Scroll untuk baca artikel
BeritaHeadline

Pemudik Diminta Waspada, Jalur Lintas Barat Pesisir Selatan Rawan Longsor

34
×

Pemudik Diminta Waspada, Jalur Lintas Barat Pesisir Selatan Rawan Longsor

Sebarkan artikel ini

PESISIR SELATAN, JAYA POS – Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Pesisir Selatan (Pessel) memberikan himbauan kepada para pemudik yang akan melakukan perjalanan mudik pada Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah tahun 2024 M ini untuk meningkatkan kewaspadaannya.

Sekda mengingatkan dalam himbauan dan mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu setelah bencana alam banjir dan tanah longsor pada 7-8 Maret 2024 lalu. Disampaikan di ruang kerjanya Painan Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat, Senin 01 April 2024.

Advertisement
scroll kebawah untuk lihat konten

“Hujan deras yang bisa terjadi secara tiba-tiba berpotensi merusak beberapa titik jalan dan menyebabkan longsor. Saya sampaikan ini karena diprediksi jumlah pemudik yang menuju Pesisir Selatan akan meningkat dibanding tahun sebelumnya,” ungkapnya.

Dia menjelaskan bahwa kondisi rawan tersebut tidak hanya terjadi di sepanjang jalan nasional di Siguntur, Barung Barung Belantai Kecamatan Koto XI Tarusan, dan Bukit Putus Painan, tetapi juga di Bukit Pulai Kecamatan Batang Kapas, Bukit Punai Balaiselasa, dan Bukit Buai Tapan. Begitu juga dengan ruas jalan Pessel-Kerinci, terutama antara pasar Tapan Kecamatan Basa IV Balai Tapan dengan Kerinci Provinsi Jambi.

Pada ruas jalan pasar Tapan-Kerinci yang menghubungkan Sumatera Barat dengan Jambi, terdapat sekitar tujuh titik rawan longsor.

“Selain kondisinya yang sempit, jalur ini juga memiliki tikungan yang tajam. Untuk mengantisipasi ancaman ini, pemerintah daerah telah menyiagakan satu unit alat berat di kawasan tersebut, sehingga penanganan dapat dilakukan dengan cepat, terutama jika terjadi longsor secara mendadak,” tambahnya.

Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR) Pessel, Fahrezi Eka Siska, menjelaskan bahwa panjang ruas jalan Tapan-Kerinci yang rawan longsor mencapai 60 kilometer.

“Koordinasi dengan pihak provinsi telah dilakukan untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan yang memanfaatkan jalur ini,” tandasnya.(BsC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *