Rabu, 21 Januari 2015 - 05:20:12 WIB
Diduga Garap Hutan Lindung, Kebun Sawit PT MAR Diperiksa Kemenhut RIKategori: Kalimantan Barat - Dibaca: 683 kali

Baca Juga:Jual Beli Proyek Pengadaan Langsung Kec Cisauk Tangerang ?Finger Print Hanya Hiasan DindingBupati Tetap 0ptimis Untuk Kelanjutan Mega Proyek WFCPromosi Kesehatan di RSUD Cibabat Sangat Banyak Manfaatnya

Kubu Raya, Jaya Pos

TIM Kementerian Kehutanan dan Kementerian  Ling­ku­ngan Hidup yang didampingi LSM NCW Ibrahim Myh, Sabtu lalu, melakukan penge­cekan perkebunan kelapa sawit PT MAR di Desa Air Putih Kecamatan Kubu Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat. Pengecekan ini karena diduga telah menggarap kawasan hutan lindung berawal sebagaimana laporan dari LSM NCW.

Demikian disampaikan utusan Kementerian Lingkungan Hidup ketika dikonfirmasi Jaya Pos di lapangan saat Tim Ahli ZPS melakukan pengecekan titik koordinat. Dari pengecekan titik koordinat, tim ini mengatakan pabrik dan galian C, milik CV Laut Jaya masuk kawasan hutan lindung.

“Tapi nanti kita lihat hasil setelah diplot, kami akan menurunkan Tim Gabungan dari pusat untuk melakukan eksekusi. Besok tim akan kembali ke Jakarta membuat laporan kepada pimpinan terlebih dahulu. Selain PT MAR yang kita lakukan pengecekan selanjutnya kebun sawit milik PT SMP, TNGP Gunung Palong dan Gunung Nyiut di Kabupaten Bengkayang karena diduga ditelah terjadi pembalakan liar di kawasan hutan lindung itu,” ujarnya.

Terpisah, pihak manajemen PT MAR belum bisa dikonfirmasi terkait masalah ini. Dari penelusuran Jaya Pos di lapangan PT MAR sudah di ‘take over’ kepada PT CUS. Namun, Kepala Cabang PT CUS, Fajar ketika hubungi via telepon tidak diangkat. Surayadi, pejabat PT CUS yang dihubungi mengatakan, sebaiknya menghubungi pihak manajemen PT MAR saja.

Ibrahim Myh, LSM NCW meminta kepada tim Kementrian Kehutanan dan Kementrian Lingkungan Hidup yang menindaklanjuti laporannya, agar menjalankan tugas sesuai prosudur. “Kalau memang PT MAR dan CV Laut Jaya menggarap hutan lindung supaya ditindak sesuai aturan dan dihukum seberat-beratnya,” tegasnya.

“Masyarakat menebang kayu di kawasan hutan lindung saja ditangkap, masak perusahaan dibiarkan. Ada apa ini ? Selain itu para penegak hukum di Kalbar selama ini telah melakukan pembiaran sehingga hutan lindung digarap, Gunung Ambawang digusur, diambil tanahnya tapi tidak ada tindakan reprensif. Sehingga diduga para penegak hukum yang punya kewenangan ada main mata,” sebutnya.

Ibrahim juga meminta kepada KPK agar memeriksa para instansi pemberi izin PT MAR dan CV Laut Jaya, karena diduga ada gratifikasi sebab hutan lindung diberi izin untuk dijadikan kebun sawit dan diambil tanah merahnya, padahal kawasan hutan lindung seharusnya dijaga kelestariannya dan dikelola agar menjadi tempat berlindungnya satwa dan melindungi dunia dari pemanasan global.Ngadri


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59701)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (52465)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51552)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (15042)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14310)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14134)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13852)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13359)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (12427)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9332)
Bedah JayaposPembangunan Infrastruktur di Kabupaten Dharmasraya Disinyalir Ada KongkalikongDharmasraya, Jaya Pos Pembangunan yang sudah selesai maupun yang tengah berjalan di Kabupaten Dharmasraya ...


Eksekusi bergaya premanisme, Hendra Laporkan ACC Finance ke BPSK Bukittinggi Kasus Tanah Kas Desa RancaudikTerkait Izin Tambang Pasir Laut Galesong, Diduga Antara Pengusaha dan Oknum di Dinas ESDM Ada KonspiBobroknya Pengerjaan Jalan di Kabupaten Dharmasraya, Hitungan Bulan Sudah RetakPenangkapan Kasus Narkoba Oleh Polres Pangkep Diduga Tidak Prosedural Dan RekayasaPembangunan Wisma Haji Lanjutan DipertanyakanPembangunan Gedung Produksi Kabupaten Dharmasraya Diduga Tidak Sesuai RAB
Laporan KhususBupati H Ade Sugianto Melantik Direktur Operasional Pd BPR Artha Galunggung Kabupaten TasikmalayaTasikmalaya, Jaya Pos Bupati Tasikmalaya H. Ade Sugianto, S. IP melantik Direktur Operasional PD Bank ...


Pemdes Sukaramai Jalin Kerjasama Dengan Praktisi Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat Tentang PerikaKetua PWI OKU Tutup Acara Penyuluhan Bahasa Indonesia dan Melantik PWI PeduliPolsek Jatisari Adakan Sosialisasi Di PKBM Tunas Baru DPRD Muba Setujui Perubahan R-APBD TA 2019DPRD Minta Pemkab Muba Fokus Tingkatkan PADEka Kartika Lantik Anggota DPRD Provinsi Kepri45 Anggota DPRD Muba Periode 2019-2024 Resmi Dilantik