Kamis, 19 Februari 2015 - 06:52:37 WIB
Mantan Kepala Desa Lontar Timur Kab. Kotabaru: Kebenaran Harus DitegakkanKategori: Kalimantan Selatan - Dibaca: 428 kali

Baca Juga:BNI Bantu Mobil Tangki Untuk Pemkab Tanjung Jabung BaratDana Kapitasi JKN Indramayu Untuk Puskesmas Diduga PenyimpanganLelang Jabatan Menjadi Teka-Teki di Kalangan PegawaiGubernur Jambi HBA Hadiri Pesta Bona Taon Toga Sinaga Jambi

Kota Baru, Jaya Pos

Murhanusian (72) merupakan mantan Kepala Desa Lontar Timur, Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan. Ia menjabat sejak 1980 – 1985 dan dilantik Camat Pulau Laut Barat, saat itu Arif Adong bersama Kepala Desa Gosong Panjang M. Da’Ali, Tanjung Selayar Sagapo, Tanjung Kunyit Abidin dan Kepala Desa Terangki Basuni. Beberapa bulan kemudian Camat Arip Adong diganti Apriansyah, BA, pada saat itu Bupati Kotabaru adalah Soetedjo.

Murhan dalam menjalankan tugasnya selalu bertangungjawab atas penerbitan surat keterangan tanah perkebunan atas nama Sahabu, kala itu.

Murhan merasa terpanggil untuk angkat bicara memberikan penjelasan bahwa pada tahun 1983 pernah menerbitkan dan menandatangani SK Tanah Perkebunan Nomor : 109/SKTP.1983 tertanggal 27 September 1983 yang terletak di Desa Lontar Timur, RT I dengan ukuran sebelah utara 270 depa, sebelah timur 70 depa, sebelah selatan 300 depa, sebelah barat 200 depa dengan batas sebelah utara berbatasan tanah Negara/sungai, sebelah timur berbatasan tanah Negara, sebelah selatan berbatasan dengan kandang kerbau kifli dan sebelah barat berbatasan dengan jalan setapak/tanah Negara tanah tersebut milik Sahabu untuk diketahui pada saat itu ukuran masih ukuran depa.

Saat itu, kata murhan, Bupati Kotabaru Soetedjo pernah 2 kali memerintahkan melalui Camat Pulau Laut Barat agar Kepala Desa Lontar Timur secepatnya menerbitkan surat kepemilikan tanah perkebunan yang ada pemiliknya dan terbukti ada garapannya.

Perintah pertama kurang mendapat perhatian oleh Murhan,  perintah yang kedua kalinya baru dilaksanakan khususnya menerbitkan surat keterangan tanah perkebunan atas nama sahabu yang sekarang ditempati oleh anak alm Sahabu bernama Muhammad Nur.

Menurut Murhan, sebenarnya tidak pernah membuat  dan menandatangan surat keterangan tanah perkebunan dilokasi yang sama atas nama siapapun terkecuali hanya milik Sahabu. “Kalau memang ada surat yang sama, itu palsu,” ucap Murhan.
Beberapa saksi yang masih hidup ditemui wartawan Jaya Pos di antaranya Sahilina membanarkan tanah tersebut milik Sahabu. Begitu juga saksi Hama Asin membenarkan juga.

Burhanudin alias Burhan mengatakan, sekitar tahun 2000 ada lebih kurang 167 warga yang datang kelokasi tersebut untuk menguasai membangun perumahan. Pada saat itu diperkirakan tanah tersebut tidak ada pemiliknya/tanah Negara, akan tetapi dari 167 warga tersebut kemudian mengetahui bahwa tanah perkebunan tersebut ada pemiliknya. Maka warga yang tadinya ingin menguasai diantaranya Burhanudin membatalkan rencana tersebut.

Murhan sangat prihatin dengan anak-anak almarhum Sahabu. Pasalnya, di lokasi tanah tersebut adanya rencana pembuatan lapangan sepak bola, dibangunnya tempat duduk penonton. “Aapa maksudnya,” ucap Murhan.

Ditanah hak milik Sahabu tersebut berdasarkan bukti yang didapat wartawan JP adanya rencana penguasaan oleh orang-orang tertentu atas tanah tersebut. Hal ini terbukti dengan diterbitkannya surat keterangan penguasaan fisik bidang tanah diantaranya atas nama Ruslansyah yang ditandatangani oleh Pjs. Kepala Desa Lontar Timur  H. Muhammad Yusuf dan Camat Pulau Laut Barat Bahkri, SPd, masing-masing terdaftar di kantor desa lontar timur Nomor : 590/105/X/2014 tanggal 01 Oktober 2014  dan terdaftar dikantor camat pulau laut barat Nomor :  590/340/AGR-2014 tanggal 11 Oktober 2014.

Patut dipertanyakan landasan hukum apa surat keterangan penguasaan fisik bidang tanah tersebut diterbitkan. Berdasarkan penjelasan dari Ruslansyah bahwa tanah seluas 10 meter X 20 meter hanya diberi dengan cuma-Cuma oleh dari pemegang Gambar Situasi ( GS ).

Wartawan Jaya Pos, (10/2), konfirmasi dengan Pjs. Kepala Desa Lontar Timur Kect. Pulau Laut Barat H. Muhammad Yusuf yang sehari-harinya sebagai PNS.  Di Kantor KecamatanTanjung Selayar mengatakan pembuatan surat keterangan penguasaan fisik bidang tanah atas nama Ruslansyah hanya berdasarkan gambar situasi ( GS ) atas nama Hasanuddin.

Lain lagi penjelasan mantan Kepala Desa Lontar Timur Musriadi, (10/2),  mengatakan pada saat itu Camat Pulau Laut Barat dijabat Zainuddin, SH.MH, menolak untuk menandatangani surat keterangan penguasaan fisik bidang tanah tersebut, karena tidak ingin menanggung resiko dikemudian hari. SMJ    


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59541)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51404)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (42931)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14887)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14168)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13994)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13732)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13185)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (10950)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9167)
Bedah JayaposPekerjaan Bersumber DD di Desa Boddi Kecamatan Mandalle Terkesan AmburadulPangkep, Jaya Pos Pekerjaan Jalan Singkai terkesan amburadul alias asal-asalan. Pekerjaan yang menggunakan ...


Pungli di Lapas Kapuas Resahkan NapiMerek U-Ditch Bercampur Pek Saluran Pumpungan 3 Menyimpang Dinas Lakukan PembiaranDiduga Persulit Warga Mengurus Dokumen, Andar: Copot Lurah dan Kasie Pemerintahan Kelurahan RawamangDiduga Zonasi Kearipan Lokal Garut Labrak Permendikbud No 14 Tahun 2018Proses NUPTK Diwarnai PungliEmbung Pembawa MautProyek Jalan Siduk Ketapang Rp 42 Miliar Diduga Menyimpang
Laporan KhususPemerintah Segera Cairkan DAK Nonfisik Jenis Baru Tahun 2019Karawang, Jaya Pos Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemkeu) akan menyalurkan Dana Alokasi Khusus ...


Bupati Ketapang Pimpin Upacara Pembukaan TMMD 105 Adat Suku BatakJelang Pemecahan Rekor Dunia Menyelam Massal di ManadoWabup Mojokerto Berangkatkan Jalan Santai Hari Keluarga Nasional XXVI Tahun 2019Sekda : SOPD Gumas Diharapkan Capai Target APBD 2019Ratusan Peserta ICGE dari Berbagai Negara Hadir di Kota Padang PanjangWakil Ketua I DPRD Imbau OPD Terkait Ikuti Pembahasan KUA dan PPAS TA 2020