Serikat Buruh Patriot Pancasila Edukasi Warga Kuburan China Kebon Nanas

  • Bagikan
Ket Poto : Ketua Umum DPP SBPP Mangatur Nainggolan saat berada di antara Warga Kuburan China Kebon Nanas, Jakarta Timur.

JAKARTA, JAYA POS – Pimpinan Serikat Buruh Patriot Pancasila (SBPP) merasa prihatin atas kondisi masyarakat, khususnya buruh informal, yang belum seluruhnya tercover dalam Badan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS TK). Untuk itu pada Rabu 29 Maret 2022, memberikan advokasi kepada mereka yang tinggal di wilayah Kelurahan Cipinang Muara Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur.

“Kami sengaja turun ke lapangan, melihat kondisi riil serta mencarikan jalan keluar atas permasalahan para buruh informal, terutama terkait hak jaminan pelayanan kesehatan,” ungkap Ketua Umum SBPP, Mangatur Nainggolan, SE, SH, MM, Senin 4 April 2022 di Jakarta.

Warga buruh yang bermukim di kawasan yang dikenal sebagai Kuburan China tersebut, diketahui berprofesi buruh yang bekerja serabutan. Mereka diperkirakan 150 KK, di antaranya menjadi kuli panggul, sopir, pedagang menggunakan gerobak dengan sistem bagi hasil.

Sayangnya, mereka semua tidak ada yang terdaftar sebagai peserta BPJS Bukan Penerima Upah (BPU). Oleh sebab itu, setelah dijelaskan manfaat BPJS TK BPU, mereka bersedia menjadi peserta, melalui Serikat Buruh Patriot Pancasila, tambah alumnus FH Universitas Bung Karno ini.

Hak kepesertaan BPJS TK BPU selain pelayanan gratis di fasilitas kesehatan (faskes) yang ditentukan, juga santunan kematian senilai Rp40 juta dan juga kecelakaan kerja.

Kerja Sama BPJS

Tawaran ini disampaikan karena, menurut Mangatur yang didampingi fungsionaris bidang riset dan data Yohana Maranatha,  DPP SBPP telah menjalin kerja sama dengan BPJS TK. Dengan demikian prosedur kepesertaan mereka, sepenuhnya dibantu pengurusannya pihak staf  Kantor SBPP.

“Kami akan bantu semaksimal mungkin urusan mereka terkait BPJS,” ujar Mangatur Nainggolan yang juga fungsionaris Bidang Hukum Badan Pemenangan Calon Presiden Airlangga Hartarto –  Kosgoro 1957.

Langkah melakukan edukasi kepada para buruh informal, menjadi program SBPP berdasarkan hasil kajian dan memperhatikan  kemampuan organisasi. Selain di bidang pelayanan kesehatan melalui Program BPPJS TK, kepada mereka juga ditawarkan menjadi anggota koperasi. “Kami cukup prihatin, atas terjadinya praktik bank keliling yang menjerat keuangan masyarakat kecil ini,” tambah Mangatur.

Sejauh ini Buruh Patriot Pancasila juga memiliki usaha Koperasi yang telah bermitra dengan masyarakat di bidang ternak kambing, ayam, maupun bantuan modal usaha mikro/kecil (UMKM).

Pergerakan SBPP menurutnya sebagai wujud niat tulus membantu meringankan beban warga. “Mereka saudara-saudara kita juga, menjadi kewajiban bersama jika bangsa ini ingin Pancasila Tegak, Buruh Sejahtera dan Indonesia Kuat,” fungsionaris Kosgoro 1957 yang juga pimpinan sebuah kantor penasihat hukum menekankan. (Ris)

 

 842 total views,  4 views today

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *