Kado Ramadhan Warga Desa Lumut, Masjid Megah Hasil Sinergi Warga dan Pengusaha

BANGKA, JAYAPOS -Sebuah masjid bernilai miliayar rupiah akhirnya rampung dibangun. Siapa sangka masjid baru dan cantik di dusun Tanjung Batu Desa Lumut Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka ini terbangun sebagai wujud sinergi antara masyarakat dan para pengusaha. Masjid Al barokah ini pun seperti sebuah kado di Ramadhan di tengah pandemic covid 19 di Babel.

Salah satu masyarakat Dusun Tanjung Batu, Dinas (40) kepada wartawan mengatakan, bahwa masyarakat Dusun Tanjung Batu menyambut gembira rampungnya masjid Al Barokah. Karena sebelumnya Dusun Tanjung batu sendiri hanya memiliki satu masjid dengan berukuran kecil. Bertepatan dengan moment Ramadhan ini tentunya rampungnya Masjid Al Barokah akan menjadi pusat peribadahan masyarakat.

“Selama ini, Dusun Tanjung Batu sudah memiliki masjid. Namun diakuinya masjid lama lebih kecil untuk memuat para jemaah yang semakin hari semakin banyak. Allhamdulillah dengan selesainya masjid Al Barokah, Kampung kami sudah ada Masjid Baru. Sebelum masjid ini selesai, setiap sholat Jumat masjid lama tidak bisa menampung masyarakat di wilayah Dusun. Sehingga sebagian warga memilih keluar dusun untuk Jumatan,” jelasnya.

Kadus Tanjung Batu, Ismail menjelaskan, bahwa pembangunan masjid tersebut merupakan sumbangsih dari para pengusaha yang dulunya membangun usaha pertambangan di wilayahnya. Diakuinya anggaran pembangunan Masjid tersebut menghabiskan hingga miliayaran rupiah.

“Masjid ini terbangun dari sumbangsih dari para pengusaha yang dulunya pernah buka usaha di sini (tambang-red) merekalah yang menyiapkan sumbangan dananya, kalau masyarakat menyumbang tenaga untuk pembangunannya. Nah untuk biaya, yang jelas anggaran pembangunan masjid ini mencapai miliaran rupiah,” ungkap Kadus yang lebih dikenal warganya dengan sapaan Agus tersebut kepada wartawan, Senin (27/4/20) siang.

Agus juga menekankan solidaritas bukan hanya terletak pada pembangunan masjid, termasuk juga pembagian sembako kepada warga setiap bulan termasuk pembiayaan iuran PAUD yang dilakukan dengan anggaran swadaya dusun tersebut.

“Saya selaku kadus di sini atas nama warga mengucapkan terima kasih khususnya kepada Bapak Kadrik atau sering dipanggil Pak Johan, yang telah menginisiasi pembangunan masjid ini serta mengajarkan kami cara bergandengan tangan membangun bersama, dan alhamdulillah hasilnya pun kita nikmati bersama,” tutup Agus. (Oby)

 

 99 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *