Scroll untuk baca artikel
BeritaHeadlineHukum & Kriminal

GMKI Desak Bupati Simalungun Copot Esron Sinaga Sebagai Sekretaris Daerah

122
×

GMKI Desak Bupati Simalungun Copot Esron Sinaga Sebagai Sekretaris Daerah

Sebarkan artikel ini

SIMALUNGUN, JAYA POS – Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Pematang Siantar Simalungun mengeluarkan pernyataan tegas, terkait kasus korupsi yang mencuat baru-baru ini di Kabupaten Simalungun.

Dalam pernyataannya, GMKI menegaskan bahwa tindakan korupsi, terutama yang dilakukan oleh pejabat pemerintahan, merupakan perbuatan yang merugikan masyarakat dan bertentangan dengan prinsip integritas, transparansi, dan akuntabilitas dalam pemerintahan.

Advertisement
scroll kebawah untuk lihat konten

Kasus korupsi yang kini menjadi sorotan adalah terkait dengan pembangunan Gedung Balei Merah Putih yang berada di pamatang Siantar yang menelan biaya kurang lebih Rp. 52 milyar.

Esron Sinaga, Sekretaris Daerah Kabupaten Simalungun yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bagian Perizinan DPMTSP Pematang Siantar, Informasi yang diperoleh menunjukkan bahwa dugaan korupsi berkaitan dengan pengurusan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) yang terkait dengan pembangunan gedung tersebut. Meskipun biaya yang dilaporkan mencapai Rp. 1.150.000.000, namun jumlah retribusi yang tercatat hanya sebesar Rp. 43.700.000, mengundang keraguan akan integritas proses pengurusan tersebut.

Dalam menanggapi hal ini, GMKI Cabang Pematang Siantar Simalungun menyerukan kepada Bupati Simalungun, Radiapoh Hasiholan Sinaga, untuk segera bertindak dengan tegas dan mencopot Esron Sinaga dari jabatannya sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Simalungun.

Tindakan ini tidak hanya sebagai bentuk kritisi terhadap praktik korupsi yang merajalela, tetapi juga sebagai upaya untuk memperjuangkan keadilan dan integritas dalam pemerintahan.

Pimpinan Aksi GMKI Cabang Pematang Siantar Simalungun, Rezeki situmeang, ketika di komfirmasi awak media japos.co, Kamis (7/3/24), dengan tegas mengatakan bahwa pihaknya akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas dan memastikan bahwa pelaku korupsi mendapatkan sanksi sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Kami sebagai mahasiswa tidak akan tinggal diam melihat tindakan korupsi merajalela di tengah masyarakat. Keadilan harus ditegakkan, dan integritas harus dijunjung tinggi,” ujar Rezeki.

Sementara itu dalam konteks ini, GMKI Cabang Pematang Siantar Simalungun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadi kontrol sosial untuk menekan praktik korupsi khususnya di Simalungun dan memastikan bahwa korupsi tidak lagi menjadi budaya yang merugikan bagi kemajuan bangsa dan negara. (ES)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *