Minggu, 01 April 2012 - 16:11:42 WIB
Pembangunan Percepatan SDN KAB Sukabumi Diduga Penuh RekayasaKategori: Pendidikan - Dibaca: 239 kali

Baca Juga:IPW Memberi Aprisiasi Kepada Polisi Dalam Menghalau Unjuk RasaBaru 8 Bulan Menjabat Bupati Tapteng, Bonaran Situmeang Tercium Bau KorupsiMembongkar Proyek Permai Group (Bag 5) Bos PT. Ananto Jempieter Harus Segera Ditangkap KPKPembangunan Puskesmas Mampang Pakai Bahan Bekas, Kasudinkes Jaksel Bungkam

Sukabumi, Jaya Pos

Beberapa SDN di Kabupaten Sukabumi telah menerima dana perbaikan pembangunan percepatan tahun 2012 yang besumber dari APBN untuk 3-4 ruangan kelas. Salah satunya di Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, 24 lokal dari 7 sekolah.
SDN Cisasah, SDN Cianaga, SDN Cilengsir, SDN Pandan Arum, SDN Kaladi 1, SDN Cisalimar, SDN Cipetey. Beberapa SD dari ketujuh SD itu diduga melakukan rekayasa.

Pasalnya, bangunan yang terlihat masih kokoh dan masih layak untuk dipergunakan namun tetap saja mendapat bantuan pembangunan. Salah satunya SDN Cisasah dan Cipetey, yang masih terlihat kuat dan kokoh namun terkesan dipaksakan untuk dibangun. Yang lebih anehnya lagi, dana sudah masuk ke setiap rekening sekolah sekitar 1 minggu, tapi bintek (bibingngan tehnik) belum dilaksanakan.

Menurut Kepala SDN Cisasah Purwatiningsih, “kami mengajukan untuk tingkat kerusakan sekitar 80%, dan kami mendapatkan bantuan sekitar sebesar Rp 234 juta untuk tiga local”.

Purwatiningsih membenarkan bahwa dana sudah ada di rekeningnya. “Namun untuk bintek, kami belum dapat informasi dan kami juga belum membentuk kepanitiaan untuk kegiatan tersebut. Kami sudah sepakat dengan teman-teman yang mendapatkan bantuan, eksennya bulan 1 April 2012. Supaya lebih jelas, silahkan bapak langsung ke UPTD Kecamata Kabandungan,” katanya.

Sementara Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Kabandungan Dedi juga mengatakan bahwa di Kecamatan Kabandungan ada 7 sekolah yang mendapatkan bantuan tersebut. “Terkait dengan pengajuan tingkat kerusakan yang dilakukan masing-masing sekolah, kami tidak tahu menau berapa persennya,” katanya.

Saat ditanya tentang bintek, rupanya ia belum tahu. Sedangkan ia menjabat sebagai Kepala UPTD adalah kepanjangan dari dinas terkait.
Mendengar itu, Komandan Brigde Laskar Merah Putih (LMP) Harian Tani Oeba sangat prihatin. Ia pun menduga pembanguna percepatan SDN yang bersumber dana dari APBN yang ada di Kecamatan Kabandungan penuh dengan rekayasa. “Kenapa tidak, soalanya saya berani uji petik dengan para kepala sekolah yang menggunakan jasa konsultan itu, dan saya berani katakana penuh dengan rekayasa.

Masa bangunan masih terlihat kokoh dan kuat dilaporkan dan diajukan tingkat kerusakan sampai 80%. Saya katakan diduga kuat oknum kepala sekolah tersebut telah manipulasi data atau kebohongan pablik,” katanya.

Ia pun memberi contoh, SDN Cisasah dan Cipetey, bangunannya masih bagus tapi telah dapat bantuan untuk pembangunan. “Padahal, masih banyak sekolah yang membutuhkan dana pembangunan, yang kodisi fisik bangunannya sudah memprihatinkan. Salah satu contoh di Kecamatan Cikidang dan Bojonggenteng,” terangnya.

Atas dugaan rekayasa itu, ia meminta aparat kejaksaan maupun kepolisian segera memeriksa kepalsa sekolah tiap SDN yang menerima bantuan dana tersebut untuk memastikan apakah ada penyelewengan dana itu atau tidak. Aswin


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59646)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51494)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (49387)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14977)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14258)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14075)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13805)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13301)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (11855)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9274)
Bedah JayaposPunya Beking di Kejagung, Pejabat Masih "Kutip" KontraktorSumber, Jaya Pos Seakan tak pernah jera, sejumlah instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cirebon diduga ...


Pengelolaan DAK 64 Miliar, Disdik Ketapang Diduga Berkubang di Pusaran KKNTender Dibatalkan, Ada Tekanan Dahsyat ?Proyek Talud Pengaman Pantai Pering Diduga Tidak Sesuai SpekAPBDes Pademonegoro Diduga Masuk Kantong KadesRealisasi APBDes Sidokepung Kecamatan Buduran Tidak TransparanLahan Pertanian Milik Pemprov Jatim Disewakan di Kecamatan Tutur, Uangnya Kemana ?Kasus Suap Mega Proyek Meikarta, Sekda Pemprov Jabar Jadi Tersangka Baru
Laporan KhususAmryatul Anam dan Melan Puspitasari Terpillih Menjadi Pradana Ambalan Pandu-KunthiJawa Tengah, Jaya Pos Amryatul Anam dan Melan Puspitasari terpilih menjadi Pradana Ambalan Pandu-Kunthi pada ...


Sekang Dewek Nggo Dewek Volly Pantai, Staf Teritorial JuaraBupati Tasikmalaya: Teruslah Berkreasi, Berkarya Dalam Gerakan PramukaRaperda Perubahan APBD 2019 Disahkan20 Anggota DPRD Kota Padang Panjang Dilantik dan DisumpahIlyas Panji Alam Sholat Idul Adha di Masjid An-NurPUBLIKASI KINERJA DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN BOGOR TAHUN 2019Bertemu di IPDN, Bupati Bantaeng Bincang Akrab dengan Wapres