Ming. Mei 31st, 2020

Relawan Jokowi: Pembagian Bansos Berbau Kapitalis, Bagusnya Genjot Produksi Pangan Cegah Kelaparan

JAKARTA, JAYAPOS – Ketua Umum Pasukan Tetap Jokowi (Pak Tejo), Tigor Doris Sitorus menyoroti Pembagian bantuan sosial (bansos) paket sembako kepada jutaan warga miskin dan rentan miskin yang terdampak Covid-19. Menurutnya pembagian itu dinilai berbau kapitalis.

“Karena seluruh produk paket sembako dibeli dari satu produsen yang sama. Singkatnya stimulus ekonomi kerakyatan tidak jalan,” kata Tigor Doris Sitorus, Jumat (7/5/2020).

Tigor mengungkapkan, dari 514 Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia, tercatat daerah yang terpapar virus asal Wuhan, Tiongkok mencapai 320 Kabupaten/Kota.

“Artinya masih ada 194 kabupaten/kota yang sama sekali tidak ada positif Covid-19. Dengan demikian wilayah itu bisa menjalankan aktivitas seperti biasa dengan menjalankan protokoler kesehatan yang dianjurkan. Misalnya kabupaten di sekitar Danau Toba,” ujar Tigor.

Tigor memdorong daerah-daerah itu beraktivitas seperti biasa dengan tetap menjalankan protokoler kesehatan.

“Kami meminta agar produksi pangan terus digenjot selama pandemi Covid-19. Sebab, pangan bisa menjadi salah satu solusi melawan Covid-19, selain pendekatan kesehatan,” saran Tigor.

“Karena dalam situasi dan kondisi apa pun, pangan tidak boleh bersoal. Apalagi dalam kondisi seperti pandemi Covid-19 sekarang , karena hanya pertanian yang bisa menyediakan pangan. Artinya, seluruh aktivitas pertanian dari hulu sampai hilir harus terus berjalan,” sambungnya.

Tigor juga mengaku mendukung gagasan Presiden Joko Widodo yang menginstruksikan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk ‘keroyokan’ membuka lahan baru untuk persawahan atau perkebunan sebagai bentuk antisipasi apabila terjadi kekeringan yang melanda dan ancaman kelangkaan pangan.

Terkait hal ini, menurut Tigor, ternyata sudah dilakukan di Desa Silamosik I dan Desa Silamosik.II, Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba Samosir.

Di dua Desa tersebut, kepala Desa dan tokoh masyarakat sepakat untuk menjual pohon pohon besar untuk dijadikan kebun jagung, jahe dan singkong.

“Di atas tanah ulayat seluas 460 hektare tersebut nantinya akan disulap menjadi ladang atau kebun. Hal ini juga sudah memperoleh izin dari Pemkab Toba Samosir,” ungkap Tigor.

Karenanya Tigor menyarankan agar pemerintah setempat memberikan apresiasi khusus kepada Kepala Desa Silamosik I, Restauli Nainggolan dan Kepala Desa Silamosik II, Romel Tua Sitorus yang menginisiasi pembukaan lahan baru untuk menghasilkan bahan pangan.

“Kedua Desa tersebut bisa menjadi pilot project cetak sawah atau ladang di Sumut hingga tercapai 3 juta hektare di seluruh Indonesia. Ingat stok pangan kita hanya tersedia 3 bulan ke depan,” pungkas Tigor. (RED)

 165 total views,  2 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *