Warga Kecamatan Air Dikit Minta Pemkab Kaji Ulang Pengadaan Poonton

  • Bagikan
Ket Poto : Jembatan Gantung yang saat ini dalam kondisi rusak berat.

MUKOMUKO,JAYA POS – Rencana Pemerintah Daerah Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang (PUPR) Mukomuko tentang pengadaan Pooton berkemungkinan kecil bisa diterima Warga Kecamatan Air Dikit dan sekitar, pasalnya pemanfaatan dari Pooton yang bakal di rencanakan oleh Pemerintah Daerah Mukomuko sebagai transportasi sementara jelang pembangunan Jembatan Gantung yang saat ini dalam kondisi rusak berat.

Agus Karyadi warga Desa Pondok Lunang, Kecamatan Air Dikit mengatakan,” Kami dari Kecamatan Air Dikit berharap pada Pemerintah Daerah Mukomuko, Dinas PU-PR khususnya untuk bisa mengkaji ulang terkait manfaat pengadaan Pooton sebagai transportasi sementara, menurut hemat kami akan menghambur- hamburkan uang negara dikarenakan azas manfaat nya kami rasa tidak siknifikan, Lanjutnya,”

” Jika Pooton yang di terapkan kami rasa kurang pas, kenapa demikian, kondisi sungai itu sering terjadi berubah- rubah, ketika musim hujan sering terjadi banjir, maka Poonton akan sulit di kendalikan, lagi pula untuk masyarakat naik ke atas tebing akan kesulitan dikarenakan tebing terdapat tebing yang cukup tinggi.

Menurutnya, ada baiknya lantai jembatan yang rusak itu di perbaiki sebagai jembatan darurat yang cukup di gunakan warga pejalan kaki dan kendaraan roda dua tanpa beban, masalah nya tali Lir yang membentang sepanjang sungai masih sangat bagus, hanya saja yang perlu di perbaiki lantai yang ambruk untuk pejalan kaki dan pengendara sepeda motor.

Ditambahkannya, selain tidak memakan biaya yang terlalu besar tingkat kenyamanan masyarakat lebih baik, sementara kendaraan untuk melansir TBS kami tidak mempermasalahkan rutenya melalui KJS Penarik yang penting jalan nya bisa di lalui pungkasnya, Selasa (15/2/2022). (Red) 

 1,128 total views,  6 views today

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *