Minggu, 01 April 2012 - 16:11:42 WIB
Pembangunan Percepatan SDN KAB Sukabumi Diduga Penuh RekayasaKategori: Pendidikan - Dibaca: 280 kali

Baca Juga:IPW Memberi Aprisiasi Kepada Polisi Dalam Menghalau Unjuk RasaBaru 8 Bulan Menjabat Bupati Tapteng, Bonaran Situmeang Tercium Bau KorupsiMembongkar Proyek Permai Group (Bag 5) Bos PT. Ananto Jempieter Harus Segera Ditangkap KPKPembangunan Puskesmas Mampang Pakai Bahan Bekas, Kasudinkes Jaksel Bungkam

Sukabumi, Jaya Pos

Beberapa SDN di Kabupaten Sukabumi telah menerima dana perbaikan pembangunan percepatan tahun 2012 yang besumber dari APBN untuk 3-4 ruangan kelas. Salah satunya di Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, 24 lokal dari 7 sekolah.
SDN Cisasah, SDN Cianaga, SDN Cilengsir, SDN Pandan Arum, SDN Kaladi 1, SDN Cisalimar, SDN Cipetey. Beberapa SD dari ketujuh SD itu diduga melakukan rekayasa.

Pasalnya, bangunan yang terlihat masih kokoh dan masih layak untuk dipergunakan namun tetap saja mendapat bantuan pembangunan. Salah satunya SDN Cisasah dan Cipetey, yang masih terlihat kuat dan kokoh namun terkesan dipaksakan untuk dibangun. Yang lebih anehnya lagi, dana sudah masuk ke setiap rekening sekolah sekitar 1 minggu, tapi bintek (bibingngan tehnik) belum dilaksanakan.

Menurut Kepala SDN Cisasah Purwatiningsih, “kami mengajukan untuk tingkat kerusakan sekitar 80%, dan kami mendapatkan bantuan sekitar sebesar Rp 234 juta untuk tiga local”.

Purwatiningsih membenarkan bahwa dana sudah ada di rekeningnya. “Namun untuk bintek, kami belum dapat informasi dan kami juga belum membentuk kepanitiaan untuk kegiatan tersebut. Kami sudah sepakat dengan teman-teman yang mendapatkan bantuan, eksennya bulan 1 April 2012. Supaya lebih jelas, silahkan bapak langsung ke UPTD Kecamata Kabandungan,” katanya.

Sementara Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Kabandungan Dedi juga mengatakan bahwa di Kecamatan Kabandungan ada 7 sekolah yang mendapatkan bantuan tersebut. “Terkait dengan pengajuan tingkat kerusakan yang dilakukan masing-masing sekolah, kami tidak tahu menau berapa persennya,” katanya.

Saat ditanya tentang bintek, rupanya ia belum tahu. Sedangkan ia menjabat sebagai Kepala UPTD adalah kepanjangan dari dinas terkait.
Mendengar itu, Komandan Brigde Laskar Merah Putih (LMP) Harian Tani Oeba sangat prihatin. Ia pun menduga pembanguna percepatan SDN yang bersumber dana dari APBN yang ada di Kecamatan Kabandungan penuh dengan rekayasa. “Kenapa tidak, soalanya saya berani uji petik dengan para kepala sekolah yang menggunakan jasa konsultan itu, dan saya berani katakana penuh dengan rekayasa.

Masa bangunan masih terlihat kokoh dan kuat dilaporkan dan diajukan tingkat kerusakan sampai 80%. Saya katakan diduga kuat oknum kepala sekolah tersebut telah manipulasi data atau kebohongan pablik,” katanya.

Ia pun memberi contoh, SDN Cisasah dan Cipetey, bangunannya masih bagus tapi telah dapat bantuan untuk pembangunan. “Padahal, masih banyak sekolah yang membutuhkan dana pembangunan, yang kodisi fisik bangunannya sudah memprihatinkan. Salah satu contoh di Kecamatan Cikidang dan Bojonggenteng,” terangnya.

Atas dugaan rekayasa itu, ia meminta aparat kejaksaan maupun kepolisian segera memeriksa kepalsa sekolah tiap SDN yang menerima bantuan dana tersebut untuk memastikan apakah ada penyelewengan dana itu atau tidak. Aswin


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerWalikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (66633)Proyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (60961)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (52723)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (18434)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (16290)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (15554)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (15269)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (14958)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (14720)Diduga Mabuk, Tarian Gemulai Siswi SMAN 1 Mojosari Mojokerto Viral (10936)
Bedah JayaposDiduga Honor Pencegahan Karhutla Tahun 2019 di Ketapang DisunatKetapang, Jaya Pos Sekjen Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Anti Suap dan Anti Korupsi (LSM Gasak) Ketapang ...


Kejati Babel Usut Dugaan Penyimpangan Pembelian Biji TimahProyek Jl Pelang-Batu Tajam Ketapang Rp 56,4 M Terindikasi Gagal MutuKejari Kabupaten Bandung Setor Uang Pengganti Perkara Tipikor ke Kas NegaraDiduga Lakukan Pungli, Kepala Desa Dan Panitia PTSL Dilaporkan Ke Kejari PandeglangDiduga Belum Kantongi IMB, Pembangunan Tower Pemancar Dari Ratelindo Berjalan MulusPetugas Tahanan Kejari Kabupaten Bandung Amankan Pembesuk Bawa SabuDaud Pasaribu SH, : Fakta Persidangan, Objek Perkara Merupakan Harta Warisan Ibu Sinap Untuk Poniyem
Laporan KhususOrmas LACAK Mengajak Masyarakat Mengawal Terus Anggaran Negara Dalam Pemberantasan KorupsiCirebon, Jaya Pos Acep Rianto, Ketua Lacak meminta kepada masyarakat untuk mengawal terus anggaran negara ...


Kerajinan Ijuk Panumbangan Tembus Pasar Tanah AirKesakralan Gunung Pusuk Buhit Perlu DipertahankanDPRD Muba Tanggapi Audiensi Baznas MubaSiap Tanggap Bencana, Kodim 0711 Pemalang Menamam Rumput VertiverPemkab Gumas Gelar Forum Konsultasi Publik Penyempurnaan Rancangan RKPD 2021Kabid Humas Polda Sulsel Silaturrahmi Dengan Wartawan MarosEbid Diana Putra: Kita Akan Wujudkan Masyarakat Sejahtera