Selasa, 24 Februari 2015 - 05:33:24 WIB
Sandy Hampir 1 Tahun Mengungsi di Rumah KeluargaKategori: Jambi - Dibaca: 281 kali

Baca Juga:8 Hektar Tanah Ciateul Diduga Aset BermasalahCurahan Hati Para Pelaut Senior Sebagai Pelaku Sejarah "Mau Diapakan KPI?"Diduga Pengembang Tutup Mata, Pasar Swasta Labuan Dijadikan Ajang Transaksi Seks dan PungliMadrid Tekuk Elche 2-0

Kuala Tungkal, Jaya Pos

Sandy Hutagalung dan keluarganya terpaksa menumpang di rumah kerabatnya dikarenakan rumah kediamannya retak akibat aktivitas sumur migas di NEB #9 Pematang Buluh Kecamatan Betara Kabupaten Tanjab Barat. Bapak dari empat anak ini berharap agar bisa dibantu oleh PT. Petro China untuk biaya kompensasi yang sesuai.

Menurut Sandy, Senin lalu, dia bersama istri dan empat anaknya terpaksa mengungsi di rumah kerabat di Pematang Lumut, lantaran aktivitas sumur migas sangat mengganggu kenyamanan mereka. Sudah hampir 9 bulan dia mengungsi, namun usaha warung di rumahnya terpaksa ditutup, lantaran terganggu aktivitas migas tersebut.

“Dulu sempat diperbaiki, tapi sekarang retak lagi. Namun sampai sekarang belum juga diperbaiki oleh pihak perusahaan,” kata Sandi Hutagalung.

Padahal, lanjutnya, ukuran rumahnya hanya 7 x 11 meter, dengan jarak dari lokasi sumur migas sekitar 100 meter. Waktu dia membangun rumah di lokasi itu, hanya ada satu sumur migas. Namun kini jumlah sumur migas semakin bertambah, sekitar 10 titik. Sudah berkali - kali aksi di NEB #9, namun tidak ada solusi dari PT. Petro China.

Sandy Huta Galung, mengaku sudah berulang kali melapor ke pihak perusahaan, tapi tak juga ada solusinya. Bahkan, persoalan ini sempat dibahas oleh Pemkab Tanjabbar serta SKK Migas, tetapi tetap tidak juga ada jalan keluar.

Menurut Narsi Hutagalung, anggota LSM Garuda, pendamping Sandy, mengaku sudah melakukan aksi penyegelan sumur migas itu berkali - kali. “Kalau kami hitung, ada 100 kali kami sudah buat aksi. Malah kami gembok, setelah ditinggalkan, tapi masih juga dibuka lagi oleh pihak perusahaan,” katanya.

Terakhir kalinya, mereka beraksi pada Kamis pekan kemarin melakukan penyegelan sumur migas di NEB #9. Bahkan, dua hari setelah aksi, Narsi bersama Sandy mendatangi pihak Petro China untuk menyampaikan keluhannya, tapi nyatanya tak ada juga solusi.
Mungkin dalam waktu dekat, pihaknya berencana melakukan aksi dengan massa yang lebih besar lagi di perusahaan asing itu. “Kita akan aksi besar - besaran,” ungkapnya.

Menurut Kapolsek Kec Betara, AKP Ginda Silalahi membenarkan bahwa LSM Garuda bersama Sandy Hutagalung melakukan aksi damai di NEB #9, Kamis pekan lalu. Hanya aksi damai, dua hari kemudian, Sandy dan LSM Garuda melakukan pertemuan dengan pihak Petro China guna menyampaikan tuntutannya, padahal Sandy hanya menginginkan biaya kompensasi untuk rumah yang berada di sekitar NEB #9. “Nampaknya sejauh ini belum ada kesepakatan antara Sandy dan pihak perusahaan,” katanya.

Menurut Eko, Staf Humas PT. Petro China LTd, ketika dihubungi, Senin lalu, mengatakan, itu tidak ada dasar bagi pihak perusahaan memberikan biaya ganti rugi untuk rumah Sandy. Persoalan ini sempat juga dibahas bersama Pemkab Tanjabbar dan dihadiri SKK Migas, pihaknya juga pernah memperbaiki rumah retak milik Sandy beberapa bulan lalu sebagai rasa tanggung jawab perusahaan.

“Meskipun bantuan yang diberikan berupa CSR, pihak perusahaan harus berkoordinasi dengan Pemkab Tanjabbar terlebih dahulu, agar program yang dikucurkan tepat sasaran,” katanya.

Sebagaimana diatur dalam kesepakatan bersama melalui forum CSR Kabupaten Tanjabbar, CSR juga bisa diberikan, jika ada sasarannya, seperti kelompok di desa, ataupun bentuk organisasi masyarakat. “Lagipula, konflik ini kan sudah berlangsung satu tahun, sampai kini belum ada kesepakatan. Kan Sumur Migas itu bukan milik perusahaan, tapi itu bagian dari aset negara,” papar Eko.KIW


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerWalikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (66760)Proyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (60963)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (52724)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (18451)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (16292)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (15556)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (15270)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (14964)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (14726)Diduga Mabuk, Tarian Gemulai Siswi SMAN 1 Mojosari Mojokerto Viral (10937)
Bedah JayaposMurkayani S, Terdakwa Penipuan CPNS Dituntut 2 Tahun 6 Bulan PenjaraPekanbaru, Jaya Pos Kasus penipuan yang menjerat Murkayani yang sudah berlangsung 6 tahun lalu, yaitu pada ...


Diduga Gunakan Dana Desa FiktifDiduga Honor Pencegahan Karhutla Tahun 2019 di Ketapang DisunatKejati Babel Usut Dugaan Penyimpangan Pembelian Biji TimahProyek Jl Pelang-Batu Tajam Ketapang Rp 56,4 M Terindikasi Gagal MutuKejari Kabupaten Bandung Setor Uang Pengganti Perkara Tipikor ke Kas NegaraDiduga Lakukan Pungli, Kepala Desa Dan Panitia PTSL Dilaporkan Ke Kejari PandeglangDiduga Belum Kantongi IMB, Pembangunan Tower Pemancar Dari Ratelindo Berjalan Mulus
Laporan KhususKPP Pratama Bukittinggi Bersinergi dengan Pemko PadangpanjangPadangpanjang, Jaya Pos Walikota Padangpanjang Fadly Amran BBA Datuak Paduko Malano menerima tamu dari ...


Desa Sukamulya Maju Dan Berkembang Pesat Berkat Kepemimpinan H. NawawiOrmas LACAK Mengajak Masyarakat Mengawal Terus Anggaran Negara Dalam Pemberantasan KorupsiKerajinan Ijuk Panumbangan Tembus Pasar Tanah AirKesakralan Gunung Pusuk Buhit Perlu DipertahankanDPRD Muba Tanggapi Audiensi Baznas MubaSiap Tanggap Bencana, Kodim 0711 Pemalang Menamam Rumput VertiverPemkab Gumas Gelar Forum Konsultasi Publik Penyempurnaan Rancangan RKPD 2021