Scroll untuk baca artikel
BeritaHeadline

Forum IWAPI Adakan Pertemuan Wujudkan Infrastruktur Inklusif di Kabupaten Pesisir Selatan

92
×

Forum IWAPI Adakan Pertemuan Wujudkan Infrastruktur Inklusif di Kabupaten Pesisir Selatan

Sebarkan artikel ini

PESISIR SELATAN, JAYA POS – Forum IWAPI (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia) telah menggelar pertemuan penting dalam upaya mewujudkan infrastruktur inklusif di Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat berkisar pada pukul 15:50:19 Wib, Senin (05/02/2024).

Kegiatan ini merupakan lanjutan dari riset aksi tentang uji kelayakan fasilitas pelayanan publik dan sarana pendukung di beberapa titik strategis, seperti jalan menuju Pantai Carocok Painan, Taman Pantai Carocok Painan, Gedung Painan Convention Center (PCC), Masjid Terapung Samudera Ilahi Pantai Carocok Painan, dan jalan menuju Anggar penyebrangan Pulau Cingkuak.

Advertisement
scroll kebawah untuk lihat konten

Pertemuan diseminasi hasil aksi ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Asisten II Ekonomi & Pembangunan Mimi Riarty Zainul yang mewakili Bupati Pesisir Selatan, serta perwakilan dari berbagai instansi terkait seperti Sekretaris Bapedalitbang, Diskominfo, Dinas Perhubungan, Dinas Sosial, Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI), Pengurus Masjid Samudra Ilahi, Wali Nagari Painan Selatan, dan beberapa perwakilan dari OPD lainnya.

Mimi, dalam sambutannya, menyampaikan terima kasih kepada IWAPI dan seluruh peserta KIAT Aksi atas dedikasi mereka dalam riset aksi fasilitas pelayanan publik untuk memastikan aksesibilitas bagi semua, termasuk kelompok rentan seperti perempuan dan penyandang disabilitas. Dia juga menegaskan bahwa pemerintah akan segera mengambil tindakan konkret dengan berdiskusi bersama OPD terkait untuk mendukung infrastruktur sosial inklusif di Kabupaten Pesisir Selatan.

Ketua IWAPI Pesisir Selatan, Cici Gamiati, menyampaikan terima kasih kepada semua peserta riset aksi dan OPD terkait. Dia menjelaskan bahwa hasil riset ini mengungkap banyak fasilitas publik yang masih kurang dan sulit diakses oleh kaum disabilitas, anak-anak, dan lansia. Dari riset ini juga didapatkan banyak gagasan dan rekomendasi untuk pembangunan fasilitas publik yang lebih baik.

“Kami berharap pemerintah dapat segera memperbaiki fasilitas publik yang belum inklusif sehingga pembangunan selanjutnya dapat dinikmati oleh semua kalangan, sehingga tercapai infrastruktur yang inklusif di Kabupaten Pesisir Selatan,” tutupnya.(BsC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *