Minggu, 25 Maret 2012 - 13:46:37 WIB
Tokoh Adat Sumba Bahas Budaya dalam Adat PerkawinanKategori: Nusa Tenggara Timur - Dibaca: 740 kali

Baca Juga:Diduga Bantuan Posyandu DirekayasaPolisi Diminta Tuntaskan Kasus Tanah Warga Yang Diduduki PT KomatsuSebanyak 24 Mahasiswa FKIP UK Karimun Tuntut Ganti RugiSetahun, Rejani Djajal Bunuh 2.422 Janin Bayi

Sumba Timur, Jaya Pos

Memahami kebudayaan adat perkawinan di Kabupaten Sumba Timur secara umum adalah kristalisasi dari nilai-nilai luhur yang hidup dan terpelihara secara baik dalam suatu komunitas yang diteruskan dari generasi ke generasi.

Menurut salah seorang pemerhati masalah Budaya Sumba Timur Drh Yohanis A Praing, M.Si, tradisi perkawinan dalam budaya Sumba mengenal azas keseimbangan. “Artinya, menempatkan secara proposional pelaksanaan nilai budaya yang terus dijaga keseimbangannya demi kesejahteraan bersama.

Misalnya tradisi perkawinan yang besar, ketika pihak laki-laki harus menyiapkan bahan berupa mamuli emas dan kanatar untuk marapu dan air susu ibu, pasangannnya berupa gading dan muti salak sedangkan dari pihak wanita anjing putih kaki serta ayam leher merah,” katanya.

Masih menurut Yohanis, pelaksanaan adat perkawinan itu tidak hidup dalam ruang hampa social. Artinya, pelaksanaan budaya perkawinan disesuaikan dengan kemampuan ekonomi para pihak dan juga dikaitkan status sosial dari para pihak, tentunya mengedepankan azas keseimbangan. “Memberi dalam budaya Sumba itu diidentik dengan kehormatan yang member. Terkait dengan adat perkawinan saling memberi, misalnya seratus ekor ternak dari pihak laki-laki.

Balasannya diharapkan setara nilainya dengan seratus ekor ternak dari pihak wanita, berupa gading, muti salak, perhiasan emas dan kain tenunan terbaik. Oleh sebab itu, semakin tinggi strata sosial seseorang semakin tinggi ia memberi dan mempertahankan nilai pada dirinya. Hampir tiada ruang untuk tindakan ekonomis oleh karna memberi dan menerima tidak ada akhirnya dalam budaya Sumba,” terangnya.

Pembahasan budaya dalam adat perkawinan khususnya di Sumba Timur yang berlangsung Selasa, (20/3), di aula pertemuan Wahana Visi Indonesia (WVI) dibuat sedemikian rupa oleh para tokoh adat/masyarakat yang difasilitasi Wahana Visi Indonesia (WVI)  Kab. Sumba Timur, sehingga pada akhirnya budaya dalam adat perkawinan dituangkan dalam bentuknya yang disederhanakan.

Materi ini dibahas oleh beberapa orang tokoh adat/masyarakat Sumba Timur di antaranya, Drh Yohanis Praing, M.Si sebagai pemerhati masalah budaya di Sumba Timur serta beberapa orang tokoh adat/masyarakat seperti dr Lapoe Mokoe, Umbu Maramba Awang, Umbu Tunggu Nggilimara, Paulus Kondanglimu, DD Hunggurami, Umbu Reku dan Umbu Taimina, dengan materinya “Memahami Budaya Sumba Timur Dalam Adat Perkawinan”.

Melalui kesadaran kolektif ini akan didiskusikan sedemikian rupa oleh berbagai komponen anggota masyarakat Sumba Timur saat pertemuan nanti, yang akan di fasilitasi oleh Wahana Visi Indonesia (WVI) Kab. Sumba timur. Bud


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59194)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51030)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (18581)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14355)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (13800)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13501)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13426)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (12799)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (8819)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (8772)
Bedah JayaposGerombolan Pencuri TBS Dan Berondolan Kelapa Sawit PTPN III Aek Nabara Semakin BeringasLabuhanbatu,  Jaya Pos Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)  Pemantau Kinerja Aparatur Negara ...


Tiga Proyek Senilai Rp 4,2 M Bermasalah, Inspektorat Ketapang Tunggu Perintah Bupati Selain Tidak Difungsikan, Bangunan Pasar Pollung Diduga Mengandung Tanah GambutJaka Marhaen SH : Keterpurukan Hukum di Mata Masyarakat Pencari KeadilanPersoalan Letak Tanah Poktan KCS dan Kebun Milik K Handoko, Seharusnya Urusan Dokumen di Desa BumbunPenyidik Polresta Bukittinggi Terkesan Tidak Profesional, Dua Kali Jaksa Tolak SPDP TersangkaKurang Etis Terhadap Wartawan, Forum Wartawan OKI Sesalkan Sikap Bupati IskandarKoordinator BPP Kecamatan Kamang Magek Diduga Kerahkan Massa Ketika Wartawan Lakukan Investigasi Ten
Laporan KhususDialog Dengan Penerima Bansos PKH dan BPNT Di Bangka Belitung, Ini Pesan Presiden Joko WidodoKhusus untuk Kota Pangkalpinang, Mensos menjelaskan Bansos Tahap I sebesar Rp. 5.081.825.000, di peruntukkan ...


Disdukcapil PALI Sosialisasi Kebijakan Kependudukan Tingkatkan Kualitas Pelayanan AdmindukBupati PALI Resmikan Fungsi Gedung SD10 KIM Bangka Ikuti Kegiatan Pemberdayaan Tingkat ProvinsiKejari Kabupaten Bandung Tingkatkan Pelayanan Dan Siap Menuju WBK Dan WBBMBupati Labusel Buka Acara Sosialisasi E-Perizinan DPRD Depok Paripurnakan Hasil ResesDuet Irdinansyah Zuldafri Bertabur Prestasi