Pemkab Simalungun Diminta Untuk Membina Kasek SD Negeri 091554 Nagojor

SIMALUNGUN, JAPOS.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun sepertinya menelantarkan Sekolah Dasar (SD) Negeri 091554 Nagojor, Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi, Simalungun. Pasalnya, sampai saat ini tempat siswa menimba ilmu itu belum memiliki MCK( Mandi, cuci, kakus) meski sudah berdiri puluhan tahun.

Ironisnya pihak Sekolah sepertinya melempar permasalahan ketiadaan kamar mandi kepihak Pemkab Simalungun melalui Dinas Pendidikan. Seperti yang diutarakan bendahara Dana BOS boru Sirait saat ditemui dilokasi kantor Sekolah pada, Selasa (11/08/2020).

Bendahara BOS kepada Media mengatakan, bahwa kepala sekolah ( Kasek) Boru Manurung sedang berada diluar mengikuti rapat di K3S. Dirinya mengaku sudah sekitar 10 ( sepuluh) tahun bertugas di sekolah tersebut dan menerangkan belum pernah ada bangunan MCK di sekolah.

Dirinya juga memberitahukan bahwa mereka sudah sering mengusulkan permohonan pembangunan MCK kepada Disdik, namun belum bisa terealisasi.

Saat ditanya pihak Sekolah berhak membuat MCK darurat menunggu bantuan dari Disdik, bendahara itu mengalihkannya kepada kepala sekolah. ” Kalau seperti itu kepala sekolah lah yang menjawab itu,” katanya.

Ketika kepala sekolah ditelepon oleh bendahara BOS berulangkali tidak bisa dihubungi lagi setelah diberitahu kehadiran awak media sedang berada dilokasi sekolah untuk melakukan konfirmasi.

Mirisnya, salah satu peserta rapat K3S yang tidak bersedia namanya dimuat di berita ini menerangkan bahwa kasek SD Negeri 091554 tidak hadir mengikuti rapat.

Ditempat terpisah, warga masyarakat marga Gultom mengaku sangat prihatin melihat kondisi sekolah SD Negeri 091554, Siswa/ siswi dan para guru tidak bisa menikmati fasilitas MCK. Padahal sarana MCK adalah salah satu fasilitas pendukung kesehatan terhadap anak didik siswa maupun guru.

Namun, Ironisnya para siswa berlomba kebelakang gedung sekolah untuk buang air kecil saat jam istirahat. Sementara para guru harus menumpang kerumah warga.

Menurut Gultom, pihak Sekolah berhak untuk mengusulkan pembangunan MCK kedalam RKAS dana BOS, dan bila hal itu tidak memungkinkan karena minimnya anggaran, pihak sekolah bisa juga membangun Kamar Mandi darurat dengan menggunakan terpal atau papan bekas milik sekolah.

Sepertinya pihak Sekolah selama ini tidak mau memberikan perhatiannya. Karena itu Bupati Simalungun melalui Dinas terkait agar memberikan Pembinaan kepada Kepala sekolah terkait demi tercapainya tujuan pendidikan,pintanya. (ARS)

 

 732 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *