Sabtu, 24 Maret 2012 - 13:47:59 WIB
Polisi Diminta Tuntaskan Kasus Tanah Warga Yang Diduduki PT KomatsuKategori: Bedah Jaya Pos - Dibaca: 589 kali

Baca Juga:Sebanyak 24 Mahasiswa FKIP UK Karimun Tuntut Ganti RugiSetahun, Rejani Djajal Bunuh 2.422 Janin BayiMembongkar Proyek Permai Group (Bag 4), Lagi, di Universitas Lambung Mangkurat PT AJ Dapat Rp 27,Jakarta Barat Terjorok di Jakarta Kompetensi Burhanuddin Dipertanyakan

Jakarta, Jaya Pos

Kapolisian Daerah (Polda) Metro Jaya diminta serius me­nuntaskan kasus tindak pidana pe­malsuan dan penipuan atas pen­jualan tanah seluas 25.400 me­ter persegi (m2) milik ahli waris Bele bin Bidin di Jalan Cacing, Cilincing Jakarta Utara yang kini ditempati PT Komatsu Indonesia.  “Para ahli waris dan warga Cilincing akan mengadakan aksi di Mabes Polri dan Polda Metro Jaya guna mendesak polisi menuntaskan masalah tindak pidana dalam kasus tanah itu. Tetapi terjadi pemalsuan dan penipuan oleh oknum mafia tanah hingga tanah tersebut bisa dikuasai PT Komatsu Indonesia sejak tahun 2007 hingga hari ini,” kata Jhonny M Samosir SH, kuasa dari ahli waris Bele bin Bidin kepada Jaya Pos di Jakarta, Jumat (23/3).

Jhonny menegaskan, para ahli waris Bela sebagai pemilik sah atas tanah 25.400 m2 tersebut hingga saat ini tidak pernah melakukan jual beli tanah kepada pihak manapun apalagi kepada PT Komatsu Indonesia. Atas dasar itu, para ahli waris yakin hak mereka telah ditindas oleh kelompok mafia tanah bekerja sama dengan oknum pimpinan PT Komatsu Indonesia, sehingga tanah warisan itu kini dikuasai oleh perusahaan yang bergerak dalam bidang industri alat berat konstruksi merek komatsu itu.  “Berdasarkan surat Girik C tertanggal 19 Januari 1959/Surat Ketetapan Ipeda No 2768 Persil 31 S.II No Ris 199/WPJ/10/KI.204/1977 tanah tersebut adalah milik Bele bin Bidin. Para ahli waris belum pernah melakukan pelepasan hak tanah tersebut kepada pihak manapun,” tegas Jhonny.

Menurut Jhonny, pihaknya telah menemukan bukti adanya proses jual beli tanah tersebut kepada PT Komatsu tetapi bukan dari ahli waris Bele sebagai pemilik sah. Para pelaku yang diduga kuat sebagai penjual dengan melakukan tindak pidana pemalsuan adalah almarhum H Dasuki yang saat itu sebagai ketua RW 03 Kelurahan Sukapura, mantan Lurah Sukapura H Makbul dan seorang lagi bernama Ho Kiarto.

Pada Maret 2011 lalu para ahli waris melalui kuasa hukumnya saat itu, Mehbob SH dkk melaporkan tindak pidana pemalsuan dan penipuan dalam penjualan tanah tersebut kepada pihak Polda Metro Jaya. Sementara itu, dari surat pemberitahuan perkembangan penyidikan (SP2HP) yang dilayangkan penyidik Polda Metro Jaya tertanggal 30 Desember 2011, terungkap bahwa telah dilakukan pemeriksaan sejumlah saksi dalam kasus tersebut.

Para saksi yang sudah dimintai keterangan antara lain Markusen bin Saud, Adun bin Minan, Bambang Haryanto SE, Ahmad Dasuki bin Muctar dan H Ma’mun. Penyidik juga telah memeriksa para terlapor yakni Sukirman bin San Murni dan Nurhayin Azis.

Sedangkan satu terlapor yakni Budi Santoso tidak dapat dimintai keterangan karena belum diketahui alamatnya. Terhadap HO Hariaty, HO Innayati, HO Kianto, H Makbul (mantan lurah Sukapura) dan seorang notaries bernama Anasul dalam surat SP2HP per Desember 2011 tersebut, penyidik juga akan segera melakukan pemanggilan dan pemeriksaan.

Sementara itu, Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia (AWDI) Wilayah Jakarta Utara yang mendukung para ahli waris memperjuangkan pengembalian tanah tersebut mendesak PT Komatsu Indonesia untuk menghentikan pembangunan pergudangan di kawasan itu mengingat tanah tersebut masih bersengketa.  “Atas nama rakyat yang menjadi korban praktik mafia tanah, kami turut memperjuangkan agar tanah yang kini dikuasai PT Komatsu segera dikembalikan kepada yang berhak. Para ahli waris tidak pernah melakukan jual beli atau memindahtangankan tanah itu.

Tanah itu dimanfaatkan warga sebagai lapangan olahraga, namun justru sekarang dibangun pergudangan. Sedikitnya ada 2,5 Ha lahan milik warga sekitar yang direbut. Sebagai warga negara, kami tak mau membiarkan hal itu,” tegas Abdul Wahab, Ketua AWDI Wilayah Jakarta Utara. L30 P1000/7064R


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59646)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51491)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (49333)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14977)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14258)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14074)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13805)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13301)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (11848)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9274)
Bedah JayaposPunya Beking di Kejagung, Pejabat Masih "Kutip" KontraktorSumber, Jaya Pos Seakan tak pernah jera, sejumlah instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cirebon diduga ...


Pengelolaan DAK 64 Miliar, Disdik Ketapang Diduga Berkubang di Pusaran KKNTender Dibatalkan, Ada Tekanan Dahsyat ?Proyek Talud Pengaman Pantai Pering Diduga Tidak Sesuai SpekAPBDes Pademonegoro Diduga Masuk Kantong KadesRealisasi APBDes Sidokepung Kecamatan Buduran Tidak TransparanLahan Pertanian Milik Pemprov Jatim Disewakan di Kecamatan Tutur, Uangnya Kemana ?Kasus Suap Mega Proyek Meikarta, Sekda Pemprov Jabar Jadi Tersangka Baru
Laporan KhususAmryatul Anam dan Melan Puspitasari Terpillih Menjadi Pradana Ambalan Pandu-KunthiJawa Tengah, Jaya Pos Amryatul Anam dan Melan Puspitasari terpilih menjadi Pradana Ambalan Pandu-Kunthi pada ...


Sekang Dewek Nggo Dewek Volly Pantai, Staf Teritorial JuaraBupati Tasikmalaya: Teruslah Berkreasi, Berkarya Dalam Gerakan PramukaRaperda Perubahan APBD 2019 Disahkan20 Anggota DPRD Kota Padang Panjang Dilantik dan DisumpahIlyas Panji Alam Sholat Idul Adha di Masjid An-NurPUBLIKASI KINERJA DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN BOGOR TAHUN 2019Bertemu di IPDN, Bupati Bantaeng Bincang Akrab dengan Wapres