Jumat, 13 Februari 2015 - 10:37:31 WIB
Jalan Desa Bangun Rejo Rusak Parah Akibat Angkutan Sawit & CPOKategori: Kalimantan Selatan - Dibaca: 437 kali

Baca Juga:Mobil Kemudi Otomatis akan Diuji Coba di Jalanan InggrisDaftar Nominasi Mobil Terbaik 2015Rio Febrian Luncurkan Single BaruChelsea Unggul 1-0 atas Everton

Kotabaru, Jaya Pos

Konsultasi publik yang diselenggarakan PT Catur Samasta Indonusa sebagai pelaksana kegiatan kajian Indentifikasi Kawasan Bernilai Konservasi Tinggi (Higt Conservation Value Area) di areal kebun kelapa sawit PT. Bumi Raya Investindo, yang diselenggarakan di Kantor Camat Pulau Laut Barat Kabupaten Kotabaru Provinsi Kalimantan Selatan, (28/1), disesalkan oleh peserta karena ketidakhadiran H. Tajudin, Warga Negara Malaysia selaku GM PT BRI yang sangat berperan dalam mengambil kebijakan.  

Pembicara dalam konsultasi publik tersebut diantaranya Ir. Siswoyo, MSi dan Sigit Pamungkas. Pejabat Pemkab Kotabaru dihadiri perwakilan Kepala BAPPEDA Kabupaten Kotabaru, Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah, Kepala Dinas Kehutanan, dan yang mewakili Camat Pulau Laut Barat, Camat Tanjung Selayar, Camat Pulau Laut Kepulauan, Camat Pulau Laut Selatan, Kapolsek Pulau Laut Selatan Aipda H. Ibrahim Made Rasa, Dan Ramil Pulau Laut Selatan Pelda Yusriansyah, Dan Ramil Pulau Laut Barat Pelda Siswo Prayitno serta beberapa kepala desa, tokoh masyarakat dari empat kecamatan, perguruan tinggi Kotabaru dan Lembaga Sosial Masyarakat.  

Pjs Kepala Desa Bangun Rejo Ruslan yang hadir pada acara tersebut mempertanyakan aktivitas angkutan buah sawit dan CPO  PT. Bumi Raya Investindo (PT. BRI), pasalnya semua jalan yang dibangun melalui APBD Kabupaten Kotabaru sangat memprihatinkan/rusak parah, banyaknya lobang disana-sini jika musim hujan terjadi gubangan air di jalan tersebut masyarakat setempat yang mayoritas kehidupannya sebagai petani yang menggunakan kendaraan roda dua,  sepeda biasa yang melalui jalan tersebut sangat terganggu untuk melakukan aktivitasnya.

Parah, lagi jika musim kemarau hampir semua warga Desa Bangun Rejo menerima dampak yang sangat mengganggu kesehatan dengan menghirup udara bercampur debu,  kantor desa, rumah warga, toko, sarana ibadah disekitar jalan yang dilalui angkutan buah sawit, CPO PT. BRI harus menerima kenyataan menghirup udara yang bercampur debu. Hampir semua lingkungan di Desa Bangun Rejo terjadi pencemaran udara yang berdampak pada kesehatan warga.

Dengan rusaknya semua jalan umum khususnya di sekiar Desa Bangun Rejo yang dilalui setiap hari oleh truk yang mengangkut buah sawit, CPO  PT. BRI, telah mengakibatkan akses di Kabupaten Kotabaru khususnya di Kecamatan Pulau Laut Barat, Pulau Laut Kepulauan dan Kecamatan Pulau Laut Selatan terputus.

Lalu, siapa yang harus bertanggung jawab? Belum lagi sejak berdirinya PT. BRI, para petani mengeluh karena lahan pertaniannya tidak ada lagi air yang mengalir. Demikian halnya jika musim kemarau, buah sawit yang diangkut menggunakan truk tidak ada pengamannya sehingga kadang terjatuh mengenai warga. “Dari sisi positif kehadiran PT. BRI, warga Desa Bangun Rejo hampir tidak ada lagi yang pengangguran,” ucap  Ruslan.

Sementara perwakilan masyara­kat Desa Kampung Baru Kec Tunjung Selayar, Jamaluddin mempertanyakan PT. Catur Samasta Indonusa yang hanya mengumbar tentang kawasan hutan lindung, cagar alam, pencemaran air di sekitar sungai, binatang marga satwa, masalah kotoran sapi yang dapat dijadikan pupuk.

Warga mengkritik penyampaian Siswoyo dan Sigit Pamungkas  pembicara dari PT. Catur Samasta Indonusa yang tidak pernah sedikitpun menyinggung tentang hutan produksi yang sangat terkait dengan keberadaan ijin Perkebunan PT. BRI yang bergerak dibidang perkebunan sawit, yang diduga, tercemarnya lokasi petani tambak Desa Sebanti oleh aktivitas PT. BRI, semua bibit udang gagal panen.

Selain itu, hampir semua lahan cetak sawah pertanian yang sudah beralih fungsi, lebih kurang 7 tahun lalu yang menelan dana milyaran rupiah sumber dari APBN menjadi sia-sia.

Senada disampaikan oleh perwakilan dari Desa Sumber Sari Ngadila, dari sisi negatifnya sebelum adanya PT. BRI, air di persawahan berlimpah ruah pada kenyataannya sekarang petani sangat susah memperoleh air untuk kepentingan pertanian, banyaknya lalat pada musim tertentu dan bau yang sangat mengganggu akibat limbah cair di sekitar pabrik.  

Kapolsek Pulau Laut Selatan Aipda H. Ibrahim Made Rasa memberikan pandangan menyangkut pemberian ijin pada setiap perusahaan perkebunan sawit, sehingga disarankan pada instansi terkait agar benar-benar turun ke lapangan sebelum ijin diterbitkan dengan maksud untuk menghindari pelanggaran hukum di kemudian hari.  

Sementara itu, pembicara Ir. Siswoyo MSi maupun  Sigit Pamungkas menyebutkan, terjadinya beberapa pelanggaran di lapangan tidak hanya dilakukan PT. BRI saja, karena masih ada perusahaan lain yang melakukan aktivitas.  

Adanya kerusakan lingkungan dengan gagalnya petani tambak di Desa Sebanti diduga dilakukan PT. BRI kedepannya akan diperbaiki. “Mari kita duduk bersama untuk mencari solusi terbaik sehingga kehadiran PT. BRI kedepan benar-benar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di 25 desa dari empat kecamatan,” katanya.SMJ


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59701)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (52465)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51552)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (15042)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14310)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14134)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13852)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13359)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (12427)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9332)
Bedah JayaposPembangunan Infrastruktur di Kabupaten Dharmasraya Disinyalir Ada KongkalikongDharmasraya, Jaya Pos Pembangunan yang sudah selesai maupun yang tengah berjalan di Kabupaten Dharmasraya ...


Eksekusi bergaya premanisme, Hendra Laporkan ACC Finance ke BPSK Bukittinggi Kasus Tanah Kas Desa RancaudikTerkait Izin Tambang Pasir Laut Galesong, Diduga Antara Pengusaha dan Oknum di Dinas ESDM Ada KonspiBobroknya Pengerjaan Jalan di Kabupaten Dharmasraya, Hitungan Bulan Sudah RetakPenangkapan Kasus Narkoba Oleh Polres Pangkep Diduga Tidak Prosedural Dan RekayasaPembangunan Wisma Haji Lanjutan DipertanyakanPembangunan Gedung Produksi Kabupaten Dharmasraya Diduga Tidak Sesuai RAB
Laporan KhususBupati H Ade Sugianto Melantik Direktur Operasional Pd BPR Artha Galunggung Kabupaten TasikmalayaTasikmalaya, Jaya Pos Bupati Tasikmalaya H. Ade Sugianto, S. IP melantik Direktur Operasional PD Bank ...


Pemdes Sukaramai Jalin Kerjasama Dengan Praktisi Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat Tentang PerikaKetua PWI OKU Tutup Acara Penyuluhan Bahasa Indonesia dan Melantik PWI PeduliPolsek Jatisari Adakan Sosialisasi Di PKBM Tunas Baru DPRD Muba Setujui Perubahan R-APBD TA 2019DPRD Minta Pemkab Muba Fokus Tingkatkan PADEka Kartika Lantik Anggota DPRD Provinsi Kepri45 Anggota DPRD Muba Periode 2019-2024 Resmi Dilantik