Scroll untuk baca artikel
BeritaHeadline

Kejadian Luar Biasa (KLB) Diare di Pesisir Selatan Menurun Signifikan

17
×

Kejadian Luar Biasa (KLB) Diare di Pesisir Selatan Menurun Signifikan

Sebarkan artikel ini

PESISIR SELATAN, JAYA POS – Kasus Kejadian Luar Biasa (KLB) diare yang melanda Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat sejak 8 April 2024, menunjukkan tren penurunan yang signifikan. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Selatan, Erna Juita, melaporkan bahwa hingga 12 Mei 2024, jumlah kasus diare terus berkurang.

“Puncak kasus terjadi pada minggu pertama bulan Mei, namun sejak itu, jumlah kasus mulai menurun,” ujar Erna Juita saat mendampingi tim Ikatan Dokter Spesialis Anak Indonesia (IDAI) yang mengunjungi Pesisir Selatan pada Minggu (12/5).

Advertisement
scroll kebawah untuk lihat konten

Tim IDAI, yang terdiri dari spesialis anak dari Universitas Andalas dan RS M. Jamil, melakukan analisis faktor penyebab KLB diare di Kecamatan Sutera. “Analisis kami mencakup berbagai faktor seperti kesehatan lingkungan, sumber air minum, perilaku hidup bersih dan sehat, serta tata laksana penanganan diare. Kami ingin mengetahui secara mendetail apa yang menyebabkan terjadinya KLB diare ini,” jelas Erna.

Proses kajian dilakukan secara door-to-door, melibatkan kunjungan ke rumah pasien, puskesmas, RS BKM, RSUD M. Zein Painan, dan pelayanan langsung di tujuh nagari. Penelitian ini mencakup pemeriksaan balita yang sakit maupun yang sehat untuk memahami dan mengatasi kasus KLB tersebut.

Direktur RSUD Dr. Muhammad Zein Painan, dr. Muhammad Fahriza, pada Senin (13/5), menyebutkan bahwa jumlah pasien yang masih dirawat di rumah sakit tersebut kini hanya tinggal 18 orang, mayoritas adalah anak-anak. “Untuk mempercepat pemulihan, RSUD Dr. Muhammad Zein Painan juga menyalurkan bahan makanan tambahan yang diberikan oleh Dinas Kesehatan,” ungkapnya.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan penanganan kasus diare di Kabupaten Pesisir Selatan dapat terus membaik, dan masyarakat dapat kembali hidup sehat tanpa ancaman penyakit.(BsC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *