Selasa, 24 Februari 2015 - 05:41:48 WIB
Pelaksanaan DAK-P di SMKN-2 Kapuas Murung Diduga Sarat KKNKategori: Pendidikan - Dibaca: 337 kali

Baca Juga:Gong Xi Fa Cai Kabupaten Melawi Berjalan DamaiSandy Hampir 1 Tahun Mengungsi di Rumah Keluarga8 Hektar Tanah Ciateul Diduga Aset BermasalahCurahan Hati Para Pelaut Senior Sebagai Pelaku Sejarah "Mau Diapakan KPI?"

Kuala Kapuas, Jaya Pos

Tujuan pemerintah menyerahkan pengelolaan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan dana lainnya di bidang pendidikan ke pihak sekolah secara swakelola, dengan melibatkan warga sekolah dan masyarakat  sekitar berpartisifasi secara aktif supaya penggunaan dana tersebut efektif dan efisien, serta mendapatkan kualitas dan kuantitas pekerjaan yang lebih baik.

Namun kenyataannya tidaklah demikian yang terjadi di SMKN 2 Kapuas Murung, di Kecamatan Kapuas Murung, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah. Pasalnya, 3 buah bangunan baru di sekolah tersebut terdiri dari bangunan ruang guru dan perabot seniai Rp 253 juta dan bangunan ruang praktek siswa senilai Rp 253 juta dari DAK bidang pendidikan tahun 2014, serta bangunan ruang kelas baru beserta perabot senilai Rp 304.154.000, dari dana APBN tahun 2014 terindikasi dikerjakan asal jadi, menyimpang dari Permendikbud tentang juklak dan juknis DAK-P Tahun 2014, serta diduga sarat dengan nuansa KKN.

Pantauan dilapangan, material yang digunakan untuk bangunan tersebut banyak yang tidak sesuai standar spesifikasi teknis, dan diduga tidak sesuai Rencana Anggaran dan Biaya (RAB), maupun gambar, seperti bahan kayu yang digunakan untuk rangka atap dan plafon yang semestinya menggunakan kayu kelas II jenis meranti, dipasang kayu non kelas (kayu hutan).

Sambungan rangka atap yang semestinya menggunakan baut dipasang hanya menggunakan paku. Besi untuk ringbalk yang semestinya menggunakan tulangan besi 12 full SNI dan beguel besi 8, dipasang untuk tulangan dan beugel semuanya menggunakan besi 6 banci. Dan pasir yang digunakan untuk mengecor bangunan tersebut yang semestinya menggunakan besi cor, kenyataannya menggunakan pasir uruk.

Kemudian adukan campuran semen, koral, dan pasir yang digunakan untuk mengecor lantai dan kolom utama. Selain dikerjakan secara manual, tidak mengunakan menggunakan mesin pengaduk (molen), juga mutu dan kualitasnya tidak sesuai standar spefikasi teknis K.175. Karena secara kasat mata terlihat lebih banyak menggunakan pasir. Selain itu, kolom bangunan yang semestinya di cor, dalam pengerjaannya hanya di plester, ditempel pada dinding bataco. Sedangkan didalam rangka besi kolom hanya diisi pecahan bataco.

Nampaknya selama pelaksanaan, bangunan tersebut tidak pernah diawasi, baik oleh konsultan pengawas maupun tim teknis, serta pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) Dinas Pendidikan Kab.Kapuas. Sehingga akibat pengerjaan asal jadi tersebut, diprediksi  usianya tidak akan lama, bangunan tersebut akan mengalami kerusakan.

Anehnya lagi, meskipun hal itu telah disampaikan kepada Kepala SMKN-2 Kapuas Murung, Suryani,S.Pd selaku penanggung jawab, namun hingga bangunan tersebut selesai tidak pernah ditanggapi, dan terkesan sengaja dibiarkan. Karena menurutnya, mereka sudah menyerahkan sepenuhnya kepada tukang.

“Seharusnya selain pihak Dinas, kepala sekolah juga harus melakukan pengawasan terhadap bangunan tersebut. Jika ada kritikan, masukan diri pihak lain, dia seharusnya respon dan segera melakukan evaluasi. Sehingga jika ada pengerjaan yang tidak sesuai RAB maupun gambar, dapat segera dilakukan perbaikan,” ucap salah seorang warga setempat yang tidak mau disebutkan namanya.

Informasi yang dihimpun menyebut, setiap pelaksanaan DAK-P yang diserahkan kepada pihak ketiga. Kepala sekolah menerima fee sepuluh persen. Sedangkan oknum pejabat di dinas pendidikan mendapat bagian fee dua setengah persen. Mungkin lantaran itu mereka tak berkutik, sehingga membuat  mereka tutup mata, tutup telinga.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Dikmen), DraMasta Sembiring mengatakan, pihaknya sudah menghimbau kepada kepala sekolah agar bekerja sesuai RAB. Dan jangan mencari untung yang banyak dengan cara merobah RAB maupun gambar. Sebab, menurutnya, tujuan swakelola itu  agar bangunan sekolah itu lebih bagus.

Sedangkan terkait masalah besi yang digunakan untuk membangunan, bangunan yang didanai oleh, dana DAK-Kalteng Harati tahun 2014, tidak sesuai RAB. SMKN-2 Kapuas Murung sudah mengembalikan dana sebesar Rp 20 juta, yang disetor ke kas daerah. Sesuai temuan Inspektorat Provinsi Kalimantan Tengah. Sedangkah terkait masala bangunan yang di danai APBN, dia  berjanji akan memanggil kepala sekolah SMKN-2 Kapuas Murung. Mandau


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerWalikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (67012)Proyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (60968)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (52727)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (18477)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (16296)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (15559)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (15273)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (14966)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (14730)Diduga Mabuk, Tarian Gemulai Siswi SMAN 1 Mojosari Mojokerto Viral (10946)
Bedah JayaposKepala Inspektorat Sumbar Pecat Oknum ASN, Diduga Tilep Dana Masjid Raya Rp 1.5 MPadang, Jaya Pos Setelah menjabat enam tahun sebagai bendaharawan, akhirnya terungkap kebobrokan oknum ASN ...


Kasus YP Galuh Kini di Polda, KPK Diminta MensupervisiProyek Peningkatan Jalan Utama BPTP Babel Diduga MenyimpangMurkayani S, Terdakwa Penipuan CPNS Dituntut 2 Tahun 6 Bulan PenjaraDiduga Gunakan Dana Desa FiktifDiduga Honor Pencegahan Karhutla Tahun 2019 di Ketapang DisunatKejati Babel Usut Dugaan Penyimpangan Pembelian Biji TimahProyek Jl Pelang-Batu Tajam Ketapang Rp 56,4 M Terindikasi Gagal Mutu
Laporan KhususKajati Jabar Hadiri Pencanangan WBK/ WBBM di Kejari Kabupaten BandungKab Bandung, Jaya Pos Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat (Kajati Jabar) Ade Eddy Adhyaksa menyaksikan ...


Empat Tahun Pimpin Tanah Datar, Duet Irdinansyah Tarmizi dan Zuldafri Darma Bertabur PrestasiMTQ OKI Ke 29, Syiar Al QurKPP Pratama Bukittinggi Bersinergi dengan Pemko PadangpanjangDesa Sukamulya Maju Dan Berkembang Pesat Berkat Kepemimpinan H. NawawiOrmas LACAK Mengajak Masyarakat Mengawal Terus Anggaran Negara Dalam Pemberantasan KorupsiKerajinan Ijuk Panumbangan Tembus Pasar Tanah AirKesakralan Gunung Pusuk Buhit Perlu Dipertahankan