Minggu, 11 Maret 2012 - 14:03:20 WIB
PLTA Semen Tonasa Buang Limbah Beracun Ke pinggir LautKategori: Sulawesi Selatan - Dibaca: 482 kali

Baca Juga:Dilaporkan Ke KPK, Pejabat DKI Korupsi Tanah Rp 49 MiliarMembongkar Proyek Permai Group (Bag 2), Di Unsyiah Aceh, PT. AJ Menang Tender Rp 21 Miliar Proyek Betonisasi Rp 31 M Jadi Bancakan, Kasudin PU Jalan Jakbar Terancam Masuk BuiDana Bansos APBN 2011 di Simalungun Diduga Dikorupsi Yayasan Penerima Dana Milik Anggota Dewan

Pangkep, Jaya Pos

Keberadaan PT Semen Tonasa di Kabupaten Pangkep Provinsi Sulawesi Selatan, tentunya menjadi keistimewaan tersendiri bagi masyarakat serta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep).

Disamping mendapatkan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang begitu besar dari pihak Semen Tonasa, keberadaan perusahaan yang berada di bawah naungan PT Semen Gresik ini, juga menyerap tenaga kerja yang cukup besar, terutamnya warga Pangkep itu sendiri.

Perusahaan yang berada di bawah tanggung jawab Kementerian BUMN ini, kehadirannya sangat membawa dampak yang begitu besar bagi pertumbuhan ekonomi, serta menciptakan lapangan kerja yang begitu besar.

Akan tetapi, kehadiran PT Semen Tonasa yang mampu meraup keuntungan lebih Rp 100 miliar dalam setahun ini, tak jarang juga mendapatkan protes dari warga Pangkep, mana kala perusahaan ini lalai dari tanggung jawab, serta tidak mendukung program program pemerintah, serta kurangnya memberikan perhatian terhadap masalah-masalah yang berkaitan dengan aktivitas perusahaan. Juga yang paling penting adalah persoalan lingkungan yang dampaknya sangat besar, mana kala lingkungan menjadi rusak akibat dari keberadaan perusahaan semen tonasa, sehingga masya­rakat menjadi korban dari tindakan ketidakpedulian lingkungan ini.

Setelah puluhan tahun beroperasi di Kabupaten Pangkep, keberadaan PT Semen Tonasa dalam mengelola limbah perusahaan, belakangan mulai menuai sorotan tajam dari warga masyarakat. Salah satu limbah perusahaan yang akhir-akhir ini mulai merisaukan warga Pangkep adalah limbah beracun yang dibuang ke pinggir laut, yang mana limbah ini berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang berlokasi di Desa Bulucindea Kecamatan Bungoro Kabupaten Pangkep.

Limbah yang dikeluarkan dari hasil PLTA ini, ternyata tidak mengalir ke tempat Insatalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL), melainkan dibuang ke pinggir laut. Akibat pembuangan limbah ini, biota laut seperti kerang dan kepiting yang menjadi sumber penghasilan bagi warga, banyak yang mati. “Seharusnya, limbah dari PLTA ini, dibuang ke tempat ke instalasi yang dibuat khusus, akan tetapi justru dibuang ke pinggir laut,” ucap salah seorang warga yang namanya enggan dikorankan, Minggu (11/3).
“Saya heran ata sikap instansi terkait terhadap persoalan ini, karena disamping limbah yang dibuang bukan pada tempatnya, dalam sepekan pihak PLTA milik Semen Tonasa ini, juga membuang racun jenis nalco ke pinggir laut guna membunuh kerang dan kepiting, serta secara sengaja mencemari laut. Hal ini dilakukan mana kala pipa-pipa tempat limbah mengalir harus dicuci dengan menggunakan racun nalco.

Padahal sudah ada kesepakatan antara pihak Tonasa, Pemerintah dan DPRD, untuk membuat tempat pembuangan limbah, dan harus berada di tengah laut, bukan di pinggir laut yang berdekatan dengan tempat tinggal warga,.” Katanya.

Sementara pihak  PT Semen Tonasa, melalui Sekretaris Perusahaan Sahruddin, saat dimintai komentarnya tidak ada jawaban.JK


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59646)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51494)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (49388)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14977)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14258)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14075)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13805)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13301)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (11855)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9274)
Bedah JayaposPunya Beking di Kejagung, Pejabat Masih "Kutip" KontraktorSumber, Jaya Pos Seakan tak pernah jera, sejumlah instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cirebon diduga ...


Pengelolaan DAK 64 Miliar, Disdik Ketapang Diduga Berkubang di Pusaran KKNTender Dibatalkan, Ada Tekanan Dahsyat ?Proyek Talud Pengaman Pantai Pering Diduga Tidak Sesuai SpekAPBDes Pademonegoro Diduga Masuk Kantong KadesRealisasi APBDes Sidokepung Kecamatan Buduran Tidak TransparanLahan Pertanian Milik Pemprov Jatim Disewakan di Kecamatan Tutur, Uangnya Kemana ?Kasus Suap Mega Proyek Meikarta, Sekda Pemprov Jabar Jadi Tersangka Baru
Laporan KhususAmryatul Anam dan Melan Puspitasari Terpillih Menjadi Pradana Ambalan Pandu-KunthiJawa Tengah, Jaya Pos Amryatul Anam dan Melan Puspitasari terpilih menjadi Pradana Ambalan Pandu-Kunthi pada ...


Sekang Dewek Nggo Dewek Volly Pantai, Staf Teritorial JuaraBupati Tasikmalaya: Teruslah Berkreasi, Berkarya Dalam Gerakan PramukaRaperda Perubahan APBD 2019 Disahkan20 Anggota DPRD Kota Padang Panjang Dilantik dan DisumpahIlyas Panji Alam Sholat Idul Adha di Masjid An-NurPUBLIKASI KINERJA DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN BOGOR TAHUN 2019Bertemu di IPDN, Bupati Bantaeng Bincang Akrab dengan Wapres