan ...


Memalukan, Kabid DP3 Ketapang Berkelahi Dengan KontraktorKades Sungai Melayu Bangun Proyek Desa, Disinyalir Garap Hutan Lindung Bukit Belaban TujuhBiaya Pernikahan Di Subang MembengkakDiduga Gunakan Ijazah Palsu Kades Terancam DipecatPembuatan Pagar Puskesmas Pekanbaru Diduga Mark UpPenyelidikan Dugaan Korupsi Proyek TPA di Kajari Pekanbaru Diduga MandegBupati Yasti Tutup PT Conch Diduga Aktifitas Tak Mengatongi Ijin
Laporan KhususNikman Pimpin Tim 3 Safari Ramadhan Kunjungi Kecamatan Rebang TangkasWay Kanan, Jaya Pos Momen silaturahmi ramadhan para pejabat Pemerintah Kabupaten Way Kanan yang dilaksanakan ...


Kali Kedua, Kabupaten OKU Raih WTP 2017Jabar Memilik Tingkat Kerawanan Bencana Alam yang TinggiHasil RUPS Perusda Bupati Rohul Komitmen Majukan Pasar Modern Kampung PadangBupati Inhil Himbau Masyarakat Pro-Aktif Ikut Awasi Pelaksanaan Program DMIJAgam Kembali Raih Opini WTPKembali Pimpin Rohul Suparman Ajak Berlayar Seluruh Aparatur BerprestasiPT BGA Region IV Adakan Pelatihan Pengendalian dan Penanggulangan Karhutla Lanjutan