Senin, 09 Februari 2015 - 05:40:17 WIB
PT Jembatan Nusantara Melakukan Pembohongan Terhadap Pelamar PekerjaanKategori: Jawa Timur - Dibaca: 2579 kali

Baca Juga:80 Gubuk Liar Diatas Saluran Air DibongkarKerusakan Ruas Jalan Palima Pabuaran Kapan dibangun?Maraknya Curanmor di Kampung Bahari Diduga TKS Disdukcapil OKI Palsukan Data

Surabaya, Jaya Pos

Jawa Timur merupakan daerah industri terbesar di wilayah bagian timur Indonesia, banyak pengusaha dan investor yang menyisihkan sebagian harta mereka untuk investasi di daerah Jawa Timur khususnya Surabaya.

Tetapi kenaikan UMK yang sekarang mencapai Rp 2.720.000 untuk wilayah Surabaya mengakibatkan banyak perusahaan yang pailit bahkan pindah lokasi dari Surabaya ke kota lain dengan UMK yang lebih rendah. Sedangkan jumlah kelulusan sekolah di tahun 2014 meningkat dari tahun lalu, entah lulusan SMA atau pun perguruan tinggi.

Semakin meningkatnya kelulusan di Jawa Timur tidak sebanding dengan dibukanya lowongan kerja sehingga banyak pengangguran yang terjadi di Jawa Timur.

Dengan naiknya UMK tidak sedikit juga perusahaan yang membuka lowongan, contohnya PT Jembatan Nusantara (PT. JN) yang beralamat di Jalan Rajawali No. 14 A Surabaya, pada beberapa waktu lalu membuka lowongan pekerjaan.

Perusahaan yang berkecimpung di bidang pelayaran membutuhkan staf hukum untuk melengkapi kekosongan staf. Salah seorang yang berinisial RA lulusan Universitas Islam Negeri Surabaya (UINSA) beberapa waktu lalu mendatangi salah satu LSM Komnas yang ada di Sidoarjo untuk melakukan pengaduan karena merasa telah dibohongi oleh pihak perusahaan.

Mulanya, RA mengaku mengirimkan surat lamaran ke PT. JN dan selang beberapa minggu lamaran yang dikirim mendapat respon dari PT. JN dan memenggilnya untuk melakukan tes dan interview.

Setelah bagian SDM perusahaan melakukan interview, RA dinyatakan lulus tes dan bakal diterima di perusahaan pelayaran tersebut. “Saya senang sekali mas karena tes dan interviw saya dinyatakan lulus dan bisa diterima di perusahaan pelayaran,” terangnya.

Tidak hanya tes dan interview yang dilakukan perusahaan, namun para calon pegawai diharuskan membayar beberapa uang untuk melengkapi data perusahaan diantaranya untuk membayar uang kesehatan juga diwajibkan harus membuka rekening bank. “Sesi interview selesai, saya disuruh melengkapi data pribadi dan disuruh membayar uang untuk mengurus tes kesehatan dan lain-lain,” sebut RA.

RA menuruti untuk mengurus semua persyaratan yang diintruksikan oleh salah satu SDM bernama Tri. Setelah semua rampung RA menunggu pun beberapa minggu dan mendapat telepon dari pihak perusaahaan untuk memulai hari pertama kerja.

Alangkah terkejutnya RA sesampai di kantor PT. JN dan pihak SDM menolak lamarannya dan tidak diterima kerja di perusahaan pelayaran tersebut. “Kenapa tidak dari saat saya melamar saja tidak diterima, kenapa saya ditolak kerja saat semua persyaratan sudah selesai.

Saya merasa dibohongi dan dirugikan mas karena tidak hanya kehilangan uang tetapi saya juga kehilangan waktu, karena saat tes berlangsung saya juga dapat panggilan kerja perusahaan lain dan tidak saya respon karena lebih penting perusaahan pelayaran dari pada lainnya bagi saya,” pungkasnya.

“Hal ini tidak bisa dibiarkan karena pihak perusahaan telah melakukan penipuan atau berbohong kepada calon karyawan dan bisa dijerat dalam pasal 378 KUHP tentang penipuan dan bisa dipenjara selama empat tahun,” papar Suryanto Ketua LSM Komnas saat ditemui Jaya Pos, belum lama ini.

Tidak hanya itu, Suryanto berjanji akan melaporkan masalah ini kepada Dinsosnaker Kota Surabaya dan Jawa Timur serta memberi somasi terhadap PT. JN. “Saya akan menindaklanjuti aduan ini supaya hal serupa tidak terulang lagi di kemudian hari,” sebut Suryanto.

Sampai berita ini diterbitkan, pihak perusahaan masih belum bisa dikonfirmasi dan masih belum jelas kenapa bisa calon karyawan yang telah beberapa kali lulus tes dan sudah dinyatakan diterima kerja tetapi malah ditolak lamarannya dan berkas dikembalikan.Afi/Zein


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerKejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (19680)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (13267)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (12661)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (7807)Mandi Seperti Manusia Petugas Yakin Bonita Adalah Harimau 'Jadi-Jadian' (5169)Dua Siswa Kelas 3 SMKN Tutur Dikeluarkan, Disuruh Buat Pernyataan Pengunduran Diri (3705)PT IIGF Adakan Baksos di Desa Telajung (3507)Proyek KA di Sulsel Membawa Petaka, Danyon Zipur Jadi Tersangka (3336)Tujuh Komoditas Unggulan Dinas Perkebunan Propinsi Jawa Timur (2868)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (2763)
Bedah JayaposDiduga Menyinggung Institusi TNI Kapolres Karawang DimutasiIsu yang berkembang menyebutkan kalau Kapolres Karawang di mutasi karena adanya rekaman video yang viral di ...


Telkom Manado Tutup Mata Tiang Melintang Di Jalan Trans Sulawesi TateliKomnas PAN Subang Gugat Sertifikat HGB PT.Central Georgente Nusantara6 Bulan Tidak Ditindaklanjuti Kejagung Koleksi Laporan Pengaduan?Poktan Penerima Program Kedelai Keluhkan Kualitas BenihPutusan Merasa Tidak Adil, Penggugat Curahkan Kemarahannya Pada HakimBantuan Keuangan Khusus Senilai Rp 2 M Jadi Ajang Bancakan (Bag 3)Bantuan Keuangan Khusus Senilai Rp 2 Milyar Jadi Ajang Bancakan (bag 2)
Laporan KhususAmbulans Hanura Siap Layani Kepentingan Warga ManadoManado, Jaya Pos Komitmen Partai Hati Nurani Rakyat Provinsi Sulawesi Utara dibawah kepemimpinan Ketua ...


Acara sosialisasi BHPRD TA 2018Study KomparasiKegiatan Ketahanan Pangan NasionalKegiatan Peningkatan Kapasitas TP-PKKPisah Sambut Dandim 0307/Tanah Datar, Sekaligus Penyambutan Komandan Secata B dan Ketua PA PadangpanJelang Ramadhan, Harga Bahan Pokok di Depok Masih Stabil Bupati Labuhanbatu Apresiasi Pelaksanaan Isra Mi'raj Yang Diprakarsai Oleh Kodim 0209/LB