Kamis, 22 Januari 2015 - 05:41:01 WIB
Wujudkan Padangpanjang Kota Bersih dan HijauKategori: Sumatera Barat - Dibaca: 305 kali

Baca Juga:SDN Kalang Anyar 1 Labuan-Pandeglang Unggul di Bidang EkstrakulikulerKurikulum Tahun 2006 Masih Perlu DikajiKepala Dinas Perhubungan Subang DiresolusiKabag Umum Setwan OKU Akhirnya Melaporkan Anggota Dewan ke Polisi

Padangpanjang, Jaya Pos

Pengadaan 500 unit bak sampah Tipe-3 R dan penghijauan di tepi jalan raya yang minus pohon pelindung. Itulah sebagian rencana kegiatan Pemko Padangpanjang pada 2015 ini dalam menindaklanjuti salahsatu program di RPJM 2013-2018 yakni mewujudkan kota bersih dan hijau (Clean and Green City: GaGC). Lalu, kapan itu bakal tercapai?

Data akhir 2014 diperoleh koran ini dari Dinas PU Kota Padangpanjang pimpinan Defrial, ST yang juga membawahi bidang Teknik Penanganan Kebersihan dan Penghijauan itu, diketahui soal persampahan di kota ini secara kuantitas sudah tertangani sebagian besar, di atas 80 persen. Sedang penghijauan, masih sedikit, sekitar 19,2 persen.

Lebih detailnya, Kabid Kebersihan dan Pertamanan Dinas PU Kota Padangpanjang, Aswita Susanti menyebutkan, sampah dari sekitar 151 M3 peroduksinya perhari, 110-115 M3 (72,84 ? 76,15 persen) nya sudah diambil dan diangkut ke lokasi pembuang akhir sampah (LPAS) di tepi kota oleh pekerja dari Dinas PU dan unit kerja terkait lain.

Capaian itu karena pengambilan sampah oleh 7 unit truk sampah kota ini sudah menjangkau ke-16 kelurahan yang ada. Selain itu, sampah di pemukiman yang berakses jalan setapak juga sudah mulai tertangani sebagian dengan becak motor (betor). Meski itu masih terbatas, karena jumlah betor untuk itu pada 2014 baru ada 5 unit.

Sisa sampah sekitar 36-41 M3 lainnya, sebagian juga teratasi oleh pemulung dan oleh warga untuk bahan pupuk kompos dan kerajinan. Karena itu, kata Aswita, sampah yang belum tertangani sudah relatif sedikit. Yang relatif sedikit itu mungkin terdapat di sebagian sungai, sebagian riol jalan lingkung, sebagian pemukiman warga dan lokasi lain.

Keterangan Aswita tadi terlihat cukup paralel dengan presentasi Haryanto dari Ketua Forum Kota Sehat (FKS) dan Forum Komunitas Kota Hijau (FK2H) Padangpanjang atas kebersihan dan penghijauan kota itu dalam diskusi perdana FK2H sebelumnya. Hasil pemantauan pihaknya, secara kuantitas sebagian besar sampah di kota ini sudah tertangani.

Namun secara kualitas, seperti juga ditemui koran ini, sampah seperti plastik, kertas dan jenis lainnya masih ditemui dalam skala kecil di tepi jalan raya, sebagian komplek TPQ, sebagian sekolah, sebagian masjid dan fasilitas umum (fasum) lain. Artinya, kebersihan di banyak fasum tadi belum ideal seperti kota di Singapura ? dengan clean and green city-nya (GaGC) itu.

Dari fakta tadi, tantangan kota ini mencapai GaGC diakui oleh Kabid Kebersihan dan Pertamanan Dinas PU, Aswita Susanti, masih cukup berat. Apalagi capaian di penghijauan kota baru sekitar 19,2 persen. Contoh, sebagian besar jalan raya (primer, sekunder dan tersier) di kota ini kurang penghijauannya.

Berikut, penghijuauan di perkantoran, sekolah, masjid dan tempat umum lain masih banyak yang kurang, perlu peningkatan. Begitu juga di sebagian pemukiman. Sebab, penghijauan penting untuk sumber air tanah, kestabilan tanah, meredam suhu dan kebisingan, mencegah polusi udara, disamping keindahan dan kesejukan lingkungan.

Lantaran kondisi tadi, di Perda RPJM 2013-2018 program ini belum (tidak) ditarget mencapai GaGC pada 2018. Tapi lebih ke upaya memacu peningkatan kebersihan dan penghijauan, kuantitas dan kualitas. Sejalan itu Aswita mengakui perlunya inovasi seperti di Kota Lamongan-Jatim dan Palopo-Sulsel.

Segi perencanaan, program besar ini sudah masuk RPJM Kota Padangpanjang, dan Renstra Dinas PU 2013-2018. Programnya antaralain penyediaan 1.250 bak sampah 3 R, menambah truk jadi 1 unit/kelurahan, betor jadi 2 unit/kelurahan. Berikut, peningkatan penghijauan di sisi jalan raya, tempat umum lain dan pemukiman; dan menambah taman kota.

Tapi berbagai program tadi menurut Aswita, tentu belum cukup. Butuh peran aktif atau dukungan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk pengunjung kota ini. Dukungan itu misalnya dengan buang sampah ke tempat sampah, jangan dibuang sembarangan. Dengan sikap sederhana itu saja akan terbantu kebersihan kota ini.

Sebelumnya dalam diskusi FK2H Kota Padangpanjang, juga muncul usul-saran terkait upaya meningkatkan kesadaran warga dalam mewujudkan GaGC. Ruang ke arah itu antaralain lewat peningkatan sosialisasi pentingnya kebersihan dan penghijauan lewat peran guru di sekolah dan TPQ kepada murid, mubaligh kepada umat, media dan lainnya kepada publik.

Penyampaian materi seperti kebersihan, sebaiknya diupayakan yang terintegrasi antara sains dengan Quran/hadist, agar lebih menyambung. Kecuali itu, di sekolah dan TPQ (Taman Pendidikan Quran) pengajaran materi tadi sebaiknya tidak saja menuntut pemahaman murid, tapi perlu disertai dengan upaya aplikasinya.

Bentuk upaya apklikasi itu, seperti memeriksa kebersihan-kerapian pakaian serta tas murid di sekolah, dan gotongroyong membersihkan sekolah bersama murid. Saat siswa ikut acara di luar sekolah, ingatkan jangan buang sampah sembarangan. Sejalan itu pihak panitia juga mesti menyiapkan  kotak-kotak sampah di sekitar lokasi acara.

Saran lain dari diskusi FK2H itu, Pemko sebaiknya mulai 2015 ini menggelar sejenis penilaian Adipura mini terhadap semua perkarangan rumah, lingkungan RT, kelurahan, masjid, mushalla, sekolah, TPQ, kantor, pertokoan, restoran dan obyek lainnya. Bagi setiap obyek yang memenuhi kriteria penilaian diberi penghargaan.Dms/A an


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerWalikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (66340)Proyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (60952)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (52715)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (18422)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (16278)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (15540)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (15263)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (14952)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (14711)Diduga Mabuk, Tarian Gemulai Siswi SMAN 1 Mojosari Mojokerto Viral (10931)
Bedah JayaposProyek Jl Pelang-Batu Tajam Ketapang Rp 56,4 M Terindikasi Gagal MutuKetapang, Jaya Pos Proyek Peningkatan Jalan Pelang-Batu Tajam yang dilaksanakan oleh PT Marga Mulya senilai ...


Kejari Kabupaten Bandung Setor Uang Pengganti Perkara Tipikor ke Kas NegaraDiduga Lakukan Pungli, Kepala Desa Dan Panitia PTSL Dilaporkan Ke Kejari PandeglangDiduga Belum Kantongi IMB, Pembangunan Tower Pemancar Dari Ratelindo Berjalan MulusPetugas Tahanan Kejari Kabupaten Bandung Amankan Pembesuk Bawa SabuDaud Pasaribu SH, : Fakta Persidangan, Objek Perkara Merupakan Harta Warisan Ibu Sinap Untuk PoniyemDewan Kunjungi Proyek 2.2 Milyar, Pelaksana Tuding Bekas PPK Persulit MerekaMerasa Dirugikan, Afrets Elat Melaporkan Keluarga Tumbel ke Polresta Manado
Laporan KhususKesakralan Gunung Pusuk Buhit Perlu DipertahankanCatatan Aliman Tua Limbong (Wartawan Jaya Pos) Menurut beberapa sumber penelitian, para ilmuwan, setelah ...


DPRD Muba Tanggapi Audiensi Baznas MubaSiap Tanggap Bencana, Kodim 0711 Pemalang Menamam Rumput VertiverPemkab Gumas Gelar Forum Konsultasi Publik Penyempurnaan Rancangan RKPD 2021Kabid Humas Polda Sulsel Silaturrahmi Dengan Wartawan MarosEbid Diana Putra: Kita Akan Wujudkan Masyarakat SejahteraPemkab Sukabumi Kembali Pertahankan Opini WTPBupati Gumas Lantik 12 Pejabat Struktural Kecamatan Manuhing