Pembangunan Jalan Rabat Beton Di Nagori Parriasan Minim Pengawasan dan Diduga Tidak Sesuai RAB

Warga Segera Laporkan Pangulu

SIMALUNGUN, JAYA POS – Program Pembangunan Dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) kegiatan Rabat Beton di Simpang Pangkalan Buntu, Nagori Parriasan, Kecamatan Jorlang Hataran, Kabupaten Simalungun minim pengawasan dari pihak terkait, dan bahkan diduga keras tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Atas kondisi itu warga berharap agar pihak-pihak terkait turun langsung kelokasi titik pekerjaan.

Amatan Media Jaya pos, pada Selasa, (30/6/2020) dilokasi proyek terlihat plank proyek yang beralamat di Simpang Pangkalan Buntu, Nagori Parriasan bertuliskan pagu anggaran senilai Rp. 133.350.360 dengan ukuran panjang 175 meter, lebar 3 meter dan tinggi 0,15 meter, yang dananya bersumber dari Dana Desa tahun 2020.

Pelaksanaan Pekerjaan bangunan rabat beton yang sedang berlangsung pengerjaan tampak dengan jelas terkesan  asal dikerjakan. Terlihat batu kerikil yang dipakai 1/2, campuran semen sama pasir perbandingan 1/7. Selain itu terlihat juga material semen yang berukuran 40 kg dengan type PCC. Bahan material ini diduga kuat tidak sesuai dengan RAB. Dan Hal ini tentunya dapat mempengaruhi kualitas dari bangunan.

Selain itu dilokasi titik pekerjaan rabat beton tampak pekerja melaksanakan pemerataan struktur tanah agar merata dengan menggunakan cangkul. Hal itu menunjukkan bahwa lokasi tersebut belum pernah dilakukan pembatuan atau telford.

Dilokasi pekerjaan tidak ada ditemukan Tim Pengelola Kegiatan ( TPK). Padahal sesuai dengan peraturan  mekanisme swakelola dan pola padat karya tahun anggaran 2020, TPK harus melakukan pengawasan pekerjaan. Ironisnya, yang ditemui tim adalah oknum suami pangulu bermarga Siahaan yang disebut sebut sebagai pengawas proyek.

Pria bermarga Siahaan saat diwawancarai membenarkan dirinya adalah suami dari Kepala Nagori Parriasan R. Silalahi. Dirinya membenarkan bahwa  lokasi proyek rabat beton belum pernah dilakukan pembatuan/telford. Dirinya juga mengatakan bahwa pengawasnya bermarga Manullang dan sedang pergi.

Melihat proses pelaksanaan pembangunan rabat beton tersebut menjadikan elemen masyarakat berang dan meminta kepada Pemkab Simalungun melalui Dinas PMPN agar segera turun kelokasi untuk meninjau dan mengawasi sebelum terjadi  kerugian negara. Sesuaikan bangunan tersebut dengan RAB. Karena hal itu merupakan bahagian dari pencegahan korupsi,ungkap Simanjuntak yang ikut turun kelokasi proyek.

Sementara itu, kepala nagori Parriasan Ronatio Silalahi saat dikonfirmasi melalui telepon seluler tidak bersedia mengangkat. Dan konfirmasi melalui pesan singkat yang dikirim tidak mendapat tanggapan hingga berita ini diturunkan kemeja redaksi. (ARS)

 

 55 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *