Sabtu, 31 Maret 2012 - 08:04:34 WIB
Membongkar Proyek Permai Group (Bag 5) Bos PT. Ananto Jempieter Harus Segera Ditangkap KPKKategori: Jakarta - Dibaca: 331 kali

Baca Juga:Pembangunan Puskesmas Mampang Pakai Bahan Bekas, Kasudinkes Jaksel BungkamSMKN 1 Indramayu Wakili Kabupaten Indramayu Penilaian Kinerja UPPKPK Diminta Periksa Pembebasan Tol CisumdawuProyek Siluman Muncul Lagi di Desa Air Putih Kec Lubuk Batu Jaya

Jakarta, Jaya Pos

Masitoh dan Hotner Simarmata selaku pemilik PT Ananto Jempieter harus mempertanggungjawabkan dugaan tindak pidana korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) dalam empat proyek jumbo yang dimenangkan perusahaan tersebut di Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) tahun 2011 lalu. Para penggiat anti korupsi mendesak bos PT Ananto Jempieter segera ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebelum keduanya kabur.

“Pemilik PT Ananto Jempieter sudah harus ditangkap dan dimintai pertanggungjawaban terkait semua proyek yang dimenangkan diatas konspirasi dan kuat hubungannya dengan Permai Grup, Muhammad Nazaruddin dan Mindo Rosalina Manullang,” tegas Tom Pasaribu, Direktur Eksekutif Komite Pemantau dan Pemberdayaan Parlemen Indonesia (KP3I) di Jakarta, Jumat (30/3).

Menurut Tom, pengakuan Masitoh dan Hotner yang mengatakan bahwa perusahaan dipinjam oleh seseorang untuk mengikuti keempat tender tersebut merupakan pengakuan langsung yang mempunya nilai yang kuat bahwa terjadi hal yang tidak benar dalam proses tender tersebut. “Pengakuan itu adalah jalan untuk membongkar ketidakberesan dalam semua proyek yang dimenangkan PT Ananto Jempieter, apalagi ada pengakuan dari mereka sendiri atas fee yang mereka terima dari si peminjam perusahaan,” kata Tom.
Empat Proyek Jumbo

Seperti diberitakan Jaya Pos dalam tulisan pertama hingga keempat, dengan dorongan kelompok dan kaki tangan Nazaruddin, PT Ananto Jempieter memenangkan empat proyek, terdiri dari tiga di perguruan tinggi negeri pada Kemendiknas dan satu pada Kemenhub.

Pertama, proyek yang dijajal perusahaan ‘kaki tangan Nazaruddin’ ini adalah pekerjaan laboratorium pengujian dan kontrol kendaraan bermotor dengan anggaran Rp 38.500.000.000 di Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) Bekasi. Anggaran untuk proyek tersebut berasal dari DIPA STTD Bekasi Tahun Anggaran (TA) 2011. Pada akhir April 2011 lalu, proyek itu dimenangkan PT Ananto Jempieter dengan kontrak yang sangat tipis dari pagu yakni Rp 38.115.000.000.

Kedua, PT Ananto Jempieter memenangkan proyek Pengadaan Peralatan Pendidikan pada Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Provinsi Nangroe Aceh Darussalam dengan kontrak Rp 21.779.130.000.

Ketiga, PT Ananto Jempieter memenangkan pengadaan Peralatan Laboratorium Jurusan Teknik Elektro Program Studi Teknik Listrik Politeknik Negeri Sriwijaya dengan nilai Rp 27.770.000.000.

Keempat, PT Ananto Jempieter memenangkan proyek pengadaan alat praktikum Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) Kalimantan Selatan dengan kontrak Rp 27.900.200.000 dari pagu Rp 30 miliar.

Bagaimana PT Ananto Jempieter jauh-jauh dari Jakarta bisa memenangkan proyek di Banjarmasin, Palembang, Aceh dan Bekasi? Masitoh selaku Direktur Utama dan Hotner Simarmata sebagai komisaris perusahaan tidak jalan sendiri. Ia dimintai dan didorong kekuatan besar yang sudah berjalan secara sistematis, yakni Permai Group yang dikendalikan Muhammad Nazaruddin.

Saat PT Ananto Jempieter memenangkan proyek itu, memang Nazaruddin sudah ditahan KPK. Namun proyek itu sudah jauh-jauh hari digarap kelompok Nazaruddin di lingkungan DPR melalui Mindo Rosalina Manullang.

Dari informasi sumber Jaya Pos, Masitoh dan Hotner Simarmata kini ketakutan karena terbongkarnya sebagian proyek-proyek yang ia menangkan dengan cara melawan hukum. Selain memilih diam, penanggung jawab perusahaan itu diduga telah kabur. Disambangi ke kantornya pada salah satu ruko di Jalan Radin Inten Duren Sawit, Jakarta Timur, keduanya tidak pernah ada.

PT Ananto Jempieter lebih dikenal di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat tepatnya di sekitar lingkungan DPRD DKI Jakarta dan Dewan Pers. Perusahaan itu dikenal sebagai perusahaan pinjaman. Masitoh dan Hotner adalah orang yang sangat sederhana dan bukan orang yang layak dijuluki kontraktor besar. Kondisi ini bertolak belakang dari fakta perusahaannya kerap memenangkan proyek besar.  L30 P1000


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerWalikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (66340)Proyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (60952)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (52715)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (18422)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (16278)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (15540)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (15263)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (14952)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (14711)Diduga Mabuk, Tarian Gemulai Siswi SMAN 1 Mojosari Mojokerto Viral (10931)
Bedah JayaposProyek Jl Pelang-Batu Tajam Ketapang Rp 56,4 M Terindikasi Gagal MutuKetapang, Jaya Pos Proyek Peningkatan Jalan Pelang-Batu Tajam yang dilaksanakan oleh PT Marga Mulya senilai ...


Kejari Kabupaten Bandung Setor Uang Pengganti Perkara Tipikor ke Kas NegaraDiduga Lakukan Pungli, Kepala Desa Dan Panitia PTSL Dilaporkan Ke Kejari PandeglangDiduga Belum Kantongi IMB, Pembangunan Tower Pemancar Dari Ratelindo Berjalan MulusPetugas Tahanan Kejari Kabupaten Bandung Amankan Pembesuk Bawa SabuDaud Pasaribu SH, : Fakta Persidangan, Objek Perkara Merupakan Harta Warisan Ibu Sinap Untuk PoniyemDewan Kunjungi Proyek 2.2 Milyar, Pelaksana Tuding Bekas PPK Persulit MerekaMerasa Dirugikan, Afrets Elat Melaporkan Keluarga Tumbel ke Polresta Manado
Laporan KhususKesakralan Gunung Pusuk Buhit Perlu DipertahankanCatatan Aliman Tua Limbong (Wartawan Jaya Pos) Menurut beberapa sumber penelitian, para ilmuwan, setelah ...


DPRD Muba Tanggapi Audiensi Baznas MubaSiap Tanggap Bencana, Kodim 0711 Pemalang Menamam Rumput VertiverPemkab Gumas Gelar Forum Konsultasi Publik Penyempurnaan Rancangan RKPD 2021Kabid Humas Polda Sulsel Silaturrahmi Dengan Wartawan MarosEbid Diana Putra: Kita Akan Wujudkan Masyarakat SejahteraPemkab Sukabumi Kembali Pertahankan Opini WTPBupati Gumas Lantik 12 Pejabat Struktural Kecamatan Manuhing