Bupati Simalungun dan DPRD Dinilai Tidak Memperhatikan Kesejahteraan BPD

SIMALUNGUN, JAYA POS, Pemerintah Kabupaten  Simalungun dalam hal ini Bupati dan DPRD dinilai tidak memperhatikan kesejahteraan Badan Permusyawaratan Desa(BPD).

Hal itu berawal dari Kenaikan Penghasilan Tetap (Siltap) dan tunjangan Tungkat Nagori tanpa memperhatikan dan menaikkan pendapatan BPD.

Meningkatnya Siltap Tungkat Nagori di Kabupaten Simalungun menuai kritik pedas dari masyarakat/ BPD. Dimana, sebelumnya tungkat nagori menerima Siltap sebesar Rp. 1.100.000 menjadi Rp.2.050.000.

Kenaikan ini dinilai sangat drastis yang hampir mencapai 100 persen, dan menjadi kesenjangan terhadap Badan Permusyawaratan Desa (BPD) atau sebutan lain Maujana Nagori.

Hal itu disampaikan Hasurungan Simanjuntak selaku Ketua BPD/Maujana Desa Janggir Leto, Kecamatan Panei, Kabupaten Simalungun saat ditemui, Senin,( 10/5/2020).

Hasurungan mengatakan, bahwa perhatian Pemkab Simalungun yang diterima BPD hanya Rp. 400.000 perbulan dan tidak mengalami kenaikan.

Padahal tingkat intensitas tugas pokok dan fungsi ( Tupoksi) Tungkat Nagori dan BPD tidak jauh beda. Akan tetapi Pemkab Simalungun tidak menaikkan pendapatan BPD seperti yang diterima ole tungkat nagori.

Menurutnya hal itu menggambarkan bahwa Pemkab Simalungun dan DPRD tidak memperhatikan BPD/Maujana Se-Kabupaten Simalungun.

Diterangkannya, jumlah yang diterima BPD sudah sangat minim jika dibandingkan dengan tupoksi yang dilakukan di tingkat Pemerintahan Desa.
” Tugas yang dilakukan BPD itu percis seperti yang dilakukan oleh anggota legislatif, wakaupun ruang lingkup tugas hanya di tingkat Nagori (Desa),” terangnya.

Oleh karena itu, dirinya meminta Bupati Simalungun dan DPRD Simalungun agar lebih memperhatikan kesejahteraan BPD/Maujana. ” Kita berharap Bupati Simalungun dan DPRD Simalungun agar memberikan perhatian dan duduk bersama untuk membahas kesejahteraan BPD,” harapnya.(ARS)

 211 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *