Selasa, 11 Maret 2014 - 05:26:03 WIB
Proyek Situ Ciburuy Diduga Ada Permainan VolumeKategori: Jawa Barat - Dibaca: 311 kali

Baca Juga:Reskrimsus Polda Kalbar Amankan 170 Karung Gula IllegalDirut PT Agro Parkim Indonesia Bisa Terkena PidanaKades Banyu Biru Perjuangkan Sertifikasi Tanah Warga Melalui PronaBongkar Cantik Ala Sudin P2b Jaktim Kembali Dibangun Tanpa IMB

Bandung Barat, Jaya Pos

Proyek normalisasi Situ Ciburuy (Danau Ciburuy) yang berada di Desa Cibuuy Kecamatan Padalarang Kabupaten Bandung Barat, diduga ada permainan pengurangan volume pekerjaan, dimana kalau dilihat dari finishing yang dianggap sudah selesai, tetapi masih menyisakan pemandangan yang tidak enak dimata. Kesan air kotor tepian masih terlihat.

Keluhan tentang normalisasi Situ Ciburuy dikemukakan salah satu tokoh masyarakat setempat yang peduli terhadap pelestarian pariwisata. Dirinya mengemukakan, tanah sisa galian tidak semua dibuang keluar, tetapi ditumpuk di pinggiran Situ Ciburuy, sampai sekarang tidak ditangani lagi, Menurutnya, sangat mengganggu keindahan, (6/3).

Disisi lain juga menyikapi, meskipun dengan adanya tanah sisa kerukan ada sedikit penyempitan akan luas Situ Ciburuy,  kedepannya diharapkan seluruh tebing atau tepian akan dipasang Tembok Penahan Tanah ( TPT) untuk menghindari erosi.

Proyek anggaran APBD Provinsi Jawa Barat tahun 2013, menurut sumber yang patut dipercaya, besar anggarannya mencapai Rp17,5 miliar. Tenyata masih menyimpan masalah dan kecurigaan dugaan permainan volume antara Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, dengan pelaksana PT Sujinco, dari Jakarta.

Sumber mengatakan, volume tanah kerukan atau galian yang harus dibuang keluar lokasi mencapai 120.000 meter kubik. Tanah yang sudah dibuang keluar baru mencapai 6.000 meter kubik, yaitu dari lokasi Cikadu 1.500 meter kubik, dari Sadang 3.000 meter kubik dan dari Gunung Masigit 1.500 meter kubik. Sisanya sebanyak 114.000 meter kubik ditumpuk di pinggiran dan ditinggalkan pemborongnya sejak proyek ini dianggap selesai bulan Januari lalu.

Sumber juga menambahkan, biaya atau ongkos buang tanah mencapai Rp 40.000 per meter kubik untuk jarak buang 3 kilometer, dan Rp 60.000 per meter kubik untuk jarak buang 5 kilometer.Rg/Dedi


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerMembongkar Proyek Permai Grup (Bag 1), PT AJ Dapat Jatah Rp 35 M di Kementerian Perhubungan (114138)Komisi IX DPR RI dan Menteri Kesehatan Agar Meninjau Kembali Pembangunan Rumah Sakit Internasional (83366)PP Amanatul Ummah Tidak Penuhi Janjinya Pada Wali Murid (15940)Tanah Milik H.Amiruddin Pase Jadi Ajang Kejahatan Koneksitas Hakim Dan Penyidik Kepolisian (12628)Dilaporkan Ke KPK, Pejabat DKI Korupsi Tanah Rp 49 Miliar (9364)Demo di Jakarta dan Tapteng Desak Tangkap Bonaran Situmeang (9017)Sudah Tiga Jenderal Polisi Pembawa Gerbong Terbelit Kasus (8920)Masyarakat Tapanuli Tengah Demo Didepan Kantor KPK Minta Ketua KPK Tangkap Bonaran Situmeang (8541)SMPN 2 Pasar Kemis Butuh Ruang Kelas Baru (7933)Gurame PJTV Ajang Penyaluran Artis Penyanyi (7468)
Bedah JayaposProyek Abrasi Pantai Tope Jawa dan Cikoang, PPK S&P I Mustafa ST Diminta Tidak Bersembunyi Dari PublMakassar, Jaya Pos Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU), mempunyai perhatian penuh terhadap ...


Perubahan Jenis Tanaman PTPN VII Unit Usaha Bekri IlegalSelamatkan Danau Toba ( I ), Pembabatan Hutan oleh GDS Ancam Keselamatan Pulau SamosirInfrastruktur di Desa Sei Landak Sangat Minim PengawasanBandar Narkoba Dilepas Kinerja Kapolres Sergai DipertanyakanPembangunan jalan Nasional, PT. Inti Indokomp Cs Diduga Kuat Gunakan Material NonstandarPupuk Bersubsidi Menghilang di Pasaran Petani Pantura Subang KelimpunganDiduga Proyek Bermasalah 3 LSM Laporkan ke KPK
Laporan KhususBedah Rumah, Sebuah Program Unggulan Gubernur HBAJambi, Jaya Pos Menghapus kemiskinan adalah cita-cita Gubernur Jambi Hasan Basri Agus (HBA). Hampir setengah ...


20.716 Unit Rumah Telah Dibedah, Bukti Kepedulian HBA Kepada Orang MiskinPembangunan Jembatan Desa Mendapat Apresiasi Dari MasyarakatDr. Tigor Gembira, HKBP Perhatikan Masalah Pendidikan dan KesehatanIbu Petani, Kini Jadi Anggota DPRD Kota Pematang SiantarGelar Lomba Cipta Menu B2SAPSN Menjadi Budaya Hidup Bersih Sepanjang MasaPemkot Mojokerto Gelar Pameran UMKM dan Industri Kreatif Jatim 2014