Sabtu, 28 Februari 2015 - 06:08:45 WIB
Camat Buduran Diduga "Dibeli" Pengusaha PergudanganKategori: Jawa Timur - Dibaca: 680 kali

Baca Juga:Diduga Beredar Pupuk NPK Palsu di JambiWakil Bupati Tanjab Buka Bintek E-LakipBupati Sambut PT Bank Cimb Niaga Syariah di TanjabMahasiswa Taiwan Bunuh Diri karena dilarang Bapaknya Main Game

Sidoarjo, Jaya Pos

Langkah Camat Buduran, Agus Maulidy menertibkan bangunan yang dianggap liar ditengarai penuh tendensi tertentu untuk membela kepentingan pemilik pergudangan Sumargo, warga keturunan di Jalan Lingkar Timur Desa Prasung Rt 01 Rw 01.

Ada sekitar 20 warga Prasung yang mendirikan tempat usaha dan sekaligus hunian berdasarkan kesepakatan antara Desa Prasung dan para penghuni.

Diketahui juga dikoordinasikan oleh para BPD Desa Prasung dengan membayar sebesar Rp 250 ribu untuk satu lokasi dengan ukuran 4m kali 4,8m, dan setiap bulannya para PKL membayar Rp 30 ribu ke pihak Desa Prasung, dengan ketentuan apabila ada pelebaran jalan mereka sanggup dipindahkan atau digusur warga telah menempati tanah kas Desa Prasung ini terhitung sejak 30 April tahun 2009.

Penempatan warga Prasung di tempat tersebut legal dan telah dibentuk panitia bernama “panitia pemfungsian tanah kas desa sebelah barat lingkar timur Desa Prasung“ seluruh aparat desa dan BPD juga kepala desa.

Setelah menempati sekian lama tanpa ada masalah yang berarti sampai tanggal 24 Februari, datanglah sebuah surat dari Camat Baru Kecamatan Buduran nomor 300/159/404.7.3/2015 perihal penertiban bangunan liar. Adapun yang mendasari surat camat ini yakni surat Satpol PP tertanggal 9 februari 2015 nomor 300/140/404.8.3/2015 perihal sosialisasi penertiban bangunan liar.

Dari subtansi surat ini, menurut Ketua LSM KOMNAS Suryanto yang mendampingi para PKL bersama Sekjend LSM LPD yang mendapat pengaduan dari warga yang dirugikan oleh pihak Satpol PP dan Camat Buduran. Rapat di kantor Cama Buduran ini (24/2/15), dihadiri Camat Buduran, Koramil, Polsek, Satpol PP, Kepala Desa Wadung Asih dan Kepala Desa Prasung, seluruh penghuni serta Ketua LSM KOMNAS dan Sekjend LSM LPD.

Menurut Suryanto, Camat Buduran dan Satpol PP di tengarai telah “dibeli” oleh perusahaan pergudangan Sumargo. Indikasi kuat bahwa camat buduran telah “dibeli” Sumargo jelas terlihat dari kengototan camat untuk mengusir warga dari depan pergudangan tersebut yang telah menempati tanah kas desa sejak 2009 untuk mencari penghasilan. Karena sama –sama bersikeras dengan pendapat masing-masing maka rapat tersebut tidak menghasilkan satu keputusan apapun.

Sementara pergudangan milik Sumargo itu berdiri di Desa Wadungasih, akan tetapi akses jalan menggunakan tanah kas desa selebar 4,8m untuk masuk jalan lingkar timur Sidoarjo. “Hal ini rupanya yang dibela mati-matian oleh Camat Buduran dengan mengatakan bahwa tanah kas desa tersebut telah diserahkan pada Pemerintah Kabupaten Sidoarjo,” katanya.

Menurut Koordinator PKL yang juga Ketua RT di Desa Prasung, Agus Priyanto bahwa pertemuan itu tidak mengasilkan solusi terbaik bagi warga.

Maka, warga bersepakat menyerahkan masalah ini pada ketua LSM KOMNAS dan Sekjend  LPD. Karena menurutnya, Kepala Desa Prasung sendiri telah menghianati warganya sendiri sehingga dalam rapat tersebut Kepala Desa Prasung  Mohammad Syafi’i mengatakan tidak kenal warganya sendiri.  Padahal dia jadi kepala desa atas dukungan warga tersebut. Zein/Faiz/Afi


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerWalikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (66344)Proyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (60952)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (52715)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (18422)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (16278)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (15540)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (15263)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (14952)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (14712)Diduga Mabuk, Tarian Gemulai Siswi SMAN 1 Mojosari Mojokerto Viral (10931)
Bedah JayaposProyek Jl Pelang-Batu Tajam Ketapang Rp 56,4 M Terindikasi Gagal MutuKetapang, Jaya Pos Proyek Peningkatan Jalan Pelang-Batu Tajam yang dilaksanakan oleh PT Marga Mulya senilai ...


Kejari Kabupaten Bandung Setor Uang Pengganti Perkara Tipikor ke Kas NegaraDiduga Lakukan Pungli, Kepala Desa Dan Panitia PTSL Dilaporkan Ke Kejari PandeglangDiduga Belum Kantongi IMB, Pembangunan Tower Pemancar Dari Ratelindo Berjalan MulusPetugas Tahanan Kejari Kabupaten Bandung Amankan Pembesuk Bawa SabuDaud Pasaribu SH, : Fakta Persidangan, Objek Perkara Merupakan Harta Warisan Ibu Sinap Untuk PoniyemDewan Kunjungi Proyek 2.2 Milyar, Pelaksana Tuding Bekas PPK Persulit MerekaMerasa Dirugikan, Afrets Elat Melaporkan Keluarga Tumbel ke Polresta Manado
Laporan KhususKesakralan Gunung Pusuk Buhit Perlu DipertahankanCatatan Aliman Tua Limbong (Wartawan Jaya Pos) Menurut beberapa sumber penelitian, para ilmuwan, setelah ...


DPRD Muba Tanggapi Audiensi Baznas MubaSiap Tanggap Bencana, Kodim 0711 Pemalang Menamam Rumput VertiverPemkab Gumas Gelar Forum Konsultasi Publik Penyempurnaan Rancangan RKPD 2021Kabid Humas Polda Sulsel Silaturrahmi Dengan Wartawan MarosEbid Diana Putra: Kita Akan Wujudkan Masyarakat SejahteraPemkab Sukabumi Kembali Pertahankan Opini WTPBupati Gumas Lantik 12 Pejabat Struktural Kecamatan Manuhing