Sabtu, 17 Januari 2015 - 07:19:38 WIB
Dugaan Korupsi Rp 5,7 M, PTPN XIII Kab Paser Dilaporkan Ke KPKKategori: Kalimantan Selatan - Dibaca: 1238 kali

Baca Juga:Disdukcapil Musi Rawas Dilaporkan LSM MPPD Ke Polda SumselBupati Ajak Seluruh Pegawai Senantiasa Memberikan Pelayanan Terbaik Kepada MasyarakatPejabat KPP Pratama Kosambi Diperiksa Inspektorat Bupati lantik Ustayadi Menjadi Direktur PDAM Tirta Pengabuan

Paser, Jaya Pos

Perwakilan warga Dayak Kabupaten Paser Kalimantan Timur melaporkan Agus. S selaku Manager Pengembangan Kebun Kelapa Sawit PTPN XIII (PT Perkebunan Nusantara XIII) ke KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), Senin 8 Desember.

Karena atas dugaan korupsi tersebut negara dirugikan mencapai Rp 5,7 miliar, yakni terkait pembebasan lahan perkebunan sawit seluas lebih kurang 3000 ha pada tahun 2011/2012 yang terletak di Desa Binangon Desa Muara Payang dan Desa Long Sayo Kecamatan Muara Komam Kabupaten Paser Kalimantan Timur.

PT Perkebunan Nusantara XIII (PTPN XIII) merupakan perusahaan plat merah alias Badan Usaha Milik Negara, dalam upaya perluasan perkebunan sawit di Kabupaten Paser telah membebaskan lahan masyarakat Dayak Paser lebih kurang  3000 ha. Sehubungan dengan hal tersebut kerugian negara yang tidak tanggung-tanggung, mencapai miliaran rupiah.

Modus yang digunakan yaitu melakukan penggelembungan harga jual beli dari Rp 1,5juta/ha digelembungkan menjadi Rp 3juta/ha dengan landasan hukum jual-beli lahan merupakan surat pernyataan penguasaan fisik bidang tanah.

Anden Imansyah bersama kawan-kawan sebelumnya pernah mempertanyakan harga jual-beli lahan tersebut kepada General Manager PTPN XIII Paser Ir. Jono Pinem dikatakan bahwa harga jual-beli lahan Rp 1,5 juta/ha,  sangat berbeda dengan apa yang dikatakan Agus S bahwa harga jual-beli lahan Rp 3 juta/ha.

Perbedaan harga yang sangat menyolok tersebut menimbulkan kerugian negara yang tidak sedikit. “Atas dasar itu, PTPN XIII Paser dilaporkan ke KPK,,” kata Anden Imansyah.

Sebenarnya masyarakat Dayak Paser yang berada di Desa Binangon, Desa Muara Payang dan Desa long Sayo merasa tertipu dengan harga jualbeli lahan perkebunan sawit hanya Rp 1,5 juta/ha.

Anden Imansyah lebih jauh melalui telepon seluler mengatakan, dugaan korupsi di PTPN XIII tersebut pada tanggal 11 April 2014 sebenarnya sudah dilaporkan pada Kejaksaan Negeri Paser, tetapi hingga pada tanggal 8 Desember tahun lalu, laporan tersebut tidak pernah mendapatkan perhatian yang serius dari Jaksa Abdul Muis Ali SH yang menerima berkas dugaan korupsi tersebut.

Anden Imansyah bersama masyarakat pernah mempertanyakan atas dugaan korupsi PTPN XIII tersebut pada Kasi Pidsus Kejari Paser Abdul Muis Ali SH, dengan alasan Kejari Paser tidak dapat menindaklanjuti laporan tersebut, pasalnya sebagimana perjanjian yang ada Kejaksaan Negeri merupakan pengacara negara (pengacara BUMN).

Atas dasar penjelasan itu, Anden dan kawan-kawan merasa sangat kecewa, maka akhirnya berangkat ke Jakarta untuk melaporkan dugaan korupsi di perusahaan plat merah ituke KPK, dengan harapan semoga yang merasa kebal hukum di PTPN XIII dapat diseret ke meja hijau dan jika terbukti bersalah dapat dihukum seberat-beratnya, karena oknum PTPN XIII telah meraup kekayaan diatas penderitaan penduduk, dan kerugian negara yang tidak sedikit mencapai Rp 5,7 milyar belum termasuk dugaan korupsi lain, karena ditemukan adanya biaya pembuatan dokumen lain yang terkait dengan pembebasan lahan kebun sawit tersebut.BHD


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerWalikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (67617)Proyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (60975)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (52735)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (18492)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (16304)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (15568)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (15278)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (14969)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (14758)Diduga Mabuk, Tarian Gemulai Siswi SMAN 1 Mojosari Mojokerto Viral (10956)
Bedah JayaposPekat Togel Menjamur, Ormas IPK Minta Kapolsek Tapung Tutup Judi TogelKampar, Jaya Pos Meski polisi selalu berhasil menangkap para pelaku Jurtul Togel, namun penjual Togel ...


Terkesan Kongkalikong, Baru Hitungan Bulan Dikerjakan Sudah AmburadulPenggunaan ADD/DD Tertutup, Pembangunan Semenisasi Desa Talang Danto Hitungan Hari Sudah RusakKepala Inspektorat Sumbar Pecat Oknum ASN, Diduga Tilep Dana Masjid Raya Rp 1.5 MKasus YP Galuh Kini di Polda, KPK Diminta MensupervisiProyek Peningkatan Jalan Utama BPTP Babel Diduga MenyimpangMurkayani S, Terdakwa Penipuan CPNS Dituntut 2 Tahun 6 Bulan PenjaraDiduga Gunakan Dana Desa Fiktif
Laporan KhususKecamatan Kebonpedes Kembali Berinovasi, Sekda : Pemkab Mendukung Program MasyarakatSukabumi, Jaya Pos Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi H. Iyos Somantri bertindak Pembina Upacara Pada Hari ...


Pemkab Asahan Laporkan LKPD 2019 Ke BPK Provinsi SumutSyafril Miliki 9 Anak Sarjana Salah Satunya Wabup SijunjungKajati Jabar Hadiri Pencanangan WBK/ WBBM di Kejari Kabupaten BandungEmpat Tahun Pimpin Tanah Datar, Duet Irdinansyah Tarmizi dan Zuldafri Darma Bertabur PrestasiMTQ OKI Ke 29, Syiar Al QurKPP Pratama Bukittinggi Bersinergi dengan Pemko PadangpanjangDesa Sukamulya Maju Dan Berkembang Pesat Berkat Kepemimpinan H. Nawawi